
Sesil berjalan mendekati mereka, dan duduk di sofa.
"Kalian mesra sekali, membuat diri ku iri." ucap Sesil.
"Makanya cari laki laki biar gak ngejomblo terus." ucap Ceril.
"Belum ada yang pas, aku ingin nya yang seperti tuan Tian." ucap Sesil.
"Memang kamu sudah tahu ukuran punya Tian? Pas atau tidak nya. Sampai sampai kau ingin yang seperti punya Tian." ucap Ceril ngelantur.
Tian yang mendengar mengerutkan alis nya dan langsung menyentil kening nya.
"Apa yang Anda pikir kan? Buang semua fikiran itu dari otak kecil anda." ucap Tian.
Sedangkan Sesil hanya diam, Ia tidak tahu apa yang mereka maksudkan.
"Aduh sakit." rintih Ceril mengusap kening nya. "Usap." pinta Ceril dengan manja sambil menarik tangan Tian untuk mengusap keningnya.
Tian mengusap nya dengan lembut. Sesil yang melihat memutar bola matanya dengan malas.
"Tidak bisakah kalian jangan bermesraan di depan ku?" batin Sesil yang sebenarnya juga menginginkan itu.
"Oh iya Sil, besok aku akan kembali ke negara ku." ucap Ceril memberi tahu.
"Kau akan kembali? Kenapa mendadak sekali?" tanya Sesil.
"Tadi pagi kakak menghubungi ku meminta ku untuk segera pulang. Jika tidak, aku tidak tahu hukuman apa yang akan ku dapatkan." ucap Ceril
"Kau punya kakak?" tanya Sesil.
"Tentu saja." jawab Ceril.
"Laki laki atau perempuan?" tanya Sesil.
"........" Ceril mengerutkan keningnya bingung. "Memang kenapa? Apa kau merencanakan sesuatu?" tanya Ceril.
"Jawab saja diri ku. Siapa tahu itu keberuntungan ku." ucap Sesil.
"Kakak ku laki laki." jawab Ceril.
__ADS_1
"Benarkah? Kenal kan aku pada nya. Apakah dia tampan seperti Tuan Tian?" tanya Sesil antusias.
Ceril yang mendengar bingung, dan beralih melihat Tian. Tian hanya mengangguk tanda mengatakan iya.
"Tentu saja kakak ku tampan. Kau tahu sendiri kan aku ini cantik, jadi mana mungkin kakak ku jelek. Bibit keluarga Alexander tentu nya semua unggul." ucap Ceril
Tian dan Sesil yang mendengar hanya menggelengkan kepala.
"Baiklah, aku ingin bertemu dengan nya. Bolehkah aku ikut dengan mu?" tanya Sesil.
"Ikut? Apakah kau tidak akan di marahi oleh ayah mu atau ibu mu? Bahkan saat ini saja kau belum pulang." ucap Ceril.
"Kau tenang saja, keluarga ku sudah tahu seperti apa diri ku." ucap Sesil.
"Lebih baik anda memberitahukan dulu semua nya kepada keluarga anda Nona Sesil." ucap Tian menyela.
"Tidak mau." Tolak Sesil. "Jika aku memberitahukan kepada mereka, yang ada mereka tidak akan mengizinkan ku." lanjutnya.
Ceril dan Tian membuang nafas dengan kasar melihat keras kepala Sesil. Dan mau tidak mau Ceril akan membawa Sesil ke negara nya.
Malam hari.
Di lihat nya Tian sedang mengerjakan tugas nya di laptop sambil menyandarkan tubuh nya di sandaran ranjang.
"Dia memang sungguh tampan." batin Ceril melihat keseriusan Tian dalam mengerjakan pekerjaan nya.
Ceril mengenakan pakaian sexy, berjalan menghampiri Tian yang ada di ranjang. Naik dan menindih kaki Tian sambil mendekatkan wajah nya di depan wajah Tian.
"Sayang, apakah pekerjaan mu lebih menyenangkan dari pada melihat diriku?" tanya Ceril.
Tian beralih melihat Ceril. Mata nya seakan tidak percaya saat melihat dua buah d*d* yang menggantung di depan nya hanya dengan di tutupi kain tipis.
Gleek....
"Sial, kenapa dia selalu menggoda ku dengan pakaian lucknut ini. Setiap hari aku selalu menahan dan menahan, tapi selalu saja gadis nakal ini menggoda ku dengan pakaian pakaian aneh nya. Ingin sekali ku bunuh orang yang membuat pakaian ini dan ku hancurkan pabriknya." kesal Tian dalam hati.
Ceril tersenyum saat melihat arah pandangan Tian yang melihat d*d* nya.
'Kita lihat, apakah kau akan tergoda atau tidak saat melihat ku seperti ini lagi." batin Ceril tertawa.
__ADS_1
"Sial, aku ingin sekali mencicipinya." batin Tian
Tian mencoba menormalkan sikap nya.
"Ehem....Apakah anda sudah membereskan semua nya?" tanya Tian masih sesekali melirik benda kenyal itu.
"Sudah." ucap Ceril duduk di pangkuan Tian dan meletakkan laptop di meja samping ranjang.
"Tidurlah, agar besok tidak terlambat pergi ke bandara." ucap Tian melihat bibir Ceril yang ada di depan nya.
"Tapi aku ingin kau menemani ku malam ini. Bukankah setelah ini kita akan jarang bertemu apalagi bisa seperti ini." ucap Ceril mengalungkan tangan nya di leher Tian.
Wangi harum parfum Ceril masuk ke Indra penciuman nya, membuat Tian memejamkan mata menikmati wangi parfum itu.
Lama kelamaan bagian tubuh Ceril merasakan benda keras yang ada di bawah sana. Senyum terbit di bibir Ceril dan dengan nakal nya Ceril berbisik.
'Apakah kau benar tidak menginginkan nya? Lihat lah junior mu sudah bangun dan kurasa dia lebih pintar dari pada diri mu." bisik Ceril sambil menjilat ujung telinga Tian.
Tian yang benar benar sudah tidak bisa menahan langsung menekan tengkuk leher Ceril dan memberikan ciuman nya, menye**p nya dan melu**t nya.
Ceril menyambut ciuman itu tak kalah panas nya. Mereka berdua menikmati nya dengan semangat. Tangan Tian tidak hanya diam, masuk dan mengusap lembut paha putih nan mulus itu.
Merasakan itu sungguh membuat gelayar aneh dalam tubuh Ceril, ia melenguh saat merasakan sentuhan lembut itu.
Tian yang mendengar suara itu lebih memperdalam ciumannya. Memasukkan Lidah nya dan menyusuri rongga mulut serta membelit lidah manis Ceril dan bertukar salivana.
Ceril di buat terbang dengan kegiatan malam ini. Tian benar benar memanjakan nya. Memberikan sentuhan sentuhan lembut di tubuh nya. Dari mulai menyusuri leher dan turun kebawah dan kebawah. Semua nya di jelajahi oleh lidah Tian.
Pakaian sexy Ceril pun sudah di robek dan di buang oleb Tian kelantai. Baginya itu sungguh mengganggu kegiatan nya.
.
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞**Selamat membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like and komen serta vote nya. Dan selalu dukung karya ku ya**.