
Isabella yang mendengar perdebatan mereka lama-kelamaan menjadi jengah. "Apakah kalian akan menganggap ku sebagai patung? Kenapa kalian malah seperti ini? Aku di sini bukan untuk mendengarkan perdebatan kalian!" seru Isabella.
"Bawa Tuan Dani dan nyonya Lisa pergi dari tempat ini," perintahnya kepada anak buahnya.
"Baik Yang Mulia."
Dua orang pun akhirnya membawa Dani dan Lisa pergi dari ruangan itu. Walaupun mereka tadi marah kepada Flow, tapi mereka juga meminta untuk melepaskan Flow. Namun Isabella tidak memperdulikan permintaan itu. Dia meminta anak buahnya untuk tetap membawa Lisa dan Dani pergi. Dan kini tinggallah Flow sendiri.
Flow menabrak Isabella sambil mengerutkan keningnya, "Siapa kau ini sebenarnya?"
"Bukankah sudah aku katakan! Aku adalah ibu Amora," jelas Isabella.
"Aku tidak percaya."
"Terserah kau percaya atau tidak? Aku sudah mengatakan semuanya kepadamu."
"Lalu jika kau adalah ibu Amora, Kenapa kau membuangnya?" Tanya Flow menyelidik.
"Aku rasa pertanyaan mu tidak perlu aku jawab, karena menurutku itu tidak penting untukmu," jawab Isabella.
"Dan oh ya, namamu Flow bukan? Kau tahu kenapa aku tidak melepaskan mu? Itu karena aku ingin menyiksamu. Menyiksamu karena kau telah berani membuat putriku dalam bahaya."
"Apa? Tidak! Jangan lakukan itu padaku," pinta Flow yang mulai takut.
Flow yang semula berpikir Isabella tidak akan melakukan sesuatu kepadanya karena orang tua nya telah merawat putri wanita yang ada di depan nya ini. Kini dia ketakutan karena Isabella memperlihatkan siapa dirinya sebenarnya. Wajah nya semula santai kini menjadi sangat mengerikan. Matanya menatap tajam seperti ingin menguliti.
Glek…
"Kenapa dia sekarang sangat menakutkan?" Batin Flow
Hahahahah…….
"Kau meminta ku untuk tidak melakukan sesuatu pada mu? Jangan mimpiku Kau telah berani membuat anak ku dalam bahaya, tapi kau meminta ku untuk tidak melakukan sesuatu pada mu! Itu sungguh tidak adil Gadis manis," Isabella mencengkram dagu Flow dengan kuat hingga membuat Flow merintih kesakitan.
"Cih! Kenapa wajah mu sangat menyebalkan sekali?" Isabella melepas kasar wajah itu hingga rambut Flow menutupi wajah nya.
"Ambil kan aku cambuk," perintah Isabella kepada anak buahnya untuk mengambil kan cambuk miliknya.
Flow yang mendengar langsung melihat Isabella, dia tidak percaya jika Isabella akan akan melakukan hal itu.
"Tidak! Aku tidak mau, jangan lakukan itu," teriak nya. Namun, Isabella tidak memperdulikan permohonan itu, dia malah memberikan tatapan sinis kepada Flow.
"Ku mohon jangan lakukan. Baiklah, aku mengaku salah karena bekerja sama dengan mereka untuk menyingkirkan Amora. Ku mohon jangan siksa aku," mohon nya takut saat melihat anak buah Isabella membawa sebuah cambuk.
"Ini Yang Mulia," anak buah itu menyerahkan cambuk permintaan Isabella. Isabella mengambil nya, dan di urainya cambuk itu.
Isabella mencambuk kan cambuknya di lantai hingga terdengar bunyi cambukkan yang membuat Flow merinding.
__ADS_1
"Ku mohon jangan lakukan pada ku, ampuni aku," mohon nya sambil kepala nya menggeng geleng agar Isabella tidak melakukan itu pada nya.
'Permohonan mu sudah terlambat, dan kau sudah tidak bisa mengembalikan semua nya. Apa kau pikir Amora akan baik baik saja setelah mereka membawa nya? Tidak! Aku yakin dia tidak baik baik saja. Oleh sebab itu kau pun juga harus merasakan apa yang di rasakan nya saat ini."
Ctar…
Isabella mencambukkan cambuk itu kepada Flow hingga membuat Flow berteriak kesakitan
Ctar…..
Argh!
"Ku mohon jangan…!!"
Ctar…..
"Aku tidak akan menghentikan nya. Aku ingin sekali membunuh mu karena berani nya kau membuat ulah kepada putri ku." Teriak Isabella marah. Isabella yakin Amora saat ini pasti tidak baik baik saja. Untuk melampiaskan maka dia melakukan ini kepada Flow si pembuat ulah.
Isabella terus mencambuk tubuh Flow hingga berdarah. Pakaian yang dia kenakan pun kini sudah robek robek akibat cambukan kuat Isabella.
Hahaha….
"Mana keberanianmu saat kau bekerja sama dengan mereka?" Isabella masih terus mencambuk hingga Flow benar benar tidak berdaya.
Tubuh Flow sudah sangat lemas dengan mata sayu, dia tidak bisa memberontak karena tubuh yang terikat dengan tali. Sedangkan Isabella terus menyiksa tanpa henti dan tanpa memberikan Flow kesempatan untuk bernapas.
Flow di bawa ke ke sebuah ruangan, dan di obati oleh Lisa dan Dani. Isabella yang tahu membiarkan mereka merawat Flow. Yang saat ini akan dia lakukan adalah menjemput putri nya ke Negara J yang saat ini di Taiwan oleh putri Mafia Yakuza.
.
.
Sedangkan di Markas GEROGRE LORIZD, Arsen, Samuel dan Denis si cabe merah sudah bersiap untuk keberangkatan nya menuju Negara J. Begitu pun dengan Aldirch dan Chloe yang saat ini mereka sudah berada di bandara. Dan tanpa sepengetahuan mereka berdua Jaeden juga mengikuti mereka berdua ke bandara.
Berbeda dengan mereka semua yang akan pergi ke negara J, Tian malah duduk santai di Istana nya bersama dengan istri tercinta nya, Ceril.
"Apa kamu tidak ingin membantu putra mu?" Tanya Ceril.
"Tidak! Aku akan disini saja mengawasi mereka. Aku yakin mereka sanggup mengatasi ini semua. Lagian tidak hanya pasukan kita yang akan menghancurkan mereka," Jelas Tian.
"Maksud mu?" Tanya Ceril tidak mengerti.
"Ada pasukan lainnya yang melakukan pergerakan menuju Negara J. Dan dari informasi yang di dapat Arsen, pasukan itu dari Kerajaan ZEPHYRA. Kerajaan yang di pimpin oleh seorang Ratu yang keji," jelas Tian.
"Kerajaan ZEPHYRA? Kenapa kerajaan itu ikut terlibat?" Tanya Ceril penasaran.
"Aku juga tidak tahu, kita tunggu saja lebar dari mereka kenapa kerajaan itu datang ke Nagara J dengan pasukan besar." Jelas Tian dan di angguki Ceril.
__ADS_1
.
.
Di bandara Negara M, pasukan Kerajaan ZEPHYRA sudah bersiap berangkat ke Negara J, dengan di pimpin langsung oleh Ratu Isabella.
"Semua sudah siap Yang Mulia," ucap Dalio.
"Mm, ayo kita berangkat," perintah Isabella dan naik kedalam pesawat. Rombongan Kerajaan ZEPHYRA pun siap berangkat ke Negara J.
.
.
Sedangkan di bandara Negara N. Pasukan Mafia GEROGRE LORIZD sudah lebih dulu berangkat ke Nagara J.
.
.
.
Di Negara J, Noji Nakata sedang mendengarkan laporan anak buah nya tentang Mafia GEROGRE LORIZD dan Kerajaan ZEPHYRA yang menuju Negaranya.
"Kenapa mereka menuju Negara ini?" Tanya Noji Nakata pada orang kepercayaannya.
"Dari yang kami ketahui mereka datang kemari karena seorang wanita yang di tahan anggota kita," jelas Orang itu sedikit takut menjawab.
"Seorang wanita! Apa maksud mu? Siapa yang di tahan," Tanya Noji mengerutkan kening.
"Seorang wanita yang di bawa oleh Nona Tuan. Wanita itu dari hasil penyelidikan adalah Kekasih Aldirch Dominic," jelas Orang itu.
"Kurang ajar! Panggil Rayna kemari," perintah nya dengan nada emosi.
Noji Nakata sangat marah mendengar itu, dia yakin Mafia GEROGRE LORIZD dan Kerajaan ZEPHYRA datang ke Negara J untuk berurusan juga dengan nya.
..
..
..
__ADS_1