
Tian kembali ke kamar nya untuk menemani Ceril tidur.
Sedangkan di Negara A, Nickel kelimpungan mencari adik nya yang pergi entah kemana. Nickel pun menghubungi Marx.
"Pi, Ceril hilang." ucap Nickel.
"Hilang? Hilang bagaimana?" tanya Marx
"Ya hilang Pi, dia tidak ada di rumah." ucap Nickel.
"Sudah kamu cari dimana adik mu?" tanya Marx.
"Sudah Pi, tapi tidak ada. Aku sudah tanya pada teman teman nya dan katanya Ceril tidak bersama dengan mereka." ucap Nickel.
......Marx diam, berfikir. Mungkinkah musuh Tian mengetahui tentang Ceril dan sekarang mereka menculik nya.
"Coba kau tanya pada teman teman Ceril lainnya, mungkin saja adik mu bersama dengan mereka." ucap Marx.
"Baiklah, nanti Nickel akan coba menghubungi teman nya." ucap Nickel. "Oh ya, apa Papi masih disana?" tanya nya.
"Ya, tapi Papi sudah mau berangkat pulang. Ini mau naik pesawat." jawab Marx.
"Baiklah. Hati hati Pi." ucap Nickel.
Panggilan pun berakhir.
Nickel mondar mandir di kantor nya sambil mengingat siapa teman Ceril lainnya. Cukup lama Nickel berfikir, sebuah nama teringat di otak nya, Sesil.
"Ya, Sesil. Gadis Agresif itu. Dia pasti tau dimana Ceril." gumam Nickel. "Ah, aku tidak punya No handphone nya, bagaimana ini?" tanya nya bingung sendiri.
"Mami, ya Mami pasti punya." ucap nya lagi.
Nickel menghubungi Selly untuk meminta no handphone Sesil. Setelah mendapatkan nya Nickel menghubungi Sesil.
"Hallo, siapa ini?" tanya Sesil
...... Nickel diam, mendengarkan suara Sesil yang menurut nya sangat merdu.
"Hallo." panggil Sesil **lagi** karena tidak ada sautan dari orang yang menelepon.
"Siapa sih. Nelvon tapi tidak mau bicara, kurang kerjaan saja." gerutu Sesil di telepon.
Nickel yang mendengar gerutuan Sesil tersenyum kecil. Lucu sekali fikirnya.
Nickel seakan lupa bahwa dia menelepon Sesil untuk apa.
__ADS_1
Sesil yang tidak mendapat jawaban dari penelpon, hendak mematikan. "Jika anda tidak mau bicara, saya akan mematikan panggilan ini." ucap Sesil dengan nada kesal.
Nickel yang mendengar langsung gelagapan. "Tunggu." tahan Nickel.
Sesil yang mendengar suara tak asing mengerutkan kening nya.
"Siapa anda? Seperti nya suara anda tidak asing?" tanya Sesil.
"Aku Nickel." jawab Nickel.
.......Sesil diam, tidak berkata.
Nickel yang tidak mendengar suara Sesil lagi melihat handphone nya, takut panggilan itu terputus.
"Nona Sesil." panggil Nickel.
.......Sesil tetap diam, namun setelah itu panggilan di putus.
Tut..
Nickel yang melihat panggilannya di putus, bingung. Kenapa Sesil mematikan panggilan nya, fikirnya.
Nickel kembali menghubungi Sesil.
"Eh, kenapa suara nya menjadi laki laki? Siapa ini? Aku tidak salah menghubungi seseorang kan?" batin Nickel sambil melihat nama kontak. "Tidak salah, benar ini nomor Sesil kok, gak salah juga. Tapi....."
"Siapa ini? Jika anda tidak ingin bicara, saya akan mengakhiri panggilan ini." ucap Roy.
"Tunggu, saya Nickel Alexander. Saya ingin menghubungi Nona Sesil, namun kenapa yang menjawab anda bukan Nona sesil. Apakah benar ini nomor Nona Sesil?" tanya Nickel.
"Benar, ini memang nomor Sesil. Apakah anda ada perlu dengan nya." tanya Roy
"Ya, ada sedikit yang ingin saya bicarakan dengan nya. Bisakah saya berbicara dengan nya tuan?" tanya Nickel.
"Sebentar ya, aku panggilkan dulu." ucap Roy dan Nickel pun mengiyakan.
Nickel tetap mendengarkan suara di telepon. Telinga nya mendengar sesuatu yang membuat dirinya tidak nyaman.
"Baby, ada yang menghubungi mu. Dia ingin bicara dengan mu." ucap Roy.
"Siapa?" tanya Sesil.
"Katanya nama nya Nickel Alexander. Coba kau bicara dengan nya, siapa tahu saja penting." ucap Roy.
"Malas ah. Suruh dia mengatakan pada mu, itu sama saja." ucap Sesil.
__ADS_1
Nickel yang mendengar Sesil yang seperti nya tidak ingin berbicara dengan nya, bingung. Bukankah sebelum nya dia sangat senang jika mendengar suara nya, apalagi mendengar nama nya, sudah di pastikan Sesil akan gila untuk mencari perhatian nya.
"Hallo tuan Nickel. Maaf ya, tapi seperti nya Sesil sedang sibuk. Jadi dia tidak bisa berbicara dengan anda. Jika anda ingin mengatakan sesuatu, anda bisa mengatakan nya kepada saya. Nanti akan saya sampaikan apa yang anda katakan." ucap Roy.
"Sibuk ya." ucap Nickel sedikit kecewa. "Baiklah. Sebenarnya saya hanya ingin bertanya, apakah Ceril adik nya ada bersama nya. Soal nya adik saya pergi dari rumah tanpa ada orang yang tahu." ucap Nickel dengan suara sedikit malas.
"Baiklah, nanti akan saya sampaikan." ucap Roy.
Setelah mengatakan kepada laki laki itu Nickel pun memutus panggilan. Namun setelah menghubungi Nomor Sesil suasana hati nya menjadi tidak tenang, merasa aneh.
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku kesal sekali saat mendengar seorang laki laki yang menjawab panggilan ku." batin Nickel.
"Ah, sial. Hati ku rasanya kacau. Siapa sih laki laki itu? kenapa dia bisa menjawab panggilan ku? Bikin kesal saja." ucap Nickel menggerutu kesal dan setelah itu melanjutkan pekerjaan nya untuk menghilangkan rasa tak menentu di hati nya.
.
.
.
Di tempat lain.
Tepat nya di Negara B.
Anak buah yang di minta Samuel untuk mengawasi transaksi perdagangan manusia ilegal sedang bersembunyi sambil mengambil gambar apa yang yang di lakukan oleh kelompok Mafia JOEGER dan rekan bisnis nya.
Setelah mendapatkan beberapa gambar, dia mengirim semuanya ke nomor Samuel. Samuel yang mendapat pesan masuk dari bawahan nya tersenyum menyeringai. Setelah itu dia mengirim pesan kepada pihak kepolisian Negara B, berupa informasi dan foto foto bukti transaksi dari kedua belah pihak.
Setelah mengirim pesan, Nomor yang di gunakan nya langsung di buang, dan dia meminta Arsen untuk menghapus semua nya agar kepolisian Negara B tidak bisa melacak asal nomor itu.
Kepolisian Negara B yang mendapatkan pesan itu langsung mencari kebenaran akan asli atau tidak nya informasi itu. Setelah menyelidiki ternyata itu benar adanya, pihak kepolisian pun langsung pergi menuju tempat dimana kelompok mafia JOEGER dan rekan nya melakukan transaksi ilegal perdagangan manusia.
.
.
.
.
💞💞💞💞
Selamat membaca
jangan lupa like komen dan vote
__ADS_1