Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
KEGILAAN DUA SAUDARA


__ADS_3

Di kantor TYREND Crop's.


Dua insan yang memadu cinta di atas sofa akhirnya menyelesaikan kegiatan nya. Sisa peluh dalam permainan masih membekas di tubuh mereka.


Tian palsu menyandarkan tubuh nya di sofa, sedangkan Amira menyandarkan tubuh nya di pelukan Tian Palsu. Tian palsu masih mengatur nafas nya sambil mengelus kepala Amira.


"Apakah kau lelah?" tanya Tian palsu.


"Em.."Amira mengangguk. "Kau ternyata sangat kuat Tian, aku menyukai permainan mu." ucap Amira puas akan permainan yang Tian lakukan kepada nya.


"Apa kau juga suka?" tanya Amira.


"Em...Kau sangat nikmat, dan lihai. Sehingga membuat ku sangat puas." ucap Tian palsu


"Jadi apakah mulai sekarang kita memiliki hubungan?" tanya Amira.


"......." Tian palsu diam, memikirkan sesuatu. Amira yang melihat diam nya Tian berkata. "Ku harap kita selalu bersama seperti ini. Setelah apa yang kita lakukan ini jangan pernah menjauhi ku. Aku mencintai mu Tian." ucap Amira mengecup bibir Tian palsu.


Mendapatkan serangan lagi dari Amira, Tian palsu merasa di bangunkan kembali. "Baiklah mulai sekarang kau milik ku. Aku ingin kau selalu ada untuk ku." ucap Tian palsu menarik tengkuk Amira dan mencium nya.


Mereka berdua akhirnya berciuman kembali, saling menyes*ap bibir dan bertukar salivanya.


Tangan Tian palsu tidak terkontrol lagi, mencari benda empuk dan kenyal lalu merem*as nya dengan lembut sehingga membuat Amira mende*sah.


Aah...


Racau Amira dengan kelembutan yang di lakukan Tian.


Merasakan milik Tian kembali berdiri tegak, Amira tersenyum dan melepas dirinya dari cumbu*an Tian. Ia menunggingkan tubuh nya meminta Tian untuk melakukan nya lewat belakang. Tian yang melihat itu dengan senang hati mengabulkan permintaan Amira.


Tian yang kembali memasukkan milik nya di sambut senang oleh Amira dengan suara desa*han yang keluar dari bibir nya.


Ruangan Tian kembali menjadi saksi kegilaan dua orang yang sedang menikmati indah nya surga dunia.


Di kantor ADS Group.


David tersenyum senang saat mendapat pesan dari adik nya, jika dia berhasil membuat Tian tergoda dengan tubuh nya.


"Bagus, dengan ini Tian akan terjerat dengan Amira. Kau sungguh sangat pintar Amira sayang." gumam David tersenyum senang.


Dreet....Dreet....


Handphone David bergetar.


David mengambil dan mengangkat nya.

__ADS_1


"Ada apa Ma?" tanya David.


"Apakah adik mu bersama mu? Mama hubungi dia tidak mengangkat nya." ucap Navita.


"Tidak, Amira tidak bersama ku. Mungkin dia sedang bersama dengan teman nya sehingga membuat nya tidak mendengar panggilan Mama." ucap David berbohong.


"Oh, mungkin saja." ucap Navita. "Baiklah, Mama tutup telepon nya."


"Em.." jawab David setelah itu mengakhiri panggilan.


David meletakkan handphone nya di meja. Berfikir mungkin Amira sudah selesai dengan permainan nya, ia pun kembali mengambil gawai nya dan menghubungi Amira


Amira yang sedang bercinta mendengar handphone nya berdering. Ia mengambil dan di lihat nya David menghubungi nya.


"Ada apa kak?" tanya Amira masih dengan kegiatan nya.


Tian tidak perduli Amira berbicara dengan siapa, ia terus menghujam nya dari belakang, sehingga membuat Amira mende*sah di sela sela ia berbicara dengan David.


David yang mendengar desa*Han Amira mengernyitkan alisnya. "Apakah dia belum selesai?" Batin David.


"Apakah kau belum selesai sampai sekarang?" tanya David.


"Be..lum kak, Aah..." ucap Amira sambil mende*sah. " Tian Aah, ini Aah, nikmat. Terus Tian lebih cepat." racau Amira di Televon sehingga David mendengar nya


David yang mendengar suara adik nya mende*sah di bawah Tian palsu mengusap wajah nya kasar.


"Apakah itu sangat nikmat, sampai kau menikmati dan mengabaikan kakak?" tanya David tapi tak di respon Amira. "Hah, baiklah. Setelah selesai datang ke kantor kakak." pinta David memutus panggilan. Amira tidak memperdulikan perintah David, ia masih terus menikmati permainan Tian palsu.


Hingga beberapa jam akhirnya permainan mereka selesai. Amira dan Tian yang sama sama sudah puas akhirnya memakai pakaian nya kembali begitu pun dengan Tian yang sudah memakai pakaian lengkap nya.


"Aku pulang dulu, aku mencintai mu." ucap Amira memberikan ciuman singkat di bibir Tian.


"Em ...." Tian palsu mengangguk.


Amira pun akhirnya pulang setelah puas, ia membaca pesan dari kakak nya yang mengatakan untuk datang ke kantor. Amira yang membaca pesan David tersenyum.


"Aku yakin dia pasti marah." ucap Amira kembali memasukkan handphone nya kedalam tas, setelah itu pergi menuju kantor kakak nya.


David yang kesal karena mendengar Amira yang seperti nya menikmati permainan Tian palsu akhirnya meminta Sekertaris nya untuk masuk kedalam ruangan nya.


"Mila masuk ruangan ku."perintah David di telepon.


Mendapat perintah dari bos nya, Mila pun masuk kedalam ruangan David dengan pakaian nya yang selalu Sexy.


__ADS_1


"Tuan memanggil saya." ucap Mila setelah masuk.


"Duduk sini." pinta David untuk duduk di pangkuan nya.


Mila pun berjalan dan duduk di atas paha David


Mila sudah terbiasa dengan semua ini, karena mereka berdua sudah sering seperti ini. Selain cantik, Mila juga lihai dalam memuaskan David.


"Ada apa tuan? Kenapa meminta ku datang. Banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan." ucap Mila.


"Kau menolak untuk datang menemani ku?" tanya David.


"Tidak seperti itu." ucap Mila.


"Layani aku, aku ingin kepuasan dari mu." ucap David mulai meraba raba dan melepas pakaian Mila.


Mila hanya menurut jika tuan nya meminta, selain ia juga suka kenikmatan itu, ia juga akan mendapatkan imbalan uang dan kepuasan. Dengan senang hati Mila menyambut kenakalan David di tubuh nya.


Mereka saling bercum*bu dan akhirnya melakukan penyatuan di sofa, menikmati kegiatan panas dengan penuh gairah. Mereka berdua lupa tidak mengunci pintu karena terlalu asyik dengan kegiatan nya.


Hingga Dani masuk dan melihat kegiatan mereka berdua.


"Maaf tuan." ucap Dani yang tidak tahu tuan nya sedang bercinta


Dani hendak pergi takut menganggu kegiatan tuan nya dan sekertaris itu. Namun sebelum Dani beranjak, David menahan nya dan berkata.


"Mau kemana dan Ada apa?" tanya David masih menghujam milik Mila dari belakang.


Mendengar pertanyaan Tuan nya, Dani pun tidak jadi pergi dan berdiri tak jauh dari tuan nya. David tidak peduli jika ada yang melihat nya bercinta, ia masiih terus menghujam milik Mila dengan kuat, Mila pun juga malah menerima nya dengan senang tanpa malu di lihat oleh Dani. Fikir nya ini sudah biasa.


"Kita mendapatkan bantuan dana dari seseorang tuan. Namun orang itu memiliki syarat, saya belum menyanggupi syarat itu karena saya tidak berani sebelum mendapatkan persetujuan dari anda." ucap Dani melihat mereka berdua.


Dani sama sekali tidak risih melihat Mila dan tuan nya bercinta di depan nya. Sedangkan Mila malah semakin gila mengeluarkan suara suara desah*an nya.


.


.


.


.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žSelamat


^^^Membaca^^^

__ADS_1


Jangan lupa Like komen dan vote


...Jika perlu tekan love nya....


__ADS_2