
Sesampai nya di rumah.
Tian langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
"Tuan." sapa Samuel saat melihat Tian datang.
"Kau disini?" tanya Tian.
'Ya tuan, saya menunggu anda. Ada sesuatu yang ingin saya tunjukkan kepada anda." ucap Samuel.
'Istirahatlah, ini sudah malam. Kalian pun pasti lelah. Aku pergi dulu." ucap Tian tidak ingin mendengar laporan Samuel dan pergi kekamar nya.
Suasana hati yang masih merindukan Mama nya membuat nya tidak semangat.
Samuel hanya diam melihat tuan nya pergi meninggalkan nya.
"Lebih baik kalian istirahat. Seperti nya tuan tidak ingin di ganggu untuk saat ini." ucap Samuel kepada bawahan nya yang ada di sana.
"Baik tuan." ucap semua nya setelah itu pergi.
Melihat bawahan nya sudah pergi, Samuel pun juga pergi ke kamar tamu untuk mengistirahatkan tubuh nya.
Di kamar Tian.
Tian duduk di sofa sambil menyandarkan kepala nya, berfikir mengingat apa yang di katakan anak buah wanita nya di kediaman Anderson dan benda yang di berikan nya.
Tian mengambil benda berbentuk token berwarna Putih. Dilihat nya benda itu sungguh asing baginya.
Token dari keluarga mana ini?" gumam Tian sambil membolak balikkan token putih.
.
__ADS_1
.
.
.
Di sebuah Negara N, sepasang suami istri sedang duduk manis sambil menyesap teh nya menikmati hamparan bunga di belakang kediaman nya
"Andai dulu kita tidak melakukan itu, mungkin semua ini tidak akan terjadi." ucap Wanita tua.
"Sudahlah Ma, semuanya sudah berlalu. Kita tidak bisa mengembalikan apa yang sudah terjadi." ucap Pria tua
"Sungguh aku kecewa dengan nya." ucap Wanita tua
Seorang pelayan tua datang menghampiri dengan membawa sebuah kue di dalam toples.
"Yang mulia, ini kue nya." ucap Pelayan tua.
Wanita melihat sekeliling, melihat tidak ada yang mengawasi ia pun bertanya." Bagaimana, apa kah kau sudah mendapat informasi?" tanya wanita tua.
"Sudah yang Mulia." ucap pelayan tua yang menjadi orang kepercayaan kedua pasangan tua itu. "Ini informasi yang di dapat dari orang kepercayaan saya." lanjutnya menyerahkan kertas dari balik sakunya.
"Terimakasih, kau sudah mau setia dengan kami." ucap wanita tua menerima kertas itu dan langsung memasukkan kedalam sakunya.
"Itu memang sudah menjadi tugas saya untuk mengabdi kepada Yang Mulia." ucap pelayan tua.
"Pergilah, ada yang datang." ucap pria tua yang melihat dua orang pengawal putra nya datang.
"Baik Yang Mulia." ucap pelayan tua menunduk dan pergi meninggalkan mereka.
Pengawal serba pakaian hitam itu datang menghampiri kedua orang tua itu sambil membawa senjata.
__ADS_1
"Hormat hamba Yang Mulia." sapa kedua pengawal itu.
"Ya, ada apa kalian datang? Mengganggu waktu bersantai ku saja." ucap pria tua.
"Hamba di perintah oleh yang mulia raja untuk menjemput anda berdua." ucap satu pengawal.
"Yang mulia raja?" gumam pria tua bingung.
"Benar Yang Mulia, pangeran sekarang sudah menjadi seorang raja yang sah." ucap pengawal.
"Apa!!! Sejak kapan? Uhuk...Uhuk...." ucap pria tua itu kaget hingga terbatuk batuk.
Wanita tua yang melihat suami nya terbatuk mengelus dada itu. Sebenarnya dia sendiri juga sangat kaget mendengar semua itu. Fikirnya sejak kapan putra nya itu menjadi raja, sedangkan suami nya saja tidak pernah melantik nya.
"Cepat bawa aku menemui anak tak tahu diri itu." ucap pria tua. "Siapa dia, seenak saja seperti itu tanpa sepengetahuan dari ku." lanjutnya dengan marah.
Dengan terburu buru pria tua itu pergi lebih dulu untuk menemui putra nya. Sedangkan pengawal dan istri nya mengikuti nya dari belakang.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca
Jangan lupa like and komen
Jika mau kasih bunga dan vote
Mohon dukungan nya.
__ADS_1