
Tian menghubungi Ceril.
Tut...Tut...Tut...
"Hai..."Jawab Ceril tersenyum lebar.
"Maaf, baru menghubungi mu. Tadi banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan." ucap Tian.
"Tidak masalah, aku tahu kau pasti sangat sibuk." ucap Ceril. "Dan sekarang apakah kau masih sibuk?" tanya Ceril.
"Tidak, sekarang aku ada di perjalanan menuju kantor." ucap Tian.
"Oh..." jawab Ceril.
Obrolan mereka berjalan cukup panjang. Di Negara A Ceril berguling guling di atas kasur tanpa menyadari seorang laki laki terus menatap nya penuh curiga.
"Siapa yang dia hubungi?" batin Nickel. Sesil yang melihat Nickel memperhatikan Ceril memukul pelan bahunya.
"Kenapa tidak masuk?" tanya Sesil
''Ah, kenapa kau mengagetkan ku" ucap Nickel.
'Kau saja yang tidak menyadari kehadiran ku." ucap Sesil. "Kulihat kau terus memperhatikan nya, kenapa tidak masuk saja dan bertanya pada nya jika kau penasaran dengan siapa dia berbicara." lanjutnya tahu apa yang di fikirkan Nickel.
"........" Nickel diam, berfikir. Setelah itu berjalan masuk kekamar Ceril dan bersedekap dada di belakang Ceril yang tengkurap di atas kasur. Nickel mendengarkan apa yang di bicarakan Ceril.
Ehem.....
Suara deheman Nickel berhasil mengagetkan Ceril.
"Eh..kakak." ucap Ceril cengengesan sambil menunjukkan deretan gigi putih nya.
__ADS_1
Sesil yang ada di tempat itu juga ikut masuk ke kamar Ceril.
Nickel menatap Ceril dan setelah itu beralih ke handphone yang ada di genggaman. Dengan cepat Nickel mengambil handphone itu dan menempelkan di telinga nya. Nickel sungguh sangat penasaran dengan siapa adik nya berhubungan.
Dia hanya tidak ingin adik nya salah memilih pasangan, oleh sebab itu ia sangat posesif terhadap Ceril.
Tian yang tidak mengetahui Nickel memegang handphone Ceril berkata. "Hallo." panggil Tian karena tidak mendengar suara Ceril.
Deg.....
Nickel kaget saat mendengar suara itu. Ia tahu persis siapa pemilik suara yang menghubungi adik nya.
"Tian." batin Nickel.
"Kak." panggil Ceril.
Nickel yang mendengar adiknya memanggil langsung mematikan telepon nya. Sedangkan Tian yang melihat panggilan itu terputus hanya mengernyitkan alis nya tanda bingung.
Di kamar Ceril.
"Kak, berikan handphone ku." pinta Ceril mencoba mengambil handphone nya dari tangan Nickel.
"Kakak tidak akan memberikan nya, sebelum kau jujur kepada kakak." ucap Nickel sambil menahan tangan Ceril untuk meraih handphone nya. "Katakan kepada kakak, ada hubungan apa kau dengan Tian?" tanya nya.
Ceril yang mendengar langsung berhenti dan diam. Nickel yang melihat berkata. "Jujur dengan kakak, ada hubungan apa kau dengan nya? Kakak sudah lama mencurigai mu, kau kabur dari rumah dan pergi ke negara C hanya untuk menyusul Tian. Sebenar nya apa hubungan kalian? Apakah hanya sebatas kakak angkat atau kekasih?" tanya Nickel.
"Jawab jujur Dek." lanjutnya.
'Duduk lah kak, aku akan mengatakan semua nya. Tapi kakak harus janji merahasiakan ini dengan Papi dan Mami." ucap Ceril.
"Em..." Nickel mengangguk dan duduk di ranjang. Sedangkan Sesil duduk di sofa.
__ADS_1
Sebenar nya.......
Ceril menceritakan semua nya tanpa di tutup tutupi lagi. Nickel yang mendengar mendesah dan membuang nafas dengan kasar.
"Hah....Jadi kau mencintai nya? Dan dia tidak mencintai mu, begitu?" tanya Nickel dan Ceril hanya menganggukkan kepala.
Memang sampai saat ini Tian tidak pernah mengutarakan perasaan nya. Hanya Ceril lah yang terus mengutarakan perasaannya.
"Adik ku sayang, dengarin kakak." ucap Nickel memegang kedua bahu Ceril. "Kakak tahu kau mencintai nya, tapi jika dia tidak mencintai mu apa guna nya kau terus mengejar nya. Jadi lebih baik kau menyerah saja, kakak tidak ingin kau terluka dan terus mengharap cinta nya." ucap Nickel.
"Apakah kakak tidak suka jika aku menyukai nya?" tanya Ceril.
"Tidak seperti itu, kakak senang kau menyukai Tian. Tian anak yang baik, tapi sebagai wanita ku harap kau bisa mengendalikan perasaan mu dan jangan terlalu berterus terang seperti ini. Ini sungguh membuat mu seperti tidak memiliki harga diri sayang." ucap Nickel mengelus rambut panjang Ceril. "Kakak tidak melarang mu untuk memperjuangkan cinta mu. Hanya saja...Ah sudah lah kau pasti mengerti apa maksud kakak."
Ceril diam mendengar perkataan kakak nya. Yang di katakan kakak nya ada benar nya juga. Sedangkan Sesil yang juga mendengar, diam. Mencerna apa yang di katakan Nickel.
Selama tinggal di kediaman Ceril, Sesil juga sama seperti Ceril mengejar dan mencari perhatian. Tapi setelah mendengar apa yang di katakan Nickel, dia menimbang kembali perasaan nya untuk mendekati Nickel.
.
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
**Ayo dukung karya autor dengan cara like, komen dan vote, agar autor rajin update.
Autor akan usahakan update setiap hari**.
__ADS_1