
Jika keluarga Alexander di culik, berbeda dengan Ceril yang sudah sampai di tempat pertarungan Tian. Kini dia siap membantu kekasih nya, membawa senjata nya dan siap membunuh musuh musuh nya.
Setelah sampai.
Dilihat nya tempat itu sungguh kacau, lebih kacau dari tempat pertarungan yang lain. Dan di lihat nya Tian dan Levi masih bertarung tanpa menggunakan senjata.
Seluruh anggota yang telah datang langsung saja membantu rekan rekan nya/ kelompok nya sendiri sendiri.
Door....Door...Door....
Suara tembakan dan ledakan semakin bertambah parah karena bertambahnya jumlah pasukan yang datang.
Di pertarungan Levi dan Tian.
"Dendam ini harus terbalaskan." ucap Levi memukul Tian
Buk....
"Aku akan membunuhmu, mengirim mu bersama ayah mu di neraka." ucap Tian.
Buk..
Tian kembali meninju wajah Levi.
"Aaakhhh.....Bajingan kau Tian, aku benar benar akan membunuh mu." kesal Levi karena belum bisa membunuh Tian.
"Begitu pun dengan Tian. "Aku yang akan lebih dulu membunuh mu." ucap Tian.
Ceril yang tak jauh dari sana sesekali melihat ke arah Tian dan Levi, namun matanya menangkap seseorang yang membidik senapan nya ke arah Tian.
"Samuel." teriak Ceril memanggil Samuel yang tak jauh dari orang itu.
Samuel yang di panggil menoleh, dan melihat arah mata Ceril. Betapa terkejutnya dia saat tahu ada orang yang hendak membunuh tuan nya dari arah belakang. Dengan marah Samuel berlari dan menendang orang itu sebelum menarik pelatuk nya.
"Bajingan, berani nya bermain di belakang." marah Samuel meninju wajah orang itu.
"Jon." teriak Samuel meminta senjata
Jon yang tahu langsung melempar pistol ke arah Samuel dan dengan sigap langsung di tangkap. "Malaikat pencabut nyawa siap mencabut."
Dooor...Dooor...
Tubuh laki laki itu langsung mati saat Samuel menembak perut nya. Tian yang melihat menatap tajam Levi.
"Bajingan, kau meminta anak buah mu untuk membunuh ku dari belakang, sialan kau Levi." ucap Tian marah.
"Apapun bisa di lakukan." jawab Levi masih membalas pukulan Tian.
__ADS_1
Mendengar itu Tian tersenyum menyeringai. "Baiklah."ucap Tian. "Sayang." panggil Tian pada Ceril.
Ceril yang di panggil langsung menghampiri Tian dan melompat saat sudah dekat. Tian mundur dan menangkap tubuh Ceril, Ceril dengan sigap langsung menendang tubuh Levi.
Buk.
Levi mundur beberapa langkah sambil mengelus dadanya. "Cih, menjijikkan. Meminta bantuan pada wanita." ucap Levi.
"Bukankah apapun bisa di lakukan." ucap Tian.
"Tidak usah hiraukan dia, kita bunuh saja dia. Aku sudah lelah sayang." ucap Ceril.
"Baiklah. Ayo kita akhiri ini." ucap Tian.
Tian dan Ceril bersiap menyerang Levi. Levi yang melihat beralih seperti hendak mencari bantuan. Namun di lihat nya anak buah nya semua sedang sibuk melawan Anggota GEROGRE LORIZD.
"Sial." umpat Levi karena dia harus benar benar menghadapi pasangan kekasih ini.
Tian lebih dulu menyerang dan di susuk oleh Ceril.
Buuk...
Tian meninju Levi, Levi mundur. Namun Ceril tidak membiarkan nya, dia memutar tubuh nya dan menendang.
Buk...
Ceril memegang senjatanya. Melihat Ceril memakai senjata, Levi mengambil senjata yang di temukan di dekat nya.
Melihat Levi mengambil senjata, Tian juga meminta senjata pada Ceril, karena Ceril membawa beberapa senjata tajam di di tubuh nya.
"Ayo, kita tentukan siapa yang akan mati lebih dulu, aku atau kau." ucap Tian yang sudah memegang senjata nya.
Melihat dua orang itu kompak, Levi sebenarnya sangat ragu untuk bisa mengalahkan Ceril dan Tian. Namun memang ini yang harus dia hadapi, Levi pun maju dan membuang semua keraguan nya.
Tidak ada yang membantu Levi, karena saat ini anak buah Levi banyak yang mati di tangan anggota GEROGRE LORIZD.
Cruus..
Tian menggores lengan Levi hingga berdarah, tak hanya itu Ceril juga menyerang dan...
Cruuus...
Ceril melukai paha Levi.
Saat Tian menyerang bagian atas sedangkan Ceril menyerang bagian bawah. Hingga kini Levi mendapatkan luka sekaligus dua.
Aaarkh...
__ADS_1
Marah Levi saat tubuh nya terluka apalagi di bagian pahanya terasa sakit karena Ceril menancapkan pisau nya dengan dalam.
Mereka terus bertarung, hingga tak terasa memakan waktu yang cukup lama, dan kini Levi sudah terkapar dengan banyak darah di tubuh nya. Tian menatap prihatin laki laki muda yang ada di bawah nya.
"Nasib mu sangat buruk. Itulah akibat jika berani melawan ku." ucap Tian.
Ceril menyerahkan pistol nya kepada Tian.
Tian mengambil dan menodongkan nya ke arah Levi.
Door...Door...Door..
Beberapa peluru dia tembakkan ke arah perut Levi, Levi pun mati di tempat karena mendapatkan banyak nya tembakan dan darah mengalir memenuhi perut nya.
Tian menatap anak buah nya yang sudah nampak lelah, begitu pun dengan anggota JOEGER yang juga sama lelah nya. Melihat hal itu Tian nampak tidak tega dan akhirnya berkata.
"Anggota JOEGER semua nya, ketua kalian telah mati di tangan ku. Jika kalian ingin terus melawan, aku sebagai ketua GEROGRE LORIZD akan memerintahhkan anggota ku untuk memusnahkan kalian semua. Namun jika kalian tidak ingin mati, tunduk lah atas perintah ku." ucap Tian dengan suara lantang.
Mendengar suara lantang Tian, semua anggota berhenti. Untuk anggota JOEGER semua nya diam berfikir, lama berfikir akhirnya ada salah satu di antara mereka berjalan ke arah Tian dan berlutut.
"Ampuni nyawa kami tuan, kami siap menjadi bawahan Anda yang baru." ucap Orang itu
"Bagus, pilihan yang tepat jika kalian memang sayang nyawa." ucap Tian.
Tak berselang lama seluruh anggota JOEGER juga berlutut siap menjadi bawahan Tian. Selain tidak ingin mati, mereka masih menyayangkan nyawa mereka. Jika pun melawan sudah di pastikan mereka juga akan kalah.
Dan pertempuran Mafia JOEGER dan Mafia GEROGRE LORIZD pun akhirnya selesai dan kini di menangkan oleh Tian, ketua GEROGRE LORIZD.
.
.
.
💞💞💞💞💞
Ayo ayo dukung karya Autor ya. Jangan lupa like komen dan vote serta hadiah nya. Tak terasa ya sudah nyampe bab 115. Terimakasih sudah mendukung karya saya sampai di bab ini.
Semoga kalian terhibur dengan cerita ini.
Masih lanjut ya ini belum tamat.
Masih ada yang harus di selesaikan oleh Tian. Jadi tunggu kelanjutan nya lagi
LOVE LOVE untuk semuanya
__ADS_1