
Setelah membunuh Navita dan mengirim Amira dan David ke suatu tempat, Tian kini kembali ke Hotel untuk menemui Ceril.
Namun saat disana Tian tidak mendapati Ceril di dalam kamar.
Tian mencari di seluruh ruangan, namun yang didapati sebuah surat.
"Datang dan temui Paman mu ini keponakan ku tersayang."
Tian yang membaca surat itu langsung merobek dan membuang nya.
"Bajingan." Umpat Tian dengan kesal.
Tian mencari Handphone nya dan menghubungi Samuel meminta banyak anggota untuk langsung pergi ke negara N.
"Bawa sebanyak banyaknya anggota yang tidak terluka pergi ke negara N. Kita akan menyerang kerajaan itu." Perintah Tian.
"Baik tuan." Jawab Samuel.
Sedangkan di negara N, Raja dan Ratu terdahulu mendengar bahwa putra angkat nya menculik beberapa orang menjadi marah. Pikirnya bagaimana bisa dia melakukan hal yang memalukan seperti itu, apalagi saat mendengar niat mereka menculik beberapa orang itu hanya untuk membawa Tian, cucu nya datang ke ke kerajaan NEVOLEON.
Menurut keterangan Frans, mereka menculik beberapa orang terdekat Tian karena ingin menjadikan mereka umpan untuk membunuh Tian. Dan diantara semua nya ada satu wanita yang tak lain adalah Ceril, kekasih Tian.
Sungguh Raja dan Ratu terdahulu tidak bisa berkata dan berbuat apapun, selain hanya Frans dan ayah Frans sebagai orang kepercayaan nya, di kerajaan itu sudah tidak lagi ada yang bisa dipercaya dan mendukung nya. Semua nya mendukung Raja baru mereka karena mereka tidak ingin nyawa mereka melayang karena ketidak patuhan nya mendukung raja baru, Darius Dominic.
Dengan bantuan Frans dan ayah Frans, keduanya mencari jalan agar bisa keluar dari tempat itu. Dan ia berharap bisa menyelamatkan mereka semua, orang yang di sayangi oleh cucu mereka.
Sedangkan di tempat Tian, banyak pasukan yang sudah ia bawa menuju negara N dengan persenjataan lengkap. Kali Tian akan membunuh pamannya itu karena dengan berani nya dia membawa wanita nya.
Beberapa jam perjalanan, Tian dan pasukan sampai di negara N. Para warga negara N yang melihat kedatangan Tian dan tahu akan niat nya menghancurkan raja mereka, mereka malah mendukung dan ingin Tian membunuh raja itu.
Darius adalah raja yang kejam dan semena mena terhadap warga nya. Dia selalu memeras warga nya dengan pajak pajak yang terlalu tinggi, hingga membuat mereka terasa tercekik dengan peraturan peraturan yang buat oleh raja baru mereka.
Para warga mengetahui kedatangan Tian dari Frans yang menyebarkan bahwa Pemuda yang datang itu adalah keturunan asli dari Raja terdahulu, putra dari putri mahkota Arabella Dominic.
Kedatangan Tian di sambut antusias oleh warga negara N. Tian dan seluruh anggota nya yang baru datang di buat bingung dengan sambutan itu, padahal mereka baru saja menginjakkan kaki nya di negara itu dan dia sama sekali tidak mengenal mereka sama sekali. Namun ada satu yang di kenal nya, Frans, pemuda yang pernah datang di negara C.
"Selamat datang di negara N pangeran." Sapa Frans.
__ADS_1
"Frans kan?" Tanya Tian.
"Benar pangeran." Jawab Frans. "Mari pangeran, kita pergi dari sini." Sambungnya mengajak Tian untuk pergi dari bandara.
Namun tiba tiba ada bom yang meledak di bandara.
Duuuar…..
Ledakan itu membuat orang orang ada di bandara langsung lari terbirit birit melihat ledakan itu.
Namun berbeda dengan anggota Tian yang sudah sering melihat hal itu, mereka hanya biasa saja, karena menurutnya ini hanya Acara penyambutan untuk mereka.
"Sepertinya Paman anda telah mengetahui kedatangan anda pangeran." Ucap Frans.
"Ya, kau betul. Seperti nya ini adalah sambutan dari nya." Ucap Tian
"Kita apakah akan langsung menuju kerajaan atau ke tempat lain pangeran?" Tanya Frans.
"Memang ada tempat lain?" Tanya Tian
Tian, Frans beserta anggota dan warga yang menyambutnya langsung pergi ke kerajaan NEVOLEON untuk menghadap langsung Raja Darius Dominic.
Di depan pintu gerbang tinggi kerajaan NEVOLEON, seorang penjaga menghampiri rombongan Tian.
"Katakan pada raja mu. Aku Tian Dominic datang mengambil hak ku." Ucapnya memerintah.
"Baik tuan." Jawab penjaga itu.
Penjaga itu pergi langsung menemui Darius, dan mengatakan sesuai pesan yang ucapkan Tian kepada nya.
Mendengar itu Darius dan Arthur tertawa.
"Hahahaha…..mengambil hak nya. Percaya diri sekali dia mengambil apa yang ku miliki." Ucap Darius
"Perintahkan banyak pasukan di area depan. Katakan untuk bersiap, kita akan melakukan peperangan." Perintah Darius dengan suara lantang.
"Baik yang mulia." Ucap orang kepercayaan Darius
__ADS_1
Pasukan dari kerajaan susah berbaris rapi di depan pasukan Tian. Mereka semua sudah siap dengan semua senjata nya, baik pasukan Tian maupun pasukan Darius sudah siap melakukan peperangan itu.
Darius datang dengan gagah nya bersama putra tunggal nya Arthur sambil membawa senjata nya.
"Ternyata kau cepat juga menemui ku keponakan ku tersayang, apakah karena wanita itu?" Ucap Darius
"Bajingan lepaskan dia. Dia tidak ada sangkut paut nya dengan kita." Ucap Tian
"Hahahah..tidak ada sangkut paut nya? Mana ada! Semua yang ku bawa adalah orang orang yang dekat dengan mu terutama gadis mu. Aku tahu gadis itu adalah kelemahan mu keponakan ku." Ucap Darius.
"Jadi tidak akan ku sia siakan itu untuk membunuh mu." Sambung nya
"Dasar menjijikkan, licik. Jika berani lawan aku dan jangan jadikan orang lain dalam urusan ini." Ucap Tian.
"Aku bukan orang bodoh yang akan menuruti apa keinginanmu. Bagi ku semua cara akan ku halal kan asalkan bisa mencapai semua keinginan ku. Begitupun aku juga akan membunuhmu agar kau tidak bisa mengambil apa yang ku miliki saat ini." Ucap Darius.
"Aku akan mengambil apa yang menjadi hak ku, dan aku juga akan membunuh mu dan mencabik cabik mu hingga tak tersisa." Ucap Tian mulai marah
"Jika kau sanggup." Jawab Darius mengejek.
"Serang dan bunuh mereka semua." Perintah Darius dengan suara keras.
Begitupun dengan Tian. "Aku tidak ingin melihat kekalahan, serang mereka." Perintahnya dengan lantang.
Para warga juga ikut membantu sebisa mungkin. Tian juga memberikan senjata kepada mereka yang ingin ikut serta membantu dirinya.
Pertarungan pun terjadi antara Mafia dan Kerajaan.
.
.
.
Siapakah kira kira yang akan menang.
Ikuti kelanjutan nya
__ADS_1