Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PAKAIAN LUCKNUT


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Nesa sekertaris.


"Apakah menurut mu wajah ku bermasalah?" tanya Samuel.


Nesa mengernyitkan alisnya bingung mendengar pertanyaan Samuel.


"Coba lihat, apakah wajah ku bermasalah?" tanya nya lagi.


"Tidak ada yang salah tuan, menurut ku wajah anda tampan." puji Nesa.


"Em...."Tidak ada masalah ya! Tapi kenapa tuan tadi....." ucap Samuel. "Ah sudahlah, lanjutkan pekerjaan mu." sambung nya, lalu pergi meninggalkan Nesa yang bingung.


Di tempat lain.


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, Tian dan Ceril akhirnya sampai di Mall TR, Mall terbesar di negara C.


Tian keluar dari mobil terlebih dahulu, namun beberapa detik menunggu Tian sama sekali tidak melihat Ceril keluar dari mobil. Tian menghela nafas karena ia tahu maksud dari Nona Muda nya ini.


Tian berputar mengitari mobil dan membukakan pintu. Tangan Ceril keluar meminta Tian menyambut tangan nya.


Tian menyambut uluran tangan seperti seorang pengawal yang menyambut kedatangan tuan putri nya.


"Silahkan Nona." ucap Tian.


Ceril terkekeh melihat wajah Tian yang sedikit kesal karena ulah nya. "Aku tambah cinta deh melihat mu seperti ini." ucap Ceril memberikan hadiah kecupan di pipi.


Kaget itulah yang di rasakan Tian.

__ADS_1


"Ayo." ucap Ceril lebih dulu pergi meninggalkan Tian yang masih bengong sambil mengayun ngayunkan tas nya.


Setelah sadar, Tian langsung menyusul Ceril yang lebih dulu masuk sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Ceril yang seperti anak kecil.


Ceril menengok kebelakang sambil memberikan senyum manis nya, menghampiri dan merangkul lengan, mengajak Tian berbelanja melihat barang barang yang dia sukai.


Masuk ke toko pakaian


"Apakah ini bagus?" tanya Ceril menunjukkan baju sexy.


Tian menggeleng kan kepala tanda ia tidak suka.


"Kalau ini?" tanya nya lagi.


"Tidak." jawab Tian duduk di kursi sambil melihat Ceril yang sibuk memilih pakaian, Ceril terus bertanya apakah bagus, tapi Tian terus menerus menjawab tidak tidak dan tidak.


"Kenapa semua nya tidak." kesal Ceril sambil cemberut, Tian sama sekali tidak memperdulikan ceril yang sedang merajuk dan kesal.


"Tapi aku belum membeli pakaian." ucap Ceril yang terus di tarik keluar. "Oh tidak pakaian sexy ku." teriak Ceril sambil melihat toko yang ia tinggal.


Setelah cukup jauh.


"Lepas." ucap Ceril melepas tangan nya. "Kau tidak boleh mengatakan tidak saat aku membeli nanti." lanjutnya masuk kedalam toko pakaian lainnya. Tapi lebih parah nya Ceril malah masuk kedalam toko khusus ligeria.


Tian yang melihat menghela nafas.


"Ya tuhan, apa apaan gadis nakal itu. Apa ini? Kenapa dia malah masuk kedalam toko pakaian Luknut." Batin Tian tidak bisa berkata apa apa lagi.

__ADS_1


Namun ia tetap mengikuti Ceril masuk kedalam. Di lihat nya banyak pasang mata wanita menatap ke arah nya sambil berbisik bisik.


"Sini." tarik Ceril mendekat. "Lihat, bagus tidak." ucap Ceril memperlihatkan ligeria sexy berwarna hitam.


"Em...." malas Tian dalam menjawab, jika ia menjawab tidak, pastinya gadis nakal nya akan marah dan merajuk dan akhirnya akan menyusahkan nya nanti.


"Baiklah, aku akan mengambil ini, ini dan ini." ucap Ceril mengambil ligeria hitam dan warna lainnya. "Apa kau suka jika aku memakai nya di depan mu." bisik Ceril nakal di telinga Tian sambil menyerahkan ke pihak petugas toko untuk di hitung harga nya.


"Kau yang bayar." perintah Ceril.


"Kenapa aku?" tanya Tian.


"Is, kau ini mau pelit dengan ku. Uang mu itu juga uang ku. Jadi jika aku meminta mu untuk membayar kau harus membayar." ucap Ceril. "Dia yang bayar mbak." lanjutnya kepada pekerja toko.


Terpaksa Tian membayar semua belanjaan Ceril.


Setelah selesai membayar, Tian masih terus mengikuti Ceril belanja keperluan yang di inginkan hingga sore hari.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat membaca


jangan lupa like dan komen serta vote nya.


__ADS_2