Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
AMORA DAN ALDIRCH (KEMATIAN RAYNA NAKATA)


__ADS_3

Isabella meminta Amora untuk tidak menanggapi Rayna yang gila. Isabella terus berkata agar Amora pergi saja dari tempat itu. Namun Amora menolak, dia akan menyelesaikan urusan nya dengan Rayna. Dia tahu jika dia tidak menyelesaikan dengan tangan nya, hatinya seakan tidak terima. Apalagi mengingat Rayna yang dengan kurang ajar nya telah menyiksa nya.


"Kau harus mati di tangan ku," seru Amora dengan tatapan dingin. Tatapan itu tidak seperti biasanya. Jika biasanya tatapan itu lembut, tapi sekarang tidak. Tatapan itu adalah tatapan dengan niat membunuh.


"Hahahha......Kau ingin membunuh ku? Bukan aku yang akan mati gadis Jala*ng, tapi kau lah yang akan mati di tangan ku," jawab nya dengan suara keras.


Rayna berjalan menghampiri Amora. Amora pun begitu berjalan mendekati Rayna. Isabella dan Noji yang melihat langsung menghadang Amora.


"Minggir! Menyingkirkan dari hadapan ku," usir nya dengan nada dingin.


"Papa tidak akan mengizinkan mu mendekati nya," ucap Noji menatap putri yang dulu ingin dia bunuh.


"Aku tidak punya Papa seperti mu," jawab Amora mencoba mendorong Noji. Namun Noji tidak bergeming, dia tetap berada di depan Amora, menghalangi jalan itu.


"Dengar kan Papa," pinta Noji memegang bahu Amora.


Amora menatap laki laki asing yang mengaku-ngaku sebagai Papa nya. "Menyingkirkan dari hadapan ku. Jika tidak! Aku akan membunuhmu dengan pistol ini," ancam nya dengan pandangan rumit.


Noji pun langsung menyingkir melihat kemarahan Amora. Amora mendekati Rayna yang sama sama membawa senjata. Mereka berdua saling sama sama menatap permusuhan. "Kau harus mati di tangan mu," marah Rayna mengangkat Senjatanya.


Amora hanya diam di depan Rayna yang menodongkan senjatanya. Noji dan Isabella mendekati mereka, namun Rayna menodongkan senjata satu nya yang ada di tangan kiri kepada mereka berdua. "Jika kalian berani ikut campur dalam urusan ku, aku benar-benar akan membunuh nya," ancam Rayna.


Noji dan Isabella diam diam mengambil sesuatu untuk mereka lempar ke arah tangan Rayna, namun sebelum itu terjadi mereka mendengar Amora berkata "Lakukan jika kau bisa," Amora menendang tangan Rayna yang memang pistol, hingga pistol itu terpental cukup jauh.


Rayna yang merasakan tangan nya kebas karena tendangan Amora meringis kesakitan. Dia menatap Tangan nya dan setelah itu beralih menatap Amora. "Kurang ajar! Dasar gadis muraha*n. Ku bunuh kau."


Rayna menyerang Amora. Amora yang melihat tangan Rayna ingin menyentuh dan melukai tubuh nya langsung mencekal tangan Rayna dan membanting tubuh itu di tanah.

__ADS_1


Ugh!


"Jangan kira kau bisa melukai ku lagi, aku sekarang tidak akan tinggal diam. Kau lah yang harus mati di tangan ku."


Buk...


Buk...


Buk...


Amora menghajar Rayna yang ada di bawah nya, meninju wajah itu dan menampar hingga membuat Wajah cantik itu penuh dengan lebam. Tak hanya di situ, Amora meninju perut Rayna hingga membuat Rayna memuntahkan darah dari mulut nya.


Isabella dan Noji yang melihat keberingasan Amora tercengang. Pikir nya Amora tidak akan pernah melakukan itu, tapi kenyataan nya salah. Amora sangatlah berani bahkan dia juga sangat kuat, dapat membanting tubuh Rayna yang lebih besar dari nya.


Aldirch dan Chloe serta lainnya yang telah selesai membantai habis Anak buah Nena, kini mereka datang menghampiri Amora. Saat sampai mereka tercengang dengan apa yang di lakukan Amora. Bagaimana tidak! Amora saat ini berada di atas tubuh Rayna dan sedang menghajar wanita itu.


Aldirch yang melihat Rayna sudah tidak berdaya langsung menghampiri Amora. "Sayang sudah. Di bisa mati jika kamu terus memukulnya."


"Aku memang ingin dia mati. Dia berani menyiksa ku juga," jawab nya masih ingin memukul Rayna.


"Sudah, sayang. Itu sudah cukup," jawab Aldirch menahan tangan Amora yang hendak meninju lagi. Aldirch menarik dan memapah tubuh Amora agar menyingkir dari atas tubuh Rayna.


"Dia ingin membunuh ku," Jawab Amora yang ada di dalam pelukan Aldirch "Dan dia pantas mati. Dia juga menginginkan mu. Aku tidak tahu siapa dia, tapi tiba tiba dia datang dan ingin menghabisi ku, dia mengatakan jika kau tunangan nya. Apakah benar? Apakah kau mengkhianati ku? Jawab Aku," tanya nya menatap Aldirch dengan pandangan rumit sambil ber-urai air mata.


"Tidak! Mana mungkin aku menghianati mu, dia juga bukan tunangan ku. Aku hanya mencintai mu sayang, hanya kamu," jelas Aldirch mengusap air mata Amora.


"Benar kah?" tanya Amora, dan di angguki Aldirch.

__ADS_1


Amora, menoleh ke arah Rayna yang tergeletak di tanah, wajah nya babak belur karena ulah nya. Amora yang melihat langsung menutup mulut nya. "A-apa kah di-dia mati?" tanya Amora terbata.


Mendengar pertanyaan itu, Samuel langsung mendekati Tubuh Rayna dan mengecek apakah Rayna mati. Di periksa nya denyut nadi itu, dan di rasakan nya tidak ada denyut nada sama sekali di tangan Rayna.


"Dia sudah mati Tuan," Jelas Samuel.


Amora yang mendengar tubuhnya langsung lemas, "Ma-mati! A-aku membunuh nya? Aku seorang pembunuh," Gumam nya dengan perasan kacau. Dia tidak menyangka jika dirinya akhirnya menjadi seorang pembunuh. Saat menghajar Rayna tadi, Amora seakan tidak percaya karena Amora tadi di kuasai oleh amarah yang mengingatkan nya tentang penyiksaan Rayna kepada nya.


"Al, aku seorang pembunuh, tangan ku membunuh nya. Tidak tidak! Aku tidak mau menjadi seorang pembunuh. Aku tidak mau masuk penjara. Bagaimana jika polisi menangkap ku? Dan kita tidak bisa bersama?" Amora terus berbicara sendiri dengan ketakutan nya.


"Sayang, tidak ada yang di takutkan. Dia memang pantas untuk mati. Dan untuk mu, kamu tidak akan ku biarkan masuk penjara, kita akan tetap bersama dan kita tidak akan pernah berpisah." jelas Aldirch menangkup wajah Amora.


"Benar kah?" tanya Amora


"Benar sayang. Jika pun ada yang ingin menangkap mu, Mama tidak akan membiarkan mereka membawa mu," saut Isabella dan langsung mendapatkan tatapan dari semua orang.


"Mama? Apakah Ratu Kerajaan ZEPHYRA Ibu dari Amora?" pikir mereka semua selain Noji.


"Siapa kau?" tanya Amora mengulang kembali pertanyaan nya, pertanyaan yang sudah dia lontarkan kepada Isabella sebelum Rayna mati.


"Aku Mama mu," jawab Isabella.


"Dan aku Papa mu," saut Noji.


Isabella menoleh ke arah Noji, "Tidak akan ku biarkan kau menjadi ayah dari putri ku," jawab Isabella dengan nada tidak suka.


Semua nya yang ada di sana saling pandang, apakah mereka memiliki sesuatu yang rumit, pikir mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2