Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
AMORA DAN ALDIRCH (BABY CERIL)


__ADS_3

Arsen, Samuel dan Tian hanya menggelengkan kepala melihat Ceril yang pikiran nya selalu mesum itu.


"Sayang, mungkin semua itu tidak benar. Tapi memang sih, dari laporan pengawal bayangan yang mendampingi mereka, Aldirch memang dekat dengan seorang wanita," jawab Tian


"Benarkah? Jika itu benar, ah seneng nya aku akan segera memiliki menantu," ucap Ceril yang semangat dan semangat.


"Masih lama sayang. Katanya wanita itu masih sekolah," Jawab Tian.


"Sekolah! Benarkah?" jawab Ceril tidak percaya dan di angguki Tian, mengatakan jika itu benar.


.


.


.


Di kontrakan Chloe, Aldirch sudah bangun dan Amora meminta Al untuk menghubungi ibunya yang baru saja menelepon.


"Al, maaf tadi aku lancang mengangkat panggilan di telepon mu. Tadi Mommy mu menghubungi mu, dan aku sudah membangunkan mu, namun kamu tidak bangun juga. Dan akhirnya aku mengangkat nya. Mommy mu meminta agar kamu nanti menghubungi nya," jelas Amora duduk di samping Al.


"Oh baiklah, akan ku hubungi Mommy sebentar kalau begitu," Amora mengangguk dan Aldirch pergi keluar menghubungi Mommy nya.


.


.


"Hallo Baby ku," jawab Ceril senang melihat Putra tersayang nya menghubunginya.


"Mom, aku bukan anak kecil lagi ya! Aku sudah besar. Jadi jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan itu," kesal Aldirch kepada Ceril karena masih saja di panggil Baby oleh Mommy nya itu. Menurutnya itu sungguh sangat menyebalkan dan memalukan.


Ceril yang ada di istana bersama Tian, Samuel dan Arsen terkekeh mendengar nada kekesalan Aldirch.


Tian hanya menggelengkan kepala melihat Ceril yang suka membuat putra nya itu kesal, sudah tahu jika Al benci di panggil Baby, namun tetap saja istri nya itu suka mencandai nya.


"Oh, baiklah-baiklah," jawab Ceril. "Oh ya, tumben kamu menghubungi Mommy?" Ceril lupa bahwa tadi dia berpesan kepada Amora untuk meminta Al agar menghubungi nya.


"Mom, bukan kah Mommy tadi meminta Al untuk menghubungi Mommy?" tanya Aldirch memutar bola mata nya malas. Pikir nya Mommy nya ini benar benar sudah tua, karena suka sering pikun.

__ADS_1


"Oh, benarkah?"


"Mom...."


"Ok ok, Mommy ingat. Jangan marah lagi," jawab Ceril tahu putra nya sudah sangat sangat kesal.


"Siapa wanita itu?" tanya Ceril penasaran dan ingin mendapatkan jawaban dari putra tersayang nya itu sendiri.


"Siapa?" tanya Aldirch yang pura pura tidak tahu.


"Jangan pura pura tidak tahu apa maksud Mommy Al! Mommy tidak ingin ada yang kau sembunyikan," jelas Ceril yang kepo.


"Wanita yang mana sih Mom?"


"Yang menjawab panggilan Mommy."


"Tidak ada tuh! Mungkin Mommy salah kali!"


"Jangan membodohi Mommy ya! Cepat katakan! Jika tidak, akan ku pecat kau jadi anak ku," kesal Ceril karena rasa penasaran nya tidak di jawab juga oleh Al.


Aldirch yang ada di teras kontrakan Chloe terkekeh mendengar Mommy nyebelin nya menjadi kesal. "Dia kekasihku Mom," jawab Aldirch akhirnya jujur.


"Sayang, putra mu benar benar memiliki pacar! Dia laku juga," ucap Ceril pada Tian.


Aldirch yang masih mendengar mendengus kesal. Jelas saja dia laku, dia itu tampan, kaya, putra mahkota. Tapi Mommy nya ini malah memiliki pemikiran yang aneh, menganggap dirinya tidak laku.


"Mom, jelas aku laku. Aku ini tampan," kesal Aldirch keras. Amora yang ada di dalam hanya menaikkan satu alisnya tanda tidak mengerti.


Ceril yang mendengar langsung terkekeh karena ternyata putra nya mendengar apa yang dikatakan nya kepada Tian. "Kau mendengarnya ternyata?"


"Tentu saja Mom. Oh ya Mom, katanya Mommy meminta ku untuk menghubungi kembali, memang apa sih yang ingin mommy katakan, sampai meminta Al untuk kembali menghubungi Mommy? Apakah itu penting?" Ucap Aldirch sudah tidak ingin membahas tentang dirinya, dan mengalihkan nya ke niat awal dia menghubungi Ceril, ingin tahu apa yang ingin di katakan Mommy nya kepada nya.


"Oh ya, Mommy lupa. Kamu bicara dengan Daddy mu saja, dia yang akan mengatakan nya," ucap Ceril menyerahkan ponsel nya kepada Tian.


Tian mengambil Ponsel itu dan berkata, "Bagaimana kabar mu?"


"Baik Dad, Daddy sendiri?"

__ADS_1


"Daddy baik begitupun juga dengan Mommy dan keluarga," jawab Tian. "Oh ya Daddy ingin mengatakan kepada mu, lusa kalian berdua harus pulang. Ada acara pertemuan di kerajaan. Jadi Daddy harap kau datang,"


"Daddy sudah bicara dengan Princess?" tanya Aldirch


"Kau nanti bicaralah dengan nya."


"Baiklah, nanti aku akan bicara dengan nya," jawab Aldirch


"Ingat! Jangan sampai lupa. Dan jaga diri kalian disana,"


"Baik Dad," jawab Aldirch dan menutup panggilan.


Aldirch kembali masuk setelah berbicara dengan Tian. Di lihat nya Amora sudah selesai dengan pekerjaannya. "Sudah selesai?"


"Sudah."


"Oh ya, lusa aku harus pergi. Daddy dan Mommy meminta ku untuk kembali. Tidak apa apakan jika aku pergi?" tanya Aldirch menatap Amora.


"Pergilah, mungkin mereka merindukan mu," jawab Amora mengangguk.


.


.


.


Hari ini adalah hari kelulusan Amora. Amora duduk di kursi menunggu pihak keluarga datang. Namun sampai acara hampir selesai, kedua orang tua nya belum juga terlihat. Amora diam, hati nya merasakan kesendirian nya. Aldirch juga tidak datang karena tadi dia sudah mengirimkan pesan bahwa tidak bisa hadir di karenakan ada kesibukan.


...


...


...


...


...

__ADS_1


...


Maaf ya, Autor benar benar sibuk. Tempat mbak sedang sepasaran bayi.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2