
Amora berdiri menatap Flow dengan pandangan tidak takut sama sekali. Flow yang melihat Amora yang seperti tidak takut dengan nya menatap tajam.
"Kau berani menatap ku seperti itu?" tanya Flow hendak mendorong Amora lagi. Namun sebelum tangan itu menyentuh tubuh Amora, Amora mencekal tangan itu dengan kuat.
"Jangan berani menyentuh ku. Aku selama ini diam bukan berarti aku kalah, aku diam karena aku menghargai mu sebagai kakak ku. Tapi tidak untuk saat ini, aku tidak takut dengan mu. Jika pun aku ingin menemui ibu, itu terserah diri ku. Jangan pernah melarang ku," ucap Amora menghempaskan tangan Flow dengan kasar dan pergi meninggalkan Flow yang menurutnya sangat memuakkan.
Dia sudah menuruti apa maunya untuk pergi dari rumah, tapi tidak untuk melarang nya menemui ibu dan bapak nya, dia tidak akan pernah menuruti permintaan Flow yang satu ini. Amora sungguh kesal sekali bertemu dengan Flow, menurutnya hari ini hari menyebalkan untuk nya.
Dengan bersungut sungut Amora berjalan pulang ke kontrakan nya dengan naik ojek.
Setelah sampai, Amora langsung berganti pakaian dan pergi ke tempat langganan nya mencuci pakaian. Siang ini dia akan menyetrika pakaian yang telah di cuci nya kemaren. Dengan berjalan kaki dia menuju tempat langganannya.
Setelah tahu Amora tukang buruh cuci banyak yang menggunakan jasa nya. Kadang malah dia mendapatkan tambahan pekerjaan seperti menyetrika dan beres beres rumah.
Amora menjalani pekerjaan nya dengan semangat dan tanpa mengeluh, hari hari ia lalui dengan penuh kesabaran. Dan tak terasa waktu yang di jalani nya sebagai buruh cuci sudah setahun lama nya. Dan kini Amora sudah kelas 12, hari kelulusan pun tinggal menunggu beberapa hari lagi.
Saat ini Amora datang ke rumah Doni untuk meminta bapak nya dan ibu nya menghadiri acara kelulusannya beberapa hari lagi.
Amora duduk di kursi menunggu bapak dan ibu nya pulang dari bekerja.
Flow yang menemani Amora di ruang tamu menatap tajam Adik angkat nya itu. "Mau apa lagi kau datang kemari?" tanya Flow sinis
"Menemui kedua orang tua ku," jawab Amora santai.
Menjalani hidup mandiri tanpa bantuan kedua orang tua angkatnya, Amora menjadi wanita tangguh tanpa rasa takut, dan hal itu membuat Aldirch yang selalu melihat jatuh cinta kepada nya. Hanya saja Aldirch belum mengutarakan cinta nya untuk saat ini.
Flow yang melihat jawaban santai Amora bertambah kesal, namun sebelum dia marah bapak dan ibu nya sampai.
"Kamu disini Mora?" tanya Lusi langsung menghampiri
"Ya Bu," jawab Mora memeluk Lusi.
"Sejak kapan kamu datang? Kenapa tidak memberitahu ibu?" tanya Lusi mengajak Amora duduk.
"Sudah sejak tadi Bu. Maaf tidak memberitahu kedatangan Mora kepada Ibu, Mora ingin membuat surprise untuk ibu," jawab Mora tersenyum sambil matanya melirik ke arah Flow yang malas menatapnya.
"Cih, menyebalkan," batin Flow kesal.
__ADS_1
Amora yang melihat wajah Flow di tekuk dan suram tersenyum. Namun dengan cepat ia kembali menatap ibu nya. "Bu, pak. Mora datang kemari ingin meminta ibu dan bapak untuk datang ke acara kelulusan ku. Apakah ibu dan bapak bisa?" tanya Mora menatap bergantian ibu dan bapak nya.
"Kapan itu?" tanya Doni
"Sabtu ini pak," jawab Amora dan di angguki Doni.
"Ku harap kakak juga datang," ucap nya meminta Flow juga ikut datang di hati kelulusan nya.
"Pasti Mora. Kakak mu pasti juga akan datang," jawab Lusi mengelus surai panjang Mora.
Mora tersenyum dan mengangguk. Setelah mengabari dan meminta kedua orang tua nya untuk hadir di acara kelulusan nya, Amora pamit.
"Bu, pak, Mora pulang dulu,"
"Loh kok buru buru amat. Kamu tidak mau tinggal semalam saja disini? Ini kan juga rumah kamu Mora," ucap Lisa keberatan.
"Tidak bisa Bu, Mora harus kembali. Ada yang harus Mora kerjakan, dan saat ini Mora sudah di jemput," jawab Mora yang sudah di jemput oleh Aldirch.
Aldirch tadi mengirimi pesan kepada Mora akan menjemputnya setelah pulang kuliah. Dan ternyata benar, Al sekarang sudah berada di halaman rumah Lusi.
Mereka berdua memang sudah lebih dekat sejak beberapa bulan terakhir, mereka tidak pernah berantem atau pun adu mulut. Mungkin karena Amora yang sudah lebih dewasa, sehingga membuat pikiran nya berbeda dari sebelum nya. Walaupun Aldirch terkadang masih jahil, Amora hanya bisa menghela napas dan bersabar.
"Dia siapa? Kekasih mu?" tanya Lusi menyelidik.
Mora hanya tersenyum mendengar itu. Berbeda dengan Flow yang cemberut. Dia merasa iri karena Amora memiliki kekasih, apalagi kekasih Amora ternyata sangat lah tampan.
Aldirch yang merasa di perhatikan langsung mendekat dan menjabat tangan kedua orang tua Amora. Memperkenalkan diri sebagai kekasih Amora, Amora yang mendengar melototi Aldirch. Namun Al sama sekali tidak peduli dan tidak takut dengan pelototan Amora yang menurutnya malah menggemaskan.
"Hati hati di jalan, jangan ngebut ngebut ok," ucap Lusi memperingati
"Baik Bu," jawab Amora dan naik ke motor Aldirch.
Mereka berdua pun melajukan motor nya dan meninggalkan kediaman Doni. Flow yang melihat merasa marah, pikir nya bagaimana bisa Amora memiliki kekasih! Sedangkan dirinya sama sekali tidak.
"Sungguh ini tidak adil," batin Flow tidak terima.
.
__ADS_1
.
.
Aldirch mengendarai motornya dengan santai, berharap akan lama di jalan, dalam artian lama bersama Amora.
"Al, kenapa kau tidak ngebut sih? Ini terlalu pelan tahu," gerutu Amora sambil cemberut.
"Sabar dong sayang, aku ingin menikmati jalan jalan bersama mu," ucap Aldirch santai tanpa memperdulikan wanita yang di bonceng nya melotot karena Aldirch memanggilnya dengan sayang.
"Siapa yang sayang mu?" tanya Amora memukul bahu Aldirch
"Tentu saja kamu sayang, bukankah kamu ingin menjadi kekasih ku?" tanya Aldirch yang percaya diri bahwa Amora lah yang ingin menjadi kekasih nya.
"Siapa yang ingin menjadi kekasih mu?" ucap Amora kesal.
"Tentu saja kamu," jawab Aldirch menahan tawa.
"Jangan mengada ngada," kesal Amora cemberut.
"Tidak mengada ngada sayang, nanti akan ku buktikan," ucap Aldirch menoleh ke belakang melihat Amora yang sedang cemberut. "Jangan cemberut seperti itu, aku tidak tahan untuk mencium mu," sambungnya sambil terkekeh.
"Kau....." Amora memukul punggung Aldirch dengan pelan.
.
.
Maaf ya telat.
.
.
.
.
__ADS_1
.