
Ceril, dan Marco serta anak buah nya terus melawan dan melawan tanpa henti. Marco yang bertarung dengan pemimpin kelompok JOEGER sekilas melirik kekasih tuan nya, tersenyum.
"Nona, benar benar sangat berbakat, hanya dalam dua bulan mampu melawan kelompok kelompok itu tanpa rasa takut." batin Marco bangga
Sedangkan musuh yang melawan Marco berkata. "Jangan melamunkan hal lain saat menghadapi ku, aku takut nya kau akan mudah ku kalahkan." ucap nya.
"Aku tidak selemah itu. Baiklah, aku akan bersungguh sungguh." ucap Marco.
Buuk...Buuk..Buuk...
Margo menyerang pemimpin kelompok itu, mengeluarkan senjata nya dan mengayun kan ke arah pemimpin itu, terkadang Marco juga menendang nya.
Buuk...
Pemimpin itu terkena tendangan Marco dan jatuh. Mendapat kesempatan itu Marco mengeluarkan pistol nya.
Membidik nya ke pemimpin itu tepat di kepala. Namun sebelum Marco menarik pelatuk, suara tembakan terdengar di telinga nya yang tak jauh dari sana.
Dilihat nya seorang sudah tergelatak mati dengan kepala berdarah. Dan di lihat nya dari arah lain, Ceril tersenyum karena berhasil membidik tepat sasaran.
Marco yang melihat mengangguk, tanda terimakasih. Ia tahu bahwa Ceril membunuh laki laki itu karena hendak membunuh dirinya dari arah samping.
Marco kembali melihat ke arah pemimpin itu dan....
Dooor......
Darah mengalir dari kening pemimpin kelompok itu dan langsung mati di tempat. Anak buah Kelompok JOEGER yang melihat langsung semangat nya menurun melihat pemimpin nya mati.
"Kalian akan menyerah atau tidak? Jika kalian menyerah mungkin saya dan tuan saya masih mengampuni. Namun jika tidak maka kalian akan kami bunuh semua." ucap Marco dengan suara lantang.
Semua diam, tidak ada yang berbicara. Tina tiba salah satu kelompok JOEGER ada yang berbicara. "Kami pantang mundur, tuan kami disana pasti akan menang. Serang mereka, walaupun pemimpin kita mati, tapi belum tentu dengan tuan Levi." ucap Orang itu memberi semangat pada rekan nya.
Melihat hal itu Marco juga memerintahkan anak buah nya membabat habis saja kelompok itu. Pertarungan pun kembali terjadi.
Di tempat lain, tepat nya di pertarungan Levi dan Luciano. Tian saat ini sedang menginjak kepala Luciano dan menekannya serta menodongkan pistol nya ke arah kepala.
"Aku itu bukan orang bodoh yang bisa kau bohongi dengan ucapan mu itu Luciano. Selamat tinggal dan berbahagialah di neraka." ucap Tian.
Door...Door..Door..
__ADS_1
Tian menembak kepala Luciano beberapa kali hingga darah mengalir di tanah.
"Jangan sisakan satu pun, bunuh mereka semua." perintah Tian.
Tian mengambil handphone nya dan menghuni Samuel.
"Dimana Levi?" tanya Tian.
"Di kelompok yang di pimpin oleh Denis tuan." jawab Samuel sambil menembaki musuh musuh nya.
"Baiklah. Bagaimana dengan kelompok yang kamu pimpin?" tanya Tian.
"Kita lebih menguasai pertarungan ini tuan." Jawa. Samuel.
"Habisi saja mereka semua." perintah Tian.
"Baik tuan." jawab Samuel.
Set menghubungi Samuel, dia menatap Anak buah nya. Setelah itu mengambil senjata nya.
Door...Door...Door...
Tian membantai musuh musuh nya, dalam waktu yang tidak lama, semua pun lelah musnah. Dan kini kelompok Tian telah memenangkan pertarungan nya dengan kelompok mafia Frank Costello.
Setelah memenangkan pertempuran itu, kini Tian dan semua anak buah nya yang masih tersisa pergi menuju tempat dimana Levi dan Denis berada.
Mengunakan pesawat pribadi, Tian dan seluruh rombongan menuju tempat itu.
Setelah sampai
Tian dan pasukan nya langsung pergi menuju dimana pasukan Levi dan Denis berada.
Sesampainya.
Duuaar...
Tian melempar bom kearah pasukan Levi. Mendengar itu Levi langsung menoleh, dilihatnya Tian dan rombongan datang.
"Apakah Luciano kalah." batin Levi
__ADS_1
Dooor...Dooor...Dooor....
Anak buah Tian dan Tian menembaki pasukan Levi. Levi yang melihat anak buah nya banyak yang tumbang sangat marah.
"Bajingan kau Tian." teriak Levi hendak menghampiri Tian.
Namun Denis tidak membiarkan nya, dia menghadang dan menendang nya. Levi mengelak saat Denis menyerang nya.
"Minggir kau, aku tidak ada urusan dengan mu cabe rawit." kesal Levi.
"Hadapi dan kalah aku dulu, baru kau bisa menghadapi tuan ku." ucap Denis.
"Persetan dengan mu, urusan ku bukan dengan diri mu. Minggir kau..." usir Levi.
Levi memanggil anak buahnya untuk menghadapi Denis, sedangkan dirinya langsung menghampiri Tian.
"Kau seperti nya tidak sabar untuk ku bunuh." ucap Tian memanggul senjatanya di bahu sambil menatap Levi.
"Cih, siapa yang ingin kau bunuh, yang ada kau lah yang akan ku bunuh." ucap Levi.
"Oh benar kah? Tapi aku tidak percaya." ucap Tian.
"Kau meremehkan ku Tian sialan." ucap Levi dengan marah.
Tanpa menunggu lama Levi membuang senjatanya dan langsung menyerang Tian, begitu pun dengan Tian, dia juga sama membuang dan menyerang Levi hanya menggunakan tangan nya
Buk..Buk...
Mereka berdua saling pukul, tendang dan meninju. Mereka tidak menghiraukan anak buah mereka lagi, yang saat ini mereka inginkan mengalahkan salah satu dari nya Levi atau Tian yang kalah.
Pertarungan mereka berdua cukup lama dan semakin sengit. Adu jotos dan pukulan mereka layang kan di wajah dan tubuh. Kini tubuh Tian maupun Levi sama sama bonyok Darah keluar di bibir atau di pelipis mereka.
Sedangkan di tempat tempat lain kelompok Tian ada yang kalah dan ada juga yang menang. Namun jika di bandingkan kelompok Levi masih lebih unggul kelompok Tian.
Dan saat ini semua kelompok kelompok akan datang bergabung dengan ketua mereka masing masing bagi yang selamat.
Marco, Ceril dan Samuel dan lainnya kini juga menyusul ke tempat Tian dan Levi bertarung. Ceril yang saat ini tidak ada kata cantik nya hanya duduk diam didalam pesawat sambil menghawatirkan keadaan Tian.
Di tempat keluarga Alexander, Nickel dan keluarga nya saat ini sedang khawatir mencari keberadaan Ceril. Ya, Ceril pergi dan ikut bertarung tanpa sepengetahuan keluarganya.
Saat menghawatirkan Ceril, sekelompok orang tiba tiba datang dan langsung menculik mereka semua, membawa nya ke tempat tuan nya.
__ADS_1