Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PERTANYAAN NICKEL


__ADS_3

Hai berjumpa lagi dengan Autor


Terimakasih sudah setia menemani dan mendukung Autor sampai Bab ini 🙏🙏🙏🙏


.


.


.


.


Anak Tak Diakui


Bab. 89


Nickel yang pulang ke rumah terkejut melihat orang asing berada di rumah nya.


"Siapa anda ini? Dan ada perlu apa anda berada di rumah saya?" tanya Nickel berjalan menghampiri Samuel.


Nickel duduk di kursi depan Samuel. Samuel yang melihat pemilik rumah datang kembali duduk di kursinya.


"Perkenalkan saya Samuel." ucap Samuel mengulurkan tangan. Nickel pun menyambut uluran tangan itu sambil matanya menelisik diri Samuel dari atas hingga bawah.


"Saya Nickel Alexander." ucap Nickel memperkenalkan diri nya.


"Jadi dia tuan muda Alexander." batin Samuel.


"Senang bisa berkenalan dengan anda Tuan Nickel." ucap Samuel.


"Em..."Nickel mengangguk. "Jika boleh saya tahu, ada keperluan apa anda datang ke kediaman saya?" tanya Nickel.


"Saya mengantarkan Tuan saya, tuan." jawab Samuel yang tidak tahu bahwa sebenar nya tuan nya tidak memiliki hubungan dengan Nona muda Alexander. Fikir Samuel, Ceril memiliki hubungan dengan Tuan nya, Tian. Jadi menurutnya tidak masalah jika dia mengatakan, bahwa dia datang kesini mengantarkan tuan nya menemui Nona muda Alexander.


"Tuan mu?" tanya Nickel sambil mencari Tuan yang di maksud Samuel. Namun di situ hanya ada mereka berdua, Nickel tidak menemukan orang lainnya.


"Dimana?" tanya Nickel.


"Tuan berada di atas menemui kekasihnya." ucap Samuel.


"Kekasih? Apa kau bercanda?" tanya Nickel.


"Tidak tuan, Tuan saya memang sedang menemui kekasih nya di atas. Dan saya saat ini sedang menunggu nya." ucap Samuel.


Samuel benar benar menggali kuburan nya sendiri, berani berkata lancang di belakang Tian. Jika Tian tahu, sudah di pastikan Samuel akan kena bogem mentah nya.


Mendengar penjelasan Samuel, Nickel dengan cepat beranjak dari duduk nya dan sedikit berlari ke arah kamar adik nya. Samuel yang melihat mencoba mencegah nya. Sedangkan dalam fikiran Nickel terus bertanya tanya, siapa tuan yang di maksud laki laki yang baru di kenal nya itu.


"Tuan, tunggu. Jangan mengganggu mereka." panggil Samuel mengejar Nickel.


"Diam kau! Dia pergi ke kamar adik ku, kamu kira aku akan diam saja melihat tuan mu yang tidak punya sopan santun itu masuk ke kamar adik ku?" ucap Nickel terus pergi menuju kamar Ceril.


Samuel tidak berkata apa apa lagi, dia membenarkan ucapan Nickel. Bagaimana pun seorang kakak pasti tidak ingin melihat laki laki asing masuk kedalam kamar adik nya. Apalagi adiknya itu di jaga oleh nya dengan penuh kasih sayang selama ini.


Nickel akhirnya sampai di depan kamar Ceril.

__ADS_1


Ckleek..


Pintu di buka oleh Nickel.


Mata Nickel seakan tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Seorang laki laki berada di kamar adik nya dan dengan tidak sopan nya laki laki itu memeluk adik kesayangan nya.


Mata Nickel panas melihat pemandangan itu. Sedangkan Tian tidak terganggu dengan kehadiran mereka. Ia malah menikmati tidur nya sambil memeluk tubuh ramping Ceril, bagi nya itu terasa nyaman. Mungkin memang karena Tian lelah dan tidak tidur dalam perjalanan menuju Negara A, sehingga dia sama sekali tidak mendengar atau terganggu dengan kedua mahluk yang saat ini menatapnya.


Nickel berjalan cepat, menghampiri Tian yang tidur di ranjang Ceril.


Setelah sampai di dekat Tian.


Tangan nya langsung menarik tubuh Tian, dan.....


Bruuk...


Tubuh Tian terjatuh karena tarikan Nickel yang kuat. Tian yang tubuh nya mendarat di lantai langsung membuka matanya sambil mengelus pinggangnya.


Samuel yang melihat tuan nya terjatuh hanya nyengir saja.


Nickel yang melihat siapa yang ada di depannya mengernyitkan kening nya. "Tian?" batinnya. Setelah itu menyeringai penuh kelicikan.


Tian yang sepenuhnya sudah sadar mendongak, dilihatnya wajah tuan muda nya yang nampak garang sambil bersedekap dada.


"Tuan muda." ucap Tian.


......"Nickel hanya menatap dengan diam.


"Tuan muda." ucap Tian kembali dan berdiri.


Mendengar nada Nickel yang sedikit keras, Tian menoleh ke arah Ceril, takut Ceril terganggu. Sedangkan Nickel pun tak lepas dari pandangan nya terus menatap Tian yang melihat ke arah adik nya.


"Bisakah kita bicara di luar tuan muda?" tanya Tian.


"Kenapa memang nya jika disini? Kamu takut adik ku bangun dan melihat apa yang kau lakukan pada nya?" tanya Nickel. "Kau seperti bukan Tian yang ku kenal. Jika biasa nya Tian ku kenal datang akan mengatakan kedatangan nya, tidak dengan Tian yang ada di depan ku ini. Sembunyi sembunyi dan dengan berani nya masuk dan tidur dengan adik ku." ucap Nickel.


"Jika orang tua ku tahu, kira kira apa yang akan di lakukan nya." lanjutnya.


"Dia akan menikahkan kami." batin Tian malah tersenyum jika itu benar benar terjadi.


Nickel yang melihat senyum aneh Tian mengerutkan keningnya. "Apa yang kau tertawa kan?" tanya Nickel.


"Ah, tidak." jawab Tian bodoh sambil menggaruk kepalanya.


Samuel yang melihat mengerutkan kening nya melihat tuan nya yang seperti nya tidak berkutik di depan tuan muda Alexander.


Mendengar kegaduhan, Ceril melenguh dan akhirnya membuka mata.


"Kak." panggil Ceril menyandarkan tubuh nya.


Nickel melihat ke arah Ceril, memainkan mata nya seperti memberi kode. Ceril yang melihat menaikkan alisnya tanda di bertanya. "Apa!".


Sedangkan Tian yang mendengar suara lembut wanita yang di rindukan nya menoleh, dilihat nya wajah cantik tapi sedikit pucat menatap nya juga.


"Tian." panggil lirih Ceril sambil memegang kepala nya

__ADS_1


Tian langsung menghampiri dan duduk di ranjang, di samping Ceril. "Mana yang sakit?" tanya Tian.


Ceril hanya menatap, setelah itu berkata. "Sejak kapan kakak disini."


Tian diam mendengar panggilan itu. Setelah itu menatap wajah Ceril sungguh sungguh. "Kau memang sakit. Sekarang ayo kita ke rumah sakit, aku yakin kepala mu pasti ada yang bermasalah." ucap Tian berfikir bahwa sakit kepala nya Ceril berpengaruh dengan otak nya, karena dia kembali memanggil Tian dengan panggilan kakak.


"Tian hendak membopong tubuh Ceril, namun sebuah tangan menahan nya. "Kau mau membawa kemana adik ku?" tanya Nickel.


"Ke rumah sakit tuan. Saya yakin kepala Nona Ceril pasti bermasalah." ucap Tian.


"Tidak akan ku izinkan." ucap Nickel.


"Kenapa?" tanya Tian.


"Kau itu bukan siapa siapa adik ku. Jadi jangan coba coba membawa adik ku tanpa seizin ku, karena aku melarang nya." ucap Nickel.


.......Tian diam, namun tak memperdulikan ucap Tuan muda nya. Dia kembali ingin membopong tubuh Ceril.


"Jangan berani berani menyentuh adik ku." ucap Nickel dengan nada keras.


"Maaf tuan, tapi Nona Ceril harus segera di bawa ke rumah sakit." ucap Tian.


"Kau sangat keras kepala." ucap Nickel memukul Tian.


Buuk....


Satu tinju mengarah di pipi nya. Rasa ngilu di rasakan oleh Tian, karena pukulan Nickel tidak main main. Tian melihat ke arah Nickel menatap nya dengan pandangan biasa, namun bagi Nickel pandangan itu seperti pandangan orang yang ingin membunuh nya.


"Saya menghargai pukulan anda ini. Tapi maaf, saya tidak akan menuruti anda untuk tidak membawa Nona Ceril ke rumah sakit." ucap Tian hendak menyentuh Ceril. Namun lagi lagi tangan Nickel menahan nya.


"Jika kau benar benar berani membawa adik ku, maka lawan aku." ucap Nickel.


Tian kembali berdiri menatap Nickel. " Maaf tuan saya tidak ingin melawan anda." ucap Tian.


"Sebenar nya apa mau mu?" tanya Nickel.


"Saya akan membawa Nona Ceril ke rumah sakit." ucap Tian.


....... Nickel mengerutkan keningnya. "Kenapa kau ngotot sekali ingin membawa adik ku? Sebenarnya adik ku bagi mu itu apa? Seorang kakak, seorang Kepercayaan ku dan Papi, atau sebagai kekasihnya?" tanya Nickel.


Tian diam, bingung menjawab.


.


.


..


.


.


Selamat membaca


Jangan lupa like dan vote.

__ADS_1


__ADS_2