
Di markas Tian, Samuel beserta bawahan nya sudah siap untuk menyerang keluarga George.
"Lakukan dengan baik, tuan tidak ingin mendengar kekalahan." ucap Samuel.
"Baik tuan." jawab semua kompak.
Mereka siap dengan semua senjata mereka. Sedangkan pihak yang memata matai keluarga George sudah melaporkan keadaan di sana.
"Baik ayo kita berangkat." ucap Samuel dengan membawa senjata kesayangan nya.
Mereka semua pergi menuju keluarga George.
Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai. Dan saat ini mereka sedang mengintai sebuah gedung yang di duga sebagai markas keluarga George.
"Tuan ini tempat nya. Dari mata mata yang kita tempat kan pasukan disini saat ini tidak terlalu banyak, karena beberapa anggota sedang tidak ada di tempat." ucap bawahan Samuel.
"Bagus. Ayo kita masuk." ucap Samuel.
Samuel berjalan lebih dulu ke gedung itu. Gedung yang seperti tidak terawat dan tidak berpenghuni.
Door.....
Samuel menembak kan peluru pertama ke arah seorang penjaga.
Samuel tidak sembunyi sembunyi dalam penyerangan ini. Ia terang terang an dan langsung menyerang.
Anak buah Goerge yang mendengar langsung berlari menuju arah suara tembakan.
Di lihat nya banyak pasungan berada di depan nya dengan persenjataan lengkap.
Tanpa menunggu lama Samuel mengambil pistol panjang nya dan.
Door..... Door....Door.....
__ADS_1
Samuel menembak kan banyak peluru ke arah musuh nya.
"Kurang ajar, Serang mereka." perintah anak buah George.
Tempat yang semula tenang kini menjadi penuh dengan suara tembakan. Banyak anggota yang mati terutama pihak George, karena tidak siap nya menghadapi musuh akhirnya pihak nya mengalami kekalahan.
Sedangkan pihak Samuel yang memang sudah berniat untuk menghancurkan dengan mudah bisa mengalahkan mereka semua.
"Tuan apa yang kita lakukan kepada orang orang yang tersisa ini?" tanya bawahan Samuel.
"Bawa mereka, kita interogasi di markas." ucap Samuel. "Dan bakar tempat ini." perintah nya.
Merasa sia sia karena hanya bisa membunuh beberapa musuh nya, dan tidak mendapati ketua nya, Samuel akhirnya meminta gedung jelek itu untuk di bakar saja.
Sedangkan di tempat Arsen berada, dia saat ini sedang melancarkan tugas nya. Membobol perusahaan ADS Group dengan kemampuan nya.
"Ha...Ha...Ha.... Kalian berani bermain main dan ingin mengelabuhi tuan ku. Sungguh tidak akan mudah dan tidak akan ku biarkan." ucap Arsen melihat semua nya.
Dengan lihai dan cekatan Arsen mencuri semua data perusahaan ADS Group.
Dreeet......Dreeet......Dreeet....
"Ada apa?" tanya David.
"Tuan ada masalah di kantor." ucap Dani.
"Masalah apa?" tanya David mulai tidak tenang.
"Ada yang mencoba mencuri data perusahaan tuan." ucap Dani memberitahu.
"Apa!!!! Kenapa bisa. Apa kau sudah menghentikan nya?" tanya David dengan keras dan panik.
"Kami masih berusaha menghentikan dan melacak siapa yang melakukan nya tuan." ucap Dani.
__ADS_1
"Sial, lakukan secepat nya aku tidak ingin semua nya kacau." perintah David.
Haris yang mendengar langsung bertanya. "Ada apa? Apa terjadi sesuatu?"
"Ada yang berusaha membobol data perusahaan pa." ucap David. "Aku pergi dulu. Maaf tuan Tian saya harus pergi, ada sesuatu yang harus ku urus." lanjutnya
"Silahkan tuan David." ucap Tian.
David pun pergi ke perusahaan untuk melihat semua nya.
Sedangkan Tian tersenyum menyeringai.
Ting ...
Pesan masuk kedalam handphone nya.
Tian melihat dan langsung membaca nya.
"Semua sudah beres tuan." pesan masuk dari Samuel dan Arsen.
"Bagus." Pesan di kirim oleh Tian kepada mereka.
.
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa Like and komen.
Jika perlu kasih vote dan bunga nya ya.