
Untuk paca pembaca.
Maaf kemaren uator hanya update 1 bab, di karenakan Autor mual dan pusing saat melihat tulisan dan menatap layar handphone. Dan akhirnya tidak update lagi. Jadi dari pada saya sakit, mending saya tidur aja. Lagian Autor kemaren lagi males mikir😁😁😁🙈🙈🙈
.
.
.
.
David langsung menyambar Jas nya pergi meninggalkan perusahan nya menuju kediaman Anderson.
David mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Beberapa menit perjalanan, David akhirnya sampai.
"Ma....Ma..." Panggil David.
"Ada apa?" ucap Navita duduk di kursi sambil menggosok kuku nya.
Sedangkan Haris duduk di kursi roda nya, menatap David yang baru sampai.
David duduk di samping Navita. "Ma, bantu David." ucap David.
"Bantu apa?" tanya Navita masih sibuk dengan kuku cantik nya.
"Bantu David mengurus Tian." ucap David.
"Tian! Tian siapa?" tanya Navita menatap David.
"Tian, pengusaha TYREND CROP'S itu Ma." ucap David.
Haris yang mendengar membelalak kan mata, namun dia hanya bisa diam, tidak bisa bicara.
"Memang kenapa?" tanya Navita.
David menatap Haris, namun setelah itu tidak perduli. David menceritakan semuanya kepada Navita tanpa di tutup tutupi. Haris yang mendengar tetap diam, namun dalam fikiran nya mungkin Tian memang berniat kelakukan ini pada kelaurga nya, menghancurkan nya secara perlahan.
"Apakah kau memang ingin membuat keluarga ini hancur Tian." batin Haris. "Begitu bencikah kau dengan papa mu ini? Papa memang salah, maafkan Papa." lanjutnya.
Navita diam mendengar cerita itu. Navita berfikir bagaimana cara membantu anak nya. Navita tahu David salah, tapi dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan putranya.
"Apakah Mama punya cara?" tanya David.
"Mama ada cara, tapi coba kau minta keringanan waktu sampai malam. Jika dia mau, kita jalan kan rencana ini." ucap Navita.
"Rencana? Mama ada rencana?" tanya David.
"Ya." ucap Navita
Navita pun menjelaskan rencana nya, David yang mendengar tersenyum. Berbeda dengan Haris, Haris sungguh sangat marah mendengar rencana itu. Jika saja dia bisa berjalan, Haris mungkin akan menghajar dan menampar wanita yang status nya istri ini.
Walaupun selama ini Haris tidak merawat atau mengurus Tian dari kecil, Haris yang seorang ayah pasti tidak ingin jika anak nya di jebak seperti itu, dan apalagi dengan cara menjijikkan.
.
__ADS_1
.
David pun menghubungi Tian, dan meminta keringanan kepada Tian sampai nanti malam. David akan mengembalikan semua Uang itu dengan syarat, Tian harus datang menemui nya langsung.
Tian pun menyetujui, karena Tian siang ini pun dia tidak bisa menemui David. Di karenakan Tian harus menemui tuan Alexander.
Sebenarnya mudah saja jika hanya untuk mengembalikan uang itu, David bisa menstranfer ke rekening perusahaan Tian. Namun David memberi alasan bahwa dia ingin meminta maaf secara langsung, dan mengundang nya makan malam bersama.
.
.
.
.
Siang hari di bandara Negara C.
Tian dan Samuel sudah menunggu kedatangan Tuan Alexander. Beberapa menit menunggu, tuan Alexander datang bersama dengan Asistennya.
"Selamat datang di negara C tuan." ucap Tian menjabat tangan.
"Ya." jawab Marx membalas sambil menepuk lengan Tian.
"Mari." ucap Tian.
Marx dan Tian, serta yang lainnya langsung masuk ke mobil, pergi meninggalkan Bandara menuju kediaman Tian.
Setelah mereka pergi meninggalkan bandara, terlihat seorang Gadis cantik menyeret koper nya sambil menghubungi seseorang.
Ceril pergi ke Negara C tanpa sepengetahuan Marx. Mereka pergi menggunakan pesawat yang sama, namun Marx tidak mengetahui jika putri satu satu nya itu mengikuti nya.
Mulai nakal nya.
Tak berselang lama, Sesil pun menjemput Ceril.
Mereka pergi menuju kediaman Winston
Di dalam mobil.
"Kenapa kau mendadak sekali menghubungi ku? Tidak mengabari ku dari kemaren kemaren bahwa kau akan datang hari ini." tanya Sesil.
"Aku aja mendadak kesini nya, mengikuti Papi." ucap Ceril.
"Papi mu di Negara ini?" tanya Sesil
"Ya, dia menemui Tian." ucap Ceril.
"Oh..." jawab Sesil.
Beberapa menit perjalanan, mereka sampai di kediaman Winston. Begitupun dengan Marx, dia juga telah sampai di kediaman Tian.
Tian menjamu Marx dengan baik. Setelah itu mereka berdua duduk di kursi tamu, mengobrol.
"Bagaimana pekerjaan mu disini?" tanya Marx yang sudah tahu Tian seorang Presdir.
__ADS_1
"Semua berjalan baik tuan." jawab Tian.
"Lalu bagaimana dengan hubungan mu?" tanya Marx kembali bertanya
"Hubungan! Hubungan apa tuan? Saya tidak mengerti." tanya Tian pura pura bodoh. Tian tahu maksud pertanyaan nya Marx mengarah ke hubungan nya dengan Ceril.
"Jangan pura pura bodoh Tian, aku tahu kau pura pura tidak mengerti dengan pertanyaan ku. Kau itu pintar, pasti kau tahu apa maksud ku." ucap Marx.
Tian diam. Berfikir apakah di akan mengatakan kepada ayah wanita nya itu tau tidak.
Hah...
Tian menghela nafas
"Maaf jika saya tidak mengatakan kepada anda tentang hubungan saya dengan putri anda." ucap Tian meminta maaf terlebih dahulu sebelum dia melanjutkan pembicaraan nya.
"Jadi kau memang memiliki hubungan dengan putri ku?" tanya Marx.
....Tian mengangguk.
"Lalu kenapa kau membiarkan putri ku bertunangan dengan orang lain?" tanya Marx menyelidik.
Marx ingin tahu alasan nya Tian kenapa tidak mengatakan kepada nya, bahwa dia memiliki hubungan dengan putri nya. Lagian untuk masalah tunangan itu, itu hanya sebuah kepura puraan saja.
.....Tian kembali diam. Berfikir apakah dia akan mengatakan alasan nya atau tidak. Marx yang melihat Tian diam kembali bertanya. "Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu."
"Tian, apakah kau tidak ingin mengatakan masalah apa yang kau hadapi kepada ku?" tanya Marx.
Tian mendongak menatap Marx.
"Aku tahu kau pasti memiliki sesuatu yang kau rahasiakan kepada ku. Jika kau tidak ingin mengatakan kepada yang lain nya, apa salah nya jika kau mengatakan kepada ku. Kau itu sudah aku anggap sebagai anak ku Tian. Dan saat aku mendengar kau dan Ceril memiliki hubungan aku begitu senang, karena Ceril mencintai laki laki yang kami kenal sejak kecil. Aku merestui hubungan kalian. Tapi setelah ku tahu kau diam saja membiarkan Ceril bertunangan dengan laki laki, aku jadi penasaran karena kau tidak melarang nya. Dan aku berasumsi bahwa kau memiliki suatu yang kau sembunyikan." ucap Marx.
Tian berungkali menghela nafas mendengar Marx yang seperti nya ingin tahu apa masalah nya. Marx menatap wajah Tian yang seperti nya enggan untuk mengatakan.
Melihat Marx yang terus menatap nya akhirnya Tian berkata. "Benar tuan, memang ada sesuatu yang saya sembunyikan. Saya membiarkan Ceril bertunangan dengan pria lain karena saya tidak ingin kaluarga anda masuk ke dalam masalah saya. Sebalik nya, jika saya terang terangan menunjukkan Ceril sebagai wanita saya, saya yakin kelaurga anda akan terseret dalam masalah saya." ucap Tian.
"Bisa kau jelaskan garis besar nya?" ucap Marx.
"Intinya banyak musuh yang mengincar nyawa saya." ucap Tian.
"Kau memilik musuh?" tanya Marx.
......Tian mengangguk. "Musuh saya berbahaya tuan, mereka dari Dunia bawah." ucap Tian mengatakan jujur agar Marx dan keluarga nya mulai sekarang harus lebih berhati hati.
"Dunia bawah? Maksud mu Mafia?" tanya Marx tidak percaya. Dan Tian pun mengangguk.
Marx sungguh benar benar tidak percaya, bahwa musuh Tian adalah orang orang yang sangat berbahaya. "Kenapa kau bisa memiliki musuh dari dunia bawah itu?" tanya Marx.
.
.
.
.
__ADS_1
.