
Tian mengangkat tangan Ceril yang memeluk nya dengan perlahan agar tidak membangunkan gadis itu.
Namun semua itu sia sia, Ceril malah lebih mengeratkan pelukan nya.
"Anda sudah bangun Nona?" tanya Tian berbicara formal lagi.
"Belum." jawab Ceril lirih.
"Belum? Terus yang menjawab ini siapa jika dia belum bangun." batin Tian bingung.
"Nona saya harus pergi kekantor, ada urusan yang harus ku urus." ucap Tian mencoba menyingkirkan tangan Ceril dari perut nya
"Biarkan Samuel yang mengurus nya, aku masih ingin seperti ini." ucap Ceril lebih mengeratkan pelukan nya. Kaki nya menindih Tian.
Tian yang melihat menghela nafas.
Tian pun memiliki ide cemerlang.
Ia memang benar benar memiliki urusan penting jadi tidak bisa menunda lagi. Dengan kasar Tian melepas tangan Ceril dan mengukung nya.
Ceril yang mendapat serangan itu menatap Tian dengan pandangan bingung.
Tian menatap wajah cantik Ceril yang ada di Kukungan nya. Di tatap nya Mata indah itu dan beralih melihat bibir merah muda yang sekaan meminta Tian untuk merasakan nya.
Dengan perlahan Tian mendekatkan wajah nya hendak mencium Ceril. Ceril yang melihat Tian berinisiatif mencium nya dengan cepat ia menutup mata, menyambut ciuman itu dengan memonyongkan bibir nya.
Tian yang melihat tersenyum geli dan dengan dengan cepat ia bangun dan pergi dari kamar Ceril.
__ADS_1
Brak.
Ceril yang mendengar suara pintu tertutup langsung membuka mata nya, di lihat nya Tian sudah tidak ada di depan nya.
"Sialan, dia membohongi ku." gumam Ceril.
Sedangkan Tian yang sudah berada di kamar nya tertawa saat mengingat Ceril memonyongkan bibir nya, berharap dia mencium nya.
"Benar benar gadis nakal." gumam Tian mengguyur tubuh nya dengan air hangat
Samuel yang berada di lantai bawah sesekali melihat jam di tangan nya.
"Tidak biasanya Tuan belum siap. Ini sudah terlalu lama aku menunggu." keluh Samuel.
Beberapa menit kemudian.
Jelas saja Tian langsung melotot. Bagaimana bisa Ceril keluar dengan pakaian itu, apalagi saat mengingat Samuel ada di lantai bawah. Benar benar tidak boleh Fikirnya Tian.
"Apa yang anda lakukan? Kenapa keluar kamar dengan pakaian itu?" ucap Tian posesif
"Memang kenapa aku keluar dengan pakaian ini?" ucap Ceril melihat dirinya. " Di rumah juga tidak ada siapa siapa hanya kau saja, jadi bebas lah, mau telanjang atau tidak seharusnya tidak masalah." lanjutnya.
"Kata siapa?" ucap Tian menghampiri Ceril dan mendorong nya di tembok.
"Jelas kata ku, memang ada siapa lagi selain kita? Pengurus rumah juga sudah pergi dari tadi." ucap Ceril.
__ADS_1
"Masuk kekamar dan ganti baju." perintah Tian.
"Tidak mau." tolak Ceril mendorong Tian dan berjalan menuruni tangga.
"Berhenti disana." teriak Tian, sedangkan Ceril yang membelakangi Tian tersenyum kecil dan terus melangkahkan kaki nya menapaki tangga.
Samuel yang duduk di kursi ruang tamu langsung berdiri dan berjalan menuju arah suara.
"Tuan, apa terjadi sesuatu?" tanya Samuel.
Tian yang mendengar Samuel mendekat langsung dengan cepat menyusul Ceril yang sudah hampir sampai di lantai bawah.
Tapi terlambat, Samuel sudah lebih dulu sampai di depan Ceril
"Tuan." panggil Samuel berada di depan Ceril dan Tian.
Samuel melihat Ceril dengan pandangan rumit, pipinya langsung merona melihat tubuh Ceril yang sexy.
Tian dengan kesal melototi Samuel yang menatap Ceril, dan berkata.
"Jaga mata mu, jika tidak ingin mata mu hilang dari tempat nya." ancam Tian dengan nada mengerikan dan menarik tubuh sexy Ceril dalam dekapan nya.
Ceril yang di tarik dan di sembunyikan di tubuh besar Tian tersenyum senang dan menyambut, memeluk pinggang Tian dengan erat.
"Posesif sekali sih." batin Samuel.
.
__ADS_1
.