
Keesokan hari nya.
Seorang gadis sedang melintasi jalan, namun tiba tiba sebuah kendaraan beroda dua melaju dengan cepat dan menyerempet gadis itu hingga terjatuh dan terluka.
Tian yang sedang mengendarai mobil nya melihat kejadian itu langsung berhenti dan menolong.
"Anda baik baik saja Nona?" tanya Tian menghampiri gadis itu.
"Saya baik baik saja, hanya terluka sedikit." ucap Gadis meringis menahan sakit di siku dan kaki nya yang tergores.
"Apakah anda sendiri?" tanya Tian mencari orang di sekitar gadis itu.
"Ya, saya sendirian." ucap Gadis melihat wajah Tian tampan dan langsung terpesona. Ya sewaktu Tian bertanya tadi, gadis itu tidak memperhatikan wajah Tian. Ia hanya fokus kepada luka nya dan sesekali menjawab pertanyaan Tian.
Tian melihat jam di pergelangan tangan nya. "Nona bagaimana kalau saya antar ke rumah sakit, saya masih ada sedikit waktu untuk mengantar anda." ucap Tian.
"Apakah tidak akan merepotkan Anda tuan." ucap Gadis itu yang sebenarnya di dalam hati sangat senang.
"Tidak, Bagaimana apakah anda mau?" tanya Tian.
"Ya, terimakasih tuan sudah mau menolong saya." ucap Gadis itu.
"Em...Mari saya bantu." ucap Tian mengangguk. "Maaf kelancangan saya Nona, jika saya harus menggendong anda." lanjutnya mengangkat tubuh langsing itu.
"Tidak apa apa, maaf tuan jika saya benar benar merepotkan anda." ucap Gadis mengalungkan tangan nya di leher Tian.
__ADS_1
Tian membawa gadis itu masuk kedalam mobil sport nya dan melajukan nya ke rumah sakit terdekat.
Beberapa menit kemudian.
Tian telah sampai dan langsung membawa gadis itu masuk kedalam ruang perawatan. Tak berselang lama Dokter datang dan mengobati luka Gadis itu. Setelah Dokter selesai dan pergi Tian berkata.
"Nona, apa anda tidak ingin menghubungi keluarga anda?" tanya Tian.
"Ah ..Iya, aku lupa." ucap Gadis itu. "Em..Tuan, bisakah anda ambilkan hp saya di tas." pinta gadis itu.
Tian mengangguk dan mengambilkan hp gadis itu dan menyerahkan nya.
Gadis itu mengambil dan menghubungi kedua orang tua nya.
"Hallo ma." ucap Gadis itu di telepon.
"Ma, bisakah Mama datang kerumah sakit?" tanya Gadis itu.
"Rumah sakit? Apakah terjadi sesuatu sayang? Mama dan papa akan segera kesana, tunggu Mama sayang." ucap Mama gadis itu.
"Baik Ma." ucap gadis itu dan memutuskan sambungan.
Melihat gadis itu selesai menghubungi Mama nya, Tian melihat jam di pergelangan tangan nya karena waktu sudah menunjukkan untuk harus kembali ke kantor.
*Nona, maaf saya tidak bisa menunggu hingga keluarga anda datang. Saya harus kembali ke kantor karena pekerjaan saya masih banyak." ucap Tian.
__ADS_1
"Em....Tidak bisakah kau menunggu hingga kedua orang tua ku sampai. Aku ingin memperkenalkan orang yang telah menolongku kepada mereka." ucap Gadis itu enggan untuk di tinggal.
"Lain kali saja Nona. Kalau begitu saya permisi." ucap Tian pamit, namun tangan gadis itu dengan cepat mencekal lengan Tian.
Tian yang melihat bertanya. "Ada apa Nona?"
"Siapa nama mu? Bolehkah aku tahu nama penyelamat ku." ucap Gadis itu dengan malu malu dan bersemu.
Tian tersenyum melihat wajah malu malu gadis di depan nya. Senyum Tian yang mempesona menambah rona merah di pipi gadis itu.
"Tian, nama ku Tian." ucap Tian memperkenal kan diri ku.
"Tian, nama yang bagus." ucap Gadis itu. "Aku Amira" lanjutnya memperkenalkan diri.
"Senang bertemu dan berkenalan dengan anda Nona Amira. Maaf saya harus pergi." ucap Tian pergi sebelum itu ia mengelus rambut hitam Amira.
Amira yang di perlakukan lembut oleh Tian tersenyum senang.
.
.
.
.
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like dan komen.