Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
MEMINTA BANTUAN BLACK WOLF


__ADS_3

Dani pun menjalankan perintah David, mencari seseorang yang dapat membunuh Tian. Saat ini ia sedang berada di markas Black Wolf, duduk di kursi depan ketua Geng, Roland itulah nama nya.


"Tuan Roland, saya membutuhkan bantuan anda." ucap Dani.


"Bantuan apa yang anda butuh kan tuan Dani?" tanya Roland.


"Kami ingin anda membunuh seseorang." ucap Dani. "Dan ini data orang tersebut." lanjut nya sambil menyerahkan sebuah map berisikan informasi.


Roland mengambil map itu dan membuka nya, membaca nya dengan teliti, Lalu berkata. "Hanya ini informasi yang anda berikan?"


"Benar Tuan, hanya itulah data yang dapat ku berikan. Tuan Tian adalah seorang pembisnis yang hebat, maka dari itu semua data nya pun pasti di sembunyikan dengan baik oleh nya." ucap Dani.


"......." Roland mengangguk, membenarkan ucapan Dani. "Baiklah, saya akan menerima nya dan akan menjalankan tugas."


"Saya harap anda menajalankan tugas dengan baik." ucap Dani. " Ini pembayaran awal untuk anda, jika pekerjaan anda selesai, saya akan memberikan sisa nya." lanjutnya menyerahkan koper berisikan uang.


Roland mengambil dan membuka koper itu dilihat nya uang memenuhi isi koper.


"......"Roland tersenyum senang. "Anda tenang saja tuan Dani, tidak usah meragukan kemampuan kami. Kami akan melakukan semua nya dengan baik dan rapi. Kami selalu berhasil dalam menjalankan tugas, jadi anda tenang saja dan silahkan anda tunggu kabar baik dari saya." ucap Roland percaya diri dengan kemampuan Geng nya.


"Baiklah, saya tunggu kabar baik nya. Dan saya harap anda tidak mengecewakan saya dan tuan saya." ucap Dani berdiri dan bersalaman. "Kalau begitu saya pamit dulu, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." lanjutnya pamit.


"Silahkan tuan." ucap Roland.


Dani pun pergi meninggalkan markas Geng Black Wolf.

__ADS_1


Di Kantor TYREND Cor'p.


Tian sedang menyelesaikan semua berkas berkas kantor dengan fokus.


Tok...Tok...Tok....


Samuel mengetuk pintu.


Tian tidak mendengar karena terlalu fokus dengan berkas yang sedang ia teliti. Samuel yang berada di luar ruangan akhirnya masuk karena tuan nya tidak menyahut.


Ckleek.


Telinga tuan yang mendengar langsung mendongak saat mendengar pintu di buka oleh seseorang.


"Kau tidak mengetuk pintu?" tanya Tian menatap.


"........ Masuklah." perintah Tian.


Samuel masuk dan berdiri di depan Tian. Samuel tidak berani duduk di kursi, ia masih tetap berdiri sambil melihat tuan nya yang melanjutkan pekerjaan nya.


Akhirnya Tian mendongak dan menatap Samuel karena tidak melihat Samuel duduk dan berbicara. "Apakah kau akan berdiri seperti itu terus?" Tanya Tian. "Jika iya, berdirilah terus hingga kaki mu patah." lanjutnya.


Samuel yang mendapat perintah akhirnya duduk di kursi depan Tian.


"Apakah ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Tian.

__ADS_1


"Benar tuan. Sesuai perintah anda kemaren, anak buah saya sudah menangkap orang yang sering mendatangi makan Nyonya Tuan." ucap Samuel melaporkan.


"Dimana orang itu?" tanya Tian.


"Di markas tuan." jawab Samuel.


"Baiklah, satu jam lagi kita ke sana. Aku harus menyelesaikan pekerjaan ini dulu." ucap Tian.


"Baik tuan." jawab Samuel.


.


.


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞


Yang terpenting update. Satu bab tidak masalah.


Salam sayang dari autor.😘😘😘😘

__ADS_1


Jangan lupa selalu tinggalkan jejak nya. Like, komen, dan vote.


__ADS_2