Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PERINTAH DAVID


__ADS_3

"Tuan." sapa Arsen.


"Duduklah." perintah Tian meminta kedua nya duduk di sofa dan kedua nya pun duduk di sofa di depan Tian berada.


"Apakah ada sesuatu hal penting?" tanya Tian.


"Benar tuan." jawab Arsen sambil menyerahkan sebuah map merah. "Ini adalah data hasil penyelidikan yang anda perintahkan kepada saya." ucap Arsen.


Tian mengambil map merah itu dan membuka. Mata nya membaca baris demi baris setelah itu meletakkan kembali map itu di meja.


"Bukan kah kerajaan ini ada di Negara I?" tanya Tian.


"Benar tuan. Hasil dari penyelidikan saya berhenti di Kerajaan NUVOLEON. Saat saya ingin memastikan, ada seseorang yang seperti nya mengetahui dan langsung menghentikan serta menutup semua data yang hendak ingin saya ketahui." ucap Arsen.


"Sungguh sangat aneh." gumam Tian berfikir. " Apa hubungan benda Token ini dengan Kerajaan NUVOLEON?" ucap Tian bingung.


"Apakah kau menemukan sesuatu yang lainnya selain ini?" tanya Tian.


"Tidak ada tuan." jawab Arsen.


"Baiklah, aku ingin kau tetap menyelidiki nya." perintah Tian.


"Baik tuan." ucap Arsen mematuhi.


Tian beralih menatap Samuel dan bertanya. "Apakah kau juga ingin menyampaikan sesuatu yang penting?" tanya Tian.


"Benar tuan, Akhir akhir ini anak buah saya melihat pergerakan seorang yang tidak di kenal sering datang ke pemakaman ibu anda." ucap Samuel.


"Makam Mama? Siapa mereka dan mau apa?" batin Tian. "Apakah kau menangkap nya?" tanya Tian.


"Belum tuan. Saya memerintahkan anak buah saya untuk mengawasi terlebih dahulu." ucap Samuel.

__ADS_1


"Bawa saja dia pada ku, aku ingin tahu apa maksud nya mendatangi makan Mama ku." ucap Tian


"Baik tuan." ucap Samuel tanpa membantah.


Setelah melaporkan semua nya, Samuel dan Arsen pergi meninggalkan ruangan Tian.


.


.


.


Malam hari, di kediaman Anderson.


David sedang frustasi mencari dana untuk mengganti rugi keperusahaan Tian.


"Sial, kenapa semua nya tidak ada yang membantu ku? Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak ingin di penjara. Ahrg......" David mengacak rambut nya dengan kasar.


Haris yang saat itu melewati ruang kerja langsung masuk saat mendengar suara David.


"Ada apa dengan mu?" tanya Haris.


David diam, tidak menjawab. Ia tahu jika ia menceritakan ini pasti Haris akan semakin marah. Perusahaan nya saja hampir bangkrut apalagi mendengar dirinya harus mengganti rugi, pasti papa nya akan benar benar semakin marah.


"Kenapa kau diam?" tanya Haris curiga.


"Ah, tidak ada apa apa Pa. Hanya masalah kecil saja, David bisa menyelesaikan sendiri." ucap David.


"Benarkah?" tanya Haris menyelidik.


"Benar Pa, papa tidak perlu khawatir. Aku baik baik saja." ucap David.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan perusahaan, apakah sudah kau mengurusnya dengan baik masalah waktu itu?" tanya Haris


"Sudah Pa, Papa tenang saja." ucap David berbohong.


"Baiklah, Papa percaya pada mu. Kau anak Papa, Papa yakin kau bisa mengatasi semua itu." ucap Haris menepuk bahu David.


Setelah pembicaraan itu, Haris keluar dari ruang kerja David. Sedangkan David mengusap rambut nya lagi dengan kasar.


"Aku harus melakukan sesuatu." ucap David pergi menuju kamar nya dan beristirahat.


Keesokan pagi nya.


David pergi keperusahaan dengan di jemput oleh Dani.


Setelah sampai dan berada di ruang kerjanya David berkata. "Carikan orang yang dapat membunuh Tian. Aku tidak ingin mengganti uang sebanyak itu. Jika aku berhasil membunuh nya, aku tidak perlu mengganti itu semua." perintah David.


"Jadi anda berniat membunuh Tuan Tian tuan?" tanya Dani.


"Ya, mungkin itu jalan terbaik agar aku tidak perlu mengganti semua uang nya." jawab David.


"Baiklah tuan, saya akan mencoba mencari orang yang handal dalam hal membunuh." ucap Dani.


"Em...Aku percayakan semua nya pada mu." ucap David.


.


.


.


.

__ADS_1


💞💞💞💞💞💞💞💞


MAAF SEMUA NYA JIKA HANYA BISA UPDATE SATU BAB, AUTOR SEDANG SIBUK AKHIR AKHIR INI. DI MBAH SAYA SEDANG ADA ACARA NIKAHAN PUTRA NYA, JADI MOHON DI MAKLUMI YA🙏🙏🙏


__ADS_2