Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
EMPAT TAHUN BERLALU.


__ADS_3

"Adam! Berani juga kau muncul di hadapan ku." Ucap Tian mencekik leher laki laki tua itu.


"Le…lepas." Ucap Adam meronta 


"Lepas! Hahaha… bagaimana mungkin aku melupakanmu setelah apa yang kau lakukan pada ku dulu." Ucap Tian semakin mencekik leher Adam Dan setelah itu melepas hingga Adam tersungkur di tanah.


"Kau Itu pantas mati." Ucap Tian menodongkan pistol nya 


"Tidak…." Teriak Adam dan…


Dooor …


Tian menembak dada Adam, dan sekali tembak tepat mengenai jantung nya dan akhirnya Adam pun mati.


"Kita tetap cari keberadaan Ceril." Perintah Tian 


"Baik tuan." Ucap Samuel mematuhi.


Semuanya mencari keberadaan Ceril, kekasih tuan nya. Namun sudah Berjam jam mencari mereka semua sama sekali tidak menemukan keberadaan keluarga Alexander, seolah mereka hilang di telah bumi secara mendadak.


...ππππππππππππ...


Beberapa hari pencarian hasilnya tetap sama tidak ada hasilnya. Seluruh anak buah Tian sudah di sebar di berbagai penjuru Negara, namun hasil nya tetap sama, mereka tidak menemukan keberadaan Ceril dan keluarga nya.


Arsen dan Dave yang ahli dalam meretas juga mencari, namun hasil nya tetap nihil sama sekali tidak menemukan jejak keluarga Alexander.


Benar benar keluarga Alexander bagaikan hilang di telan bumi.


Sedangkan Tian setelah membunuh Darius, kursi kerajaan NEVOLEON pun menjadi kosong. Namum Tian tetap mendiamkan nya, membiarkan kursi itu kosong sampai dia menemukan wanitanya. Dia mempercayakan untuk mengurus kerajaan itu kepada Jon dan Daren, sedangkan dia akan terus mencari keberadaan Ceril di manapun itu berada.


Tak terasa pencarian Tian memakan waktu yang cukup lama, hingga tahun pun berganti. Namun kenyataan nya Ceril belum juga di temukan. Hal itu membuat frustasi Tian, Tian sama sekali tidak memiliki semangat dalam melakukan apapun. Untung saja ada anak buah nya yang setia menjalan kan semua tugas nya dengan baik.

__ADS_1


"Dimana kamu sayang, aku mencari mu di seluruh dunia, namun sama sekali tidak menemukan keberadaan mu. Aku lelah menunggu mu." Ucap Tian yang seperti sudah pasrah akan takdir nya kehilangan wanita pujaan nya 


Sudah 4 tahun Tian terus mencari, namun sampai sekarang Tian belum bisa menemukan keberadaan keluarga Alexander. Tian selalu datang ke kediaman Alexander namun kediaman itu selalu kosong. Dia bertanya kepada Asisten Marx maupun Nickel, namun jawaban nya tetap tidak mengetahui keberadaan tuan mereka.


Tian menghela napas dengan kasar.


"Tuan." Sapa Samuel.


Em…jawab Tian malas melihat Samuel yang juga tidak becus menemukan Ceril


Samuel diam, bingung mau berbicara. Dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Jika kau tidak mau bicara pergilah." Ucap Tian


"Em, begini Tuan. Ada beberapa petinggi kerajaan ingin bertemu dengan Anda. Mereka ingin membicarakan tentang tahta yang kosong, dan warga juga meminta anda untuk segera menduduki tahta itu." Ucap Samuel.


Hah…..


Tian sungguh di buat pusing dengan semuanya. Selain menjadi ketua Mafia, dia juga sebagai seorang Presdir di perusahaan TYREND CROP'S. Dan sekarang akan di tambah lagi dengan jabatan baru nya menjadi Raja kerajaan NEVOLEON, RAJA TIAN DOMINIC.


Tian menghela nafas lagi. Entah sudah berapa kali Tian menghela napas, Samuel yang mengerti hanya bisa diam dan membantu Tuan nya.


"Beritahu mereka, nanti malam aku akan menemui mereka semua." perintah Tian.


"Baik tuan." Jawab Samuel.


Samuel pun pergi setelah menyampaikan semua nya, sedangkan Tian berdiri menatap dirinya di cermin. Wajah nya tetap sama hanya saja dia sedikit pucat mungkin karena kurang nya tidur selama ini.


Malam hari, Tian sudah duduk di kursi dimana tempat rapat pada petinggi kerajaan berada. Dilihatnya semua sudah berkumpul. Para petinggi itu menatap Tian sekilas, namun yang mereka lihat tatapan itu seperti ingin menguliti tubuh mereka.


"Silahkan dimulai." Ucap Tian membuka suara nya, suara khas seorang pemimpin.

__ADS_1


"Yang mulai pangeran, maaf mengganggu waktu anda." Ucap petinggi 1 mulai berbicara


Em…jawab Tian membuat seorang petinggi itu jadi gerogi dan sedikit takut berbicara, takut mereka salah dan akhirnya di bunuh.


"Tuan." Panggil Samuel yang berdiri di samping nya.


"Apa?" Tanya Tian menoleh


"Bisakah anda jangan seperti itu! Anda membuat mereka takut dengan anda." Ucap Samuel pelan.


Tian menatap para petinggi itu satu persatu, dan benar apa yang di katakan Samuel. Tian pun kembali menghela napas.


"Bicaralah." Perintah Tian dengan nada bersahabat.


"Sebelum nya saya mohon maaf tuan, jika saya berbicara salah tolong jangan bunuh saya." Ucap petinggi 1, Tian yang mendengar mengerutkan keningnya. "Mereka sungguh sangat takut dengan ku".


"Lanjutkan." Perintahnya 


"Sudah 4 tahun berlalu Tuan, saya tahu anda sedang terus berusaha. Tapi kami semua sebagai petinggi kerajaan hanya ingin meminta anda untuk segera menduduki tahta yang sudah kosong sejak lama itu Pangeran. Di luar sana semuanya berharap Pangeran segera menjadi Raja baru dan merubah semua peraturan sebelum nya, berharap anda menjadi Raja yang bijak dan bisa mengayomi masyarakat." Ucap Petinggi 1.


Tian yang mendengar mengerutkan kening menatap Samuel. "Apakah peraturan nya belum di rubah?" Tanya Tian.


"Belum Tuan, karena peraturan itu hanya bisa di absah kan oleh Raja Tuan. Jika anda belum Jadi Raja, maka semua nya akan tetap sama." Jawab Samuel.


Hah…lagi lagi Tian menghela napas 


"Baiklah, rubah semua nya. Aku akan mengumumkan Dekrit itu dan mendatanginya langsung. Persiapkan semuanya, aku ingin upacara pengangkatan ku di lakukan besok." Ucap Tian.


"Baik pangeran." Ucap semua nya kompak.


__ADS_1


__ADS_2