Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
LUAPAN EMOSI TIAN 2


__ADS_3

.... . . . . . . . ....


ANAK TAK DIAKUI.


.


.


BAB 84.


Tian marah kepada mereka yang berani masuk kedalam ruangan Haris. Tian tidak peduli jika itu Dokter dan suster yang bekerja di rumah sakit. Jika pun dia mau, Tian pun bisa saja menghancurkan rumah sakit ini.


"Aku bilang keluar." teriak Tian dengan mata tajam nya, kembali menodongkan senjata api nya.


Semua nya yang melihat langsung saja terbirit birit. Mereka takut jika nyawa mereka taruhan nya.


Melihat semua nya keluar, Tian menutup pintu dengan keras hingga menimbulkan suara yang dapat mengagetkan pasien lainnya.


Braak...


Tian berjalan mendekati Haris, menatap tajam.


"Kau lihat? Aku bisa saja menghancurkan dan membunuh mereka semua. Begitupun dengan diri mu, aku bisa saja membunuh mu saat ini dengan senjata ku.


"Kau pasti melihat, betapa marah nya diri ku saat ini. Ini semua karena diri mu Haris. Kau lah yang merubah diri ku menjadi seperti ini, Merubah anak yang dulu pendiam menjadi kejam seperti. Ini semua karena diri mu bajing**an.


"Aku tidak menginginkan diri ku yang seperti ini. Kau tahu? Karena diri mu aku harus terjun ke dunia hitam? Hanya untuk bisa melindungi diri ku sendiri. Dan juga karena diri mu, nyawa ku pun mungkin bisa saja hilang diambil oleh musuh musuh ku.

__ADS_1


"Ini semua karena diri mu Haris." Marah Tian berteriak sambil menembakkan senjata nya di sembarang arah.


Dooor...Dooor....


"Kenapa darah mu ada di tubuh ku? Aku sangat membenci darah ini ada di tubuh ku. Jika aku bisa, aku akan mengeluarkan semua darah mu dalam tubuh ku, karena aku jijik memiliki darah dari laki laki kejam dan menjijikkan seperti mu.


"Laki laki yang tidak memiliki perasaan, membuang dan menghina wanita yang mengandung anak mu. Dan wanita itu.....Aaah....kenapa harus Mama ku? Kenapa?......" Ucap Tian menunduk, air matanya nya tidak bisa tidak jatuh, Tian menangis.


Baru kali ini Tian menangis setelah terakhir kali dia bertemu Haris. Dan saat ini dia kembali menangis karena bertemu dengan Haris lagi.


"Apa salah ku, apa salah Mama ku? Kenapa kau melakukan ini pada kami?" tanya Tian lirih tapi masih bisa di dengar Haris.


Haris diam, dia ikut menangis melihat Tian yang menangis. Haris tau hati Tian saat ini sedang sakit dan rapuh mengingat dirinya dulu dan ibu nya yang di perlakukan tidak baik oleh nya.


Menyesal itulah yang saat ini Haris rasakan. Sungguh sangat sangat menyesal. Jika dia bisa mengulang, Haris ingin mengulang kembali. Mencintai Renata dan merawat Tian sebagaimana semestinya seorang ayah.


Haris hanya menggeleng, namun air mata nya tetap mengalir. "Rasanya bagaikan ratusan pedang menancap di tubuh." Tapi ku rasa kau tidak akan pernah tahu. karena kau belum merasakan nya. Kau hanya masih merasakan setengah yang ku rasakan." ucap Tian.


"Dan untuk Air mata mu itu, itu tidak berguna untuk ku saat ini. Aku tidak akan pernah luluh hanya karena melihat air mata mu yang terlambat itu." ucap Marah Tian.


"Maafkan Papa, maafkan Papa." tangis Haris dalam hati. "Papa melakukan semua itu ada alasan nya Tian, Papa hanya ingin melindungi mu dan Mama mu waktu itu. Jika aku dulu menerima kalian, mungkin saat ini kau tidak akan pernah ada di dunia ini. Maafkan papa mu yang pengecut ini." lanjutnya menangis.


"Aku ingin sekali membunuh mu Haris. Tapi aku mengingat pesan Mama yang tidak boleh membunuh mu, dan hanya boleh menyiksa dengan penyesalan hingga membuat mu menderita. Aku tidak tahu kenapa Mama melarang ku membunuh mu? Itu sungguh membuat ku tertekan karena tidak bisa membunuh mu.


"Di lain sisi aku ingin menghabisi mu, tapi di sisi lain Mama melarang ku. Lalu aku harus bagaimana? Katakan pada ku, apa yang harus ku lakukan. Menuruti kata kata Mama atau menuruti kata hatiku?" tanya Tian.


"Turuti kata hati mu Tian, bunuh papa mu yang tidak berguna ini. Dengan kau menjauh dari papa, kau tidak akan berurusan dengan mereka." batin Haris.

__ADS_1


"Aku yakin setelah kau datang menemui ku, mereka semua akan tahu siapa kau sebenarnya nya. Maafkan Papa Tian, karena papa kau menderita. karena keegoisan papa demi melindungi kau membenci Papa. Jika Papa memiliki kekuatan melebihi mereka, Papa mungkin bisa melindungi mu." ucap Haris yang tidak tahu bahwa kekuatan Tian di dunia bawah begitu besar.


Haris berfikir Tian hanya lah seorang pengusaha biasa. Tapi kenyataan nya dia adalah ketua Mafia hitam GEROGRE LORIZD, ketua Mafia yang memegang kendali Setengah dari Dunia Mafia.


Musuh Tian sesama Mafia masih mencari siapa ketua Mafia yang misterius itu, jika mereka mengetahui bahwa Tian adalah ketua GEROGRE LORIZD, pasti nya Tian setiap hari akan di buru dan di hancurkan.


.


.


.


.


.


Selamat membaca.


Oh ya ada yang Kepo gak, kenapa Haris sebenar nya tidak mengakui Tian dan tidak menerima Renata?


Jika ingin tahu ikuti cerita selanjutnya. Bakal lebih seru.


Hai Hai.


Tangan Autor sudah keriting, karena ngetik terlalu panjang. Hah..Jika ada yang bantuin, mungkin Autor bisa up beberapa bab setiap hari 😁😁.


Selamat membaca jangan lupa like nya komen dan votenya. Jangan pelit ya, tinggal tekan tanda jempol nya. Klik... mudah bukan.

__ADS_1


__ADS_2