Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
GAGAL


__ADS_3

Malam ini Tian sungguh di buat mabuk kepayang oleh kelakuan Ceril. Ceril terus dan terus menggoda hingga Tian benar benar tidak bisa menahan lagi.


Mengukung Ceril di bawah nya dan memberikan sentuhan sentuhan lembut di tubuh itu. Memberi kecup*n hingga membuat kulit putih Ceril membekas ke merah merahan.


Saat ini kedua sudah tanpa busana. Tian yang seorang laki laki penuh pendirian dan tidak ingin merusak wanita akhirnya gugur juga dengan godaan Ceril. Saat ini Tian di atas tubuh Ceril, melihat wajah cantik yang sudah kacau di bawah Kukungan nya. Bagaimana tidak! Tian benar benar lihai walaupun sebenarnya nya ini kali pertama Tian melakukan nya.


Saat siap melakukan pertempuran nya, tiba tiba pintu kamar di ketuk oleh seseorang.


Tok...Tok...Tok...


"Tuan." panggil Samuel.


Ya, benar yang mengganggu mereka adalah Samuel. Samuel yang tidak tahu diri, mengganggu dua insan yang sedang asyik menikmati kegiatan malam.


Ceril dan Tian yang mengenal suara itu mendengus kesal.


"Dasar asisten sialan." maki Ceril dalam hati.


"Berani nya dia menganggu ku, awas kau." kesal Tian dalam hati "Jika itu tidak penting, akan ku gantung kau." lanjutnya.


Tian melihat wajah cantik di bawah nya. Di lihat nya Ceril sedang bersungut-sungut tanda dia kesal.


'Aku akan menemui nya." ucap Tian memberikan kecupan di kening dan mengambil pakaian dan memakai nya. Setelah itu dia pergi untuk menemui Samuel sialan.


"Gagal sudah." gumam Ceril setelah itu menarik selimut dan tidur. Ia tahu jika Samuel datang pasti nya itu sangat penting dan dia tidak perlu menunggu nya karena ia tahu pasti dia akan lama.

__ADS_1


Di ruang kerja Tian.


"Apa yang ingin kau sampaikan malam malam begini. Kau mengganggu tidur ku saja." ucap Tian dengan nada kesal.


"Malam!? Inikan masih jam 9 Tuan. Tidak seperti biasa nya anda tidur di jam segini." batin Samuel. "Apakah aku benar benar mengganggu tidur nya sehingga dia nampak sangat marah dan kesal?" lanjutnya.


"Maaf tuan jika saya mengganggu waktu tidur anda." ucap Samuel lebih baik meminta maaf.


"Katakan?" tanya Tian.


"Orang yang anda minta itu sekarang sudah berhasil masuk di markas Joeger. Dan beberapa hari ini dia sudah mendapat sedikit informasi mengenai mafia itu." ucap Samuel.


"Apa yang dia dapat?" tanya Tian.


"Dia berhasil mendapat kan informasi dimana mereka menempatkan sejumlah senjata dan barang barang dagangannya." ucap Samuel


"Masih saya Selidiki Tuan." ucap Samuel.


"Kau mengirimkan seseorang untuk menata matai di kediaman mereka?" tanya Tian.


"Benar tuan. Saya mengirim seorang wanita terlatih untuk menyamar menjadi asisten rumah tangga di kediaman itu." ucap Samuel.


"Bagus. Dan ingatkan dia jangan sampai ketahuan." ucap Tian


"Apakah kau sudah mengurus perusahaan itu?" tanya Tian.

__ADS_1


"Sudah Tuan. Saya memasukkan beberapa orang kita ke perusahaan itu, anda tenang saja, serahkan semuanya pada saya." ucap Samuel percaya diri dengan kemampuan nya.


"Em...Oh ya besok aku akan mengantarkan Ceril sampai bandara negara A. Kau urus disini, awasi terus semua nya dan jangan lengah." ucap Tian memperingati.


"Baik Tuan." ucap Samuel. "Apakah Tuan tidak ingin saya antar?" tanya nya


"Tidak perlu, ada beberapa pasukan bayangan yang akan mengawal ku. Kau tidak perlu khawatir." ucap Tian.


"Baik tuan." ucap Samuel.


Setelah semua nya selesai, Samuel kembali ke Apartement nya. Sedangkan Tian kembali ke kekamar.


Ckleek.


Tian membuka pintu.


Dilihat nya Ceril sudah tidur dengan bergelung dengan selimut. Senyum terbit di bibir nya. Berjalan menghampiri dan naik di ranjang, menarik tubuh dalam balutan selimut kedalam dekapan nya. Setelah itu tidur, menyusul mimpi Ceril.



💞💞💞💞💞💞💞💞


^^^💞💞💞💞💞💞💞💞💞^^^


**Selamat membaca.

__ADS_1


Jangan lupa like and komen serta vote nya.


Mohon dukungan nya**.


__ADS_2