
Renata benar-benar datang ke pesta pernikahan Haris dan Novita. Sesampainya di tempat itu, Renata yang sedang berbadan dua menghampiri mereka yang sedang berada di pelaminan. Banyak mata yang melihat ke arah dirinya.
Setelah sampai di depan Harris, Renata berkata. "Haris jangan lakukan ini padaku, aku mohon. Bagaimana denganku dan juga anak ini jika kau menikah dengan nya?" tanya Renata. "Kenapa kau seakan tega meninggalkan kami hanya demi wanita licik yang ada disampingnmu itu." ucap Renata.
Haris yang melihat Renata datang ke acara pernikahannya seakan tidak percaya, fikirnya Renata tidak mungkin akan datang ke acara pernikahan nya.
Navita yang mendengar Renata mengatakan dirinya wanita licik tidak terima, dia berkata. "Apa maksudmu Renata? Kenapa kau mengatakan bahwa aku wanita licik?"
"Karena kau memang wanita licik dan juga jahat." ucap Renata. "Kau merebut Haris dariku dengan cara menjijikkan, mengganti foto dengan wajah ku. Bukankah Sudah jelas bahwa postur tubuh itu adalah milik mu." ucap Renata marah.
"Ha...Ha..Ha..kau lucu sekali Renata, sudah jelas jelas di foto itu adalah wajah mu, kenapa kau malah mengatakan jika itu aku? Dan Kenapa kau juga menyalahkan diriku dan mengatakan aku merebut Haris darimu? Bukankah sudah jelas jelas Haris berpaling darimu karena ulahmu sendiri yang menjadi wanita jala**ng karena suka bergonta-ganti pasangan." ucapan Navita.
"Aku bukan Wanita yang menjijikkan seperti itu, aku yakin semua ini adalah ulahmu." ucap Renata.
"Kenapa kau menuduhku lagi." ucap Navita tidak terima. Novita beralih menatap Harris, dan berkata." Lihatlah wanita yang selama ini kau cintai itu haris, dengan tidak tahu malunya dia malah menuduh ku, mengatakan bahwa aku lah pelakunya. Seharusnya dia itu mengaca pada dirinya sendiri, bukan malah menyalahkan orang lain." adu Navita kepada Harris
Haris yang mendengar dua wanita bercocok di depan matanya pun menjadi geram dan marah. "Sebenarnya apa mau mu?" tanya Haris kepada Renata
"Aku ingin kau membatalkan pernikahanmu dengannya." tunjuk Renata kepada Navita
"Lalu kau ingin aku menikah denganmu begitu?" tanya Haris
"Ya, karena akulah yang lebih pantas untukmu dari pada dia. Dan kau pun juga harus bertanggung jawab kepada anak yang ada di dalam kandunganku ini." ucap Renata.
"Hahaha .....Kau benar benar lucu Renata. Sudah jelas-jelas kau berselingkuh di belakangku, bermain dengan banyak laki-laki sehingga kau hamil. Dan kini kau memintaku untuk bertanggung jawab atas bayi yang belum jelas asal usul nya itu." ucap Harris terkekeh geli. "Sungguh itu sangat konyol sekali."lanjutnya
"Tapi di dalam rahimku ini benar benar benih mu Ris. Aku tidak pernah berhubungan dengan laki-laki selain dirimu. Kenapa kau tidak pernah percaya kepadaku? Bukankah kau sendiri yang lebih tahu siapa aku." ucap Renata sambil menangis
Haris diam berfikir, hatinya tidak menyangkal bahwa memang Renata adalah wanita pertama yang dia sentuh namun egonya berkata lain setelah melihat foto-foto yang diberikan Mamanya
Haris lebih percaya kepada bukti nyata yang ada di depannya daripada pengakuan Renata.
__ADS_1
"Cukup Renata, Aku sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan mu. Dan jangan berharap meminta pertanggungjawaban ku kepada bayi yang tidak jelas itu." ucap Harris. "Sekarang pergilah, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi." usir Haris sambil memeluk pinggang Navita mesra.
''Aku tidak akan pergi." ucap Renata. Jika pun kau ingin menikahi Navita, baiklah, aku akan setuju. Tapi kumohon nikahi aku juga, aku tidak ingin anak ini lahir tanpa seorang ayah."
"Itu urusanmu bukan urusan Haris." sela Navita
"Kau itu sungguh tak tahu malu." cibir Haris menatap jijik Renata
Percekcokan pengantin itu dengan Renata membuat seluruh tamu undangan saling berbisik-bisik. Haris yang melihat merasa tidak nyaman, karena acaranya diganggu oleh Renata
Takut banyak yang mencibir nya nanti, Haris pun memanggil satpam. "Penjaga....penjaga." teriak Harris memanggil
Penjaga yang dipanggil itu pun datang, dan berkata. "Ada apa Tuan."
"Serat wanita itu, wanita gila yang ingin menghancurkan acara pernikahanku." ucap Harris
Renata yang mendengar seakan tidak percaya bahwa Haris mengatai dirinya gila. "Tidak!! Aku tidak gila." ucapan Renata
"Cepat seret wanita itu keluar." perintah Navita
"Jangan biarkan dia lepas, cepat seret dia. Aku tidak ingin melihat wajah menjijikan nya itu." pinta Harris
"Lepas, lepaskan aku. Kenapa kau melakukan ini pada ku Ris? Kenapa?" tanya Renata tidak terima dan tak percaya.
"Itu karena aku tidak ingin melihat wajah jala**ng mu." hina Harris.
"Aku bukan wanita ****** Ris. Aku bukan wanita yang seperti kau tuduhkan." ucap Renata.
"Cepat bawa dia pergi dari tempat ini, aku sudah muak melihat wajah nya." perintah Navita kepada penjaga.
Renata yang dicekal oleh penjaga menatap kearah dua pengantin itu dengan tatapan tajam, Air mata nya luruh dengan deras. Tatapan itu seakan penuh dengan kesediah dan kebencian.
__ADS_1
Hinaan hinaan yang dilontarkan kepadanya sungguh membuat hatinya sangat sakit, apalagi kata itu diucapkan oleh bibir laki-laki yang sangat dia cintai. Renata menangis dan berkata. "Perlakuanmu ini akan aku ingat sampai aku mati. Ingatlah ini, suatu saat kau pasti akan merasakan apa yang kurasakan Haris. Jika pun aku tidak bisa membuatmu menderita, aku berharap anak yang ada di kandungan ku akan membuatmu menderita.
"Anak yang tidak kau aku ini suatu saat akan membalaskan rasa sakit hatiku ini, ingat lah baik baik sumpah ku ini." ucap Renata sambil menangis
Setelah Renata mengucapkan sumpahnya, Renata pun diseret oleh penjaga sampai keluar gedung dan didorongnya hingga ia terjatuh
Ah...
Rntih Renata merasakan sakit di perutnya, Renata memegang perutnya dan mencoba berdiri. Ia berjalan tertatih-tatih meninggalkan gedung mewah itu menuju kediamannya sambil membawa luka dihatinya.
POV HARIS AND.
Haris menangis mengingat perlakuannya dulu kepada Renata, sekelebat bayangan dia juga mengingat seorang anak kecil datang kepadanya mengatakan bahwa dia adalah anaknya nya. Dan diapun juga mengingat perlakuannya kepada anak kecil itu, tidak mengakui bahwa anak kecil itu adalah putranya. Padahal sudah jelas-jelas anak itu membawa sebuah kalung yang dulu pernah ia berikan kan kepada wanita yang sangat dia cintai.
"Maafkan papa, maafkan papa nak." batin Harris menangis menyesal.
Tapi penyesalan itu sudah tidak ada artinya karena anak yang tidak diakui nya sudah sangat membencinya.
.
.
.
.
.
Selamat membaca.
Jangan lupa like nya, komen dan juga vote nya.
__ADS_1
Selalu dukung karya autor, dan tunggu bab bab selanjutnya.
Love Love