Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PINGGANG KUAT


__ADS_3

"Astaga! Apa yang di lakukan gadis nakal ini. Kenapa dia bisa di sini?" gerutu Tian melihat Ceril yang bisa bisa nya masuk ke kamar nya


Eeemh....


Lenguh Ceril dan membalikkan tubuh nya.


Gleek......


Tian menelan ludah melihat pemandangan dua gunung kembar yang menjulang.


"Sial....." gerutu Tian melihat pemandangan yang meruntuhkan ke teguhan nya sebagai laki laki. Dia adalah laki laki normal pasti nya akan terpancing dengan keindahan di depan nya walaupun hanya sedikit.


Adik kecil Tian di balik handuk kecil perlahan bangun.


"Sial....Sial....." Tian kembali kekamar mandi untuk menenangkan adik kecil nya.


Didalam kamar mandi Tian terus menggerutu kesal karena harus mengulang mandi nya lagi yang di sebabkan oleh pemandangan yang tak seberapa itu.


Beberapa menit, Tian keluar dengan rambut basah nya lagi, pergi dengan cepat mengambil pakaian di ruang ganti tanpa melihat Ceril yang tidur terlentang di ranjang.


Tian mencari pakaian di koper nya karena pakaian nya belum di susun di lemari, ia tidak menyadari ada sepasang mata tersenyum di pintu sambil melihat ke arah nya.


Setelah menemukan pakaian santai nya Tian hendak memakai nya. Namun sebelum ia memakai baju nya, sebuah tangan mungil memeluk nya dari belakang.


Greep....

__ADS_1


Tian diam seperti patung, ia tahu tangan siapa yang memeluk nya dari belakang.


"Tubuh mu sangat harum. Apakah kau habis mandi?" tanya Ceril menempelkan kepala nya di punggung.


".........." Tian diam tidak menjawab.


"Aku suka dengan punggung lebar mu, Kau sangat sexy." ucap Ceril nakal.


"......." Tian tetap diam tidak menjawab sama sekali. Ia tau Ceril saat ini masih tidak menganakan baju nya karena dari kulitnya ia bisa merasakan kulit hangat Ceril menyentuh kulit punggung nya.


Karena tidak mendapat respon dari Tian, Ceril melepas pelukan nya dan pindah tempat berada di depan Tian.


Tian yang melihat kesal dan membuang pandangan nya. Ia mencoba menahan sesuatu, tapi apa? Gadis nakal ini malah terus mencoba menguji nya.


"Sayang, apa kamu marah dengan ku karena masuk kekamar mu?" Ceril mengalungkan tangan nya di leher Tian. " Aku tidak tahu bahwa ini kamar mu! Aku hanya masuk saja, jadi jangan marah ya." rayu Ceril dengan se manja mungkin.


"Kenapa kau terus mendiami ku? Aku meminta maaf kepada mu, kenapa kau tidak menjawab nya?" kesal Ceril.


"Nona, silahkan anda keluar dari kamar saya." ucap Tian akhirnya membuka suara


"Apa! Kau berbicara hanya mengatakan ini?" tanya Ceril kesal. "Aku tidak mau keluar." lanjutnya


"Nona, tidak baik seorang gadis berada satu ruangan dengan laki laki dalam ke adaan seperti ini." ucap Tian.


"Kenapa? Apakah kau takut tidak bisa menahan melihat tubuh indah ku?" ucap Ceril mengeringkan satu matanya.

__ADS_1


"Ya Tuhan." batin Tian


Tian tidak menyangka Nona nya ini sungguh sangat gila terhadap nya.


"Mau Nona apa?" tanya Tian pasrah dengan keadaan ini, karena Tian yakin Ceril tidak akan pernah bisa menurut walau Tian mengancam, karena ia tahu saat ini tidak ada keluarga di sisinya.


"Aku ingin kau menjadi kekasih ku." ucap Ceril tidak tahu malu.


"Nona! Anda adalah Tuan saya, Putri majikan saya. Jadi maaf saya tidak bisa." jawab Tian melepas tangan Ceril yang ada di leher nya dan berjalan sedikit menjauh.


"Aku tidak mengizinkan mu menolak ku. Aku disini meminta mu menjadi kekasih ku dan aku tidak ingin kau memandang ku sebagai majikan atau apalah itu. Aku tahu kau juga memiliki rasa untuk ku kan?" tanya Ceril melihat Tian


"Kenapa anda percaya diri sekali kalau saya memiliki rasa kepada anda?" tanya Tian memakai baju nya di depan Ceril hingga menampilkan pinggang serta perut kotak kotak nya.


Gleeek .....


Ceril menelan ludah nya melihat pinggang kuat Tian. Ia membayangkan betapa kuat nya pinggang itu jika di atas ranjang. Bukan nya Ceril menjawab, namun fikiran nya malah berkeliaran yang tidak tidak melihat pinggang serta perut penuh kotak kotak itu.


Ya sejak tadi Ceril tidak terlalu memperhatikan perut serta pinggang Tian, sehingga saat melihat itu ia sangat terpesona dan berkeinginan menarik Tian ke ranjang.


Wkwkwkwkwkwkw........


.


.

__ADS_1


.


Selamat membaca


__ADS_2