Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
KEKALAHAN BLACK WOLF


__ADS_3

Saat Roland dan anak buah nya siap pergi, suara kegaduhan dan tembakan terjadi di depan markas.


Door...Door.


"Apa yang terjadi?" tanya Roland kepada anak buah nya.


Sebelum orang itu mengecek apa yang terjadi, salah satu anak buah nya datang dan memberitahukan apa yang terjadi di depan. "Tuan, gawat. Ada sekelompok orang bersenjata menyerang markas kita."


"Siapa mereka? Berani nya menyerang markas Black Wolf." ucap Roland marah dan langsung pergi menuju tempat asal suara tembakan dan perkelahian.


Roland dan beberapa anak buah nya berjalan hingga mereka sampai, dan apa yang di lihat? Banyak anak buah nya sudah tergeletak tak bernyawa di depan matanya. Padahal ini hanya beberapa menit mereka mendengar suara tembakan dan kegaduhan.


"Kurang ajar, siapa yang berani melakukan ini?" marah Rolan dengan mata melotot.


"Akulah yang melakukan nya." jawab Tian berdiri di depan anak buah nya. "Apa kau terkejut dengan hadiah dadakan ini?" tanya Tian.


"Tian, pengusaha TYREND Crop's." gumam Roland.


"Kenapa dia tahu markas ku? Dan kenapa dia datang kesini dengan membawa pasukan bersenjata? Siapa sebenarnya Tian ini? Sial, tidak mungkin hanya seorang pengusaha memiliki kelompok hebat seperti ini. Atau jangan jangan......" Batin Roland. "Sial, awas kau David, berani nya kau tidak memberikan informasi lengkap kepada ku." kesal nya.


Tian menatap Roland yang diam, seperti dia sedang memikirkan sesuatu. Saat Tian sepertinya lengah, anak buah Roland membidik senjata nya dan mengarahkan kepada Tian. Tapi sebelum itu terjadi, anak buah Tian yang melihat dengan cepat menarik pelatuk senjata nya dan menembakkan ke arah orang itu.


Dooor......


Peluru berhasil mengenai jantung.


Roland yang mendengar suara tembakan, sadar dengan fikiran nya dan mengarah ke arah suara. Dilihat nya anak buah nya tergeletak mati dengan darah mengalir di dada nya.

__ADS_1


Roland menatap kelompok Tian dengan pandangan yang sulit di jelaskan. Anak buah Roland yang geram melihat rekan mati tanpa meminta persetujuan Roland langsung memegang senjata mereka, siap bertempur melawan kelompok Tian. Kelompok Tian yang melihat tak gentar sama sekali, mereka juga siap melawan kelompok abal abal itu.


"Bunuh mereka, balaskan dendam rekan kita." ucap Salah seorang anak buah Roland.


Roland yang mendengar langsung menatap tajam anak buah nya. "Apa yang kau lakukan?" pekik Roland geram.


Tidak menghiraukan ucapan Roland, anak buah nya mengangkat senjata nya dan menembakkan peluru ke arah anak buah Tian. Anak buah Tian tidak tinggal diam, mereka juga membalas serangan itu.


Anggota Tian yang di lengkapi senjata lengkap dan armor arti peluru membuat anak buah Roland kesal. Peluru yang mereka Lesatkan tidak dapat mengenai tubuh lawan nya. Tapi malah sebaliknya tubuh mereka yang mendapatkan tembakan dari anak buah Tian.


Door....Door...Door....


Suara tembakan saling bersahutan di markas Black Wolf. Masing masing anggota mencoba mempertahankan diri agar dapat mengalahkan kelompok mereka.


Namun jika di lihat sudah jelas siapa pemenang nya. Ya tentu saja kelompok Tian yang memang sudah ahli dalam bertarung dan menembak.


"Bagus, jangan sisakan satu pun." perintah Tian.


Anak buah Tian semakin bersemangat menghajar dan membunuh lawan nya, karena melihat tuam nya yang seperti nya puas dengan apa yang mereka lakukan.


Tian beralih melihat Roland yang seperti nya hendak kabur untuk menyelamatkan diri. Dengan cepat Tian menarik pelatuk senjata nya dan membidik nya ke arah kaki Roland.


Door.


Ahh...


Tian dengan cepat berlari dan menghampiri. Roland yang melihat Tian menuju kearah nya berlari dengan tertatih tatih menahan rasa sakit di kaki nya.

__ADS_1


"Sial, kenapa aku bisa berurusan dengan orang berbahaya seperti ini." gumam Roland terus berlari sambil sesekali melihat ke arah Tian yang terus mengejar nya.


Di lihat nya semakin dekat, Tian melompat dan menendang tubuh Roland hingga terjatuh ke depan.


Buuk.


Tian dengan cepat menekan punggung Roland. "Kau mau lari? Tidak semudah itu tuan Roland." ucap Tian menyeringai.


"Lepaskan saya. Saya mohon tuan Tian, lepaskan saya. Saya tahu saya salah, saya tidak tahu jika target saya adalah anda. Jika saya tahu itu anda, saya tidak akan mengganggu anda tuan. Ku mohon lepaskan saya." ucap Roland memohon.


Kau pikir aku akan melepaskan mu setelah apa yang kau lakukan? Apalagi saat ku tahu siapa yang memerintah mu, ingin sekali ku cincang tubuh mu karena berani nya kau menuruti perintah David sialan itu." ucap Tian menekan sambil menginjak kuat punggung Roland dengan semua kekuatan nya.


Aaah....


Roland menahan sakit di punggung nya karena terlalu kuat nya Tian menginjak.


"Kenapa seperti nya dia membenci David? Sial, aku benar benar masuk kandang singa." batin Roland.


"Bawa dia ke markas, aku ingin mencincang tubuh nya karena berani bekerja sama dengan David sialan itu. Dan hancurkan tempat ini, aku tidak ingin melihat Black Wolf black wolf lainnya. Dan untuk yang mati bakar mereka semua." perintah Tian dengan nada keras dan mengerikan.


"Baik tuan." Jawab anak buah Tian


Roland yang mendengar langsung menelan ludah dengan kasar saat mendengar apa yang akan di lakukan Tian terhadap nya. "Mencincang? Benarkah ini akhir dari hidup ku?" Batin Roland takut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2