
Tak berselang lama, Arsen datang.
"Tuan, apakah ada sesuatu yang dapat saya kerjakan?" tanya Arsen
"Ya." jawab Tian. "Oh ya bagaimana tugas yang ku perintahkan kepada mu." lanjutnya.
Semua nya beres tuan, dan semua data nya sudah saya kirim ke Amail anda." jawab Arsen.
"Em baiklah." ucap Tian mengangguk. "Ini." tunjuk Tian kepada dua benda. "Aku ingin kau mencari dari mana asal usul benda ini." perintah Tian.
Arsen mengambil dan melihat nya dengan seksama. "Sama tapi beda warna." batin Arsen.
"Cari sampai ketemu. Ku harap kau secepat nya mengetahui dari mana asal nya." ucap Samuel.
"Akan saya usahakan." ucap Arsen.
.
.
.
.
Di perusahaan ADS Group Haris yang sudah mengetahui tentang semua ini mengamuk, dia marah marah kepada David dan bawahan nya.
Braaak...
"Kenapa bisa seperti ini? Dasar tidak berguna." marah Haris sambil menggebrak meja.
"Pa, semua itu di luar pemikiran kita. Kita sudah berusaha tapi orang itu terlalu pintar dan cerdik, dia sama sekali tidak meninggalkan jejak sehingga kita sulit untuk melacak nya." ucap David yang sebe juga frustasi.
"Lalu sekarang bagaimana kau akan mengatasi ini? Semua nya sudah kacau. Papa yakin semua pemegang saham yang mengetahui ini pastinya tidak akan mau bekerja sama lagi dengan perusahaan kita yang akan hancur ini." ucap Haris.
__ADS_1
Sebelum David menjawab Dani menyela pembicaraan kita. "Tuan ini gawat." ucap Dani.
"Ada apa?" tanya David dan Haris.
Semua berita tentang perusahaan kita muncul di surat kabar dan dan di berita online tuan. Dari keburukan kita yang mencuri persenjataan dan menjual nya kepada pihak lain dan menukarnya dengan produk gagal tersebar di internet." ucap Dani.
"Apa!!! Bagaimana bisa terjadi?" ucap David mengambil Handphone Dani.
Dilihat nya semua nya memberitakan tentang dirinya dan perusahaan.
"Sial, kenapa bisa begini. Ini sungguh akan membuat buruk perusahaan." ucap David frustasi.
"Lihat lah yang kau lakukan. Kau menghancurkan perusahaan ku dan hasil kerja keras ku. Dasar anak tidak berguna." marah Haris.
"Apa!!! Pa, bukan kah sebelum nya kau mendukung apa yang ku lakukan? Kenapa sekarang kau menyalahkan ku?" ucap David berdiri dan menatap tajam Haris.
"Ini memang salah mu. Papa tidak mau tahu, pokoknya berita ini harus hilang sekarang juga. Dan kau harus cepat membereskan semua kekacauan ini." perintah Haris meninggalkan David dan Dani.
David frustasi dan mengacak acak rambut nya.
"Perintahkan bawahan mu untuk menghapus semua berita itu.
"Baik tuan." jawab Dani. Tapi sebelum Dani beranjak, handphone nya berdering.
"Hallo, ada apa tuan Aksena?" tanya Dani.
David yang mendengar langsung mengarahkan pandangan nya ke arah Dani.
'Tuan Dani maaf mengganggu waktu anda, saya yakin anda sekarang sedang sibuk. Oh ya, apakah anda sudah melihat berita di internet hari ini?" ucap Tuan Aksena.
......."Sebenar nya apa yang ingin anda katakan dengan saya tuan?'' ucap Dani.
"Tuan Dani, melihat dari apa yang terjadi di media sosial, saya berniat mengakhiri kerja sama kita. saya tidak ingin perusahaan saya terseret atas kasus anda itu. Jadi tolong sampaikan kepada tuan David saya akan menarik kembali saham saya yang ada di perusahaan anda." ucap tuan Aksena.
__ADS_1
"Tuan, jangan seperti itu." ucap David mengambil alih handphone Dani. "Ini hanya kesalahan. Apa yang di beritakan sekarang itu tidak benar. Ada seseorang yang berniat menjebak dan menghancurkan perusahaan saya. Jadi saya mohon tunggu sampai saya mengatasi semua ini, tolong jangan tarik saham anda kembali." ucap David
"Maaf tuan David, saya tidak bisa melanjutkan kerjasama dengan anda. Saya tidak ingin mengambil resiko dengan bekerja sama di perusahaan anda." jawab Aksena. "Saya akan meminta Asisten saya datang untuk menemui anda nanti." lanjutnya
Setelah pembicaraan itu selesai. David sungguh lebih frustasi. Setelah tuan Aksena menarik kembali saham nya, beberapa rekan bisnis nya juga menarik saham mereka kembali. Hanya Tian yang tidak melakukan itu.
"Apa yang harus ku lakukan?" fikir nya.
Berita tentang heboh nya David dan anak buah nya yang mencuri dan menukar persenjataan milik perusahaan TYREND Cor'p tersebar begitu cepat. Banyak yang menghujat atas tindakan tak tahu diri itu.
Tian yang melihat tersenyum senang. Ia puas dengan pekerjaan Arsen yang tidak pernah mengecewakan nya.
"Aku yakin sekarang ini dia sangat frustasi." ucap Tian.
"Benar tuan." ucap Samuel. "Dan setelah ini aku yakin mereka akan meminta bantuan kita." lanjutnya.
"Em...tapi sebelum itu, ayo kita bermain seperti pihak yang baru mengetahui semua ini." ucap Tian.
"Baik tuan." ucap Samuel.
''Oh ya Arsen, Aku bangga pada mu." ucap Tian Senang memiliki Arsen sebagai orang yang dapat di andalkan.
Terimakasih tuan, ini memang sudah menjadi tugas saya." ucap Arsen.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca
Jangan lupa like and komen
Jika perlu kasih bunga dan vote
Mohon dukungan nya.
__ADS_1