Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
MAFIA JOEGER


__ADS_3

"Sana pergi." perintah Tian kepada Samuel.


"Baik Tuan." ucap Samuel menurut, namun sesekali masih melihat Ceril dalam dekapan Tuan nya.


"Samuel......." geram Tian melihat Samuel masih mencuri curi pandang.


"Pelit sekali." gumam Samuel lirih.


"Apa kau bilang? Cepat pergi sana." usir Tian


"Baik." jawab Samuel pergi meninggalkan kedua nya.


Melihat Samuel sudah pergi, Tian memegang bahu Ceril dengan kedua tangan nya.


"Kenapa nakal sekali, tidak mau di bilangin." ucap Tian dan membopong Ceril pergi ke kamar.


Ceril dengan cepat mengalungkan tangan nya.


"Aku haus, ingin minum." ucap Ceril dalam gendongan.


"Minum nanti saja, setelah mandi dan berganti pakaian." ucap Tian masih dengan nada sedikit kesal.


"Baiklah." patuh Ceril menyandarkan kepalanya di dada bidang Tian.


Tian menaiki tangga satu persatu. Setelah sampai.


"Buka pintunya." perintah Tian agar Ceril membuka pintu kamar karena dia tidak bisa membuka nya.


Ckleeek....


Tian membawa masuk Ceril dan langsung menuju kamar mandi. Menurunkan tubuh langsing itu.


"Mandilah, aku akan berangkat sekarang." ucap Tian.


"Apakah aku harus mandi sendiri?" tanya Ceril mengerling kan mata.


"Tian mengernyitkan alis nya. "Apakah dia meminta ku untuk memandikan nya?" batin Tian. "Sebenar nya ingin sekali aku memandikan gadis nakal ini, tapi......." lanjutnya.


"Aku harus pergi sekarang." ucap Tian melihat jam di pergelangan tangan nya dan pergi meninggalkan Ceril yang masih diam berdiri.


Melihat Tian sudah pergi, Ceril melepas pakaian nya dan mengisi bathub untuk mandi nya nanti.


.


.


.


Di kantor TYREND Cor'p.


Setelah beberapa menit perjalan Tian dan Samuel sudah sampai di perusahaan.


Mereka berdua berjalan memasuki perusahaan.

__ADS_1


"Tuan, perusahaan Anderson meminta kita bertemu nanti siang di Restoran xx untuk membahas kerja sama." ucap Samuel mengikuti Tian yang berjalan dengan langkah lebar.


"Em...." jawab Tian singkat.


"Apakah Tuan masih marah dengan ku?" Batin Samuel. "Ah ..sudah lah biarkan saja." lanjutnya


Mereka berdua memasuki lift menuju lantai paling atas.


Ting ...


Pintu lift terbuka.


Mereka berdua berjalan masuk keruangan mereka masing masing.


Tian duduk di kursi kebesaran nya, memeriksa berkas berkas yang ada di meja kerja nya.


Ckleek....


Pintu di buka.


Tian yang mendengar mendongak melihat siapa yang datang dan ternyata itu adalah Samuel.


"Ada apa?" tanya Tian melanjutkan pekerjaannya.


"Sepuluh menit lagi rapat akan kita mulai Tuan." ucap Samuel.


"Em...baiklah." jawab Tian masih sibuk.


Dilihat nya Marco menelepon nya.


"Ada apa? Jika tidak penting awas kau." ancam Tian.


Glek.... Di sana Marco menelan ludah saat mendengar suara tuan nya yang seperti nya sedang kesal.


"Tuan saya sudah menemukan siapa yang berhianat di markas kita." jawab Marco.


"Em...Siapa yang memerintah nya?" tanya Tian.


"Dia ternyata di perintah oleh seseorang dari negara C. Dia tidak mengaku siapa yang memerintah. Hanya saja saya sudah sedikit memiliki petunjuk, seperti nya dia adalah dari kelompok Mafia Joeger." jelas Marco.


"Mafia Joeger?" fikir Tian. Sudah kau bereskan dia?" tanya Tian.


"Sudah Tuan, saya sudah memberikan tubuhnya kepada peliharaan Tuan." jawab Marco.


"Bagus. Dan untuk kelompok itu selidiki." perintah Tian.


"Saya sudah memerintah satu anggota pengintai untuk masuk kedalam kelompok itu Tuan." ucap Marco.


"Apakah dia bisa diandalkan?" tanya Tian.


"Bisa Tuan. Saat ini dia sudah berada di negara C untuk menjalan kan tugas." ucap Marco.


"Suruh dia menemui ku." ucap Tian.

__ADS_1


"Baik Tuan." ucap Marco.


Setelah itu Tian mengakhiri penggilan dan pergi untuk memulai rapat.


...🌴🌴🌴...


Siang hari nya.


Tian dan Samuel bersiap untuk pergi ke Restoran xx.


Di Restoran xx, David dan Amira sudah menunggu kedatangan Tian.


David membawa Amira berencana mendekatkan kedua nya, dia berharap adiknya dapat memikat laki laki muda yang sukses itu.


Amira sempat menolak karena ia hanya tertarik dengan Tian laki laki pujaan nya.


Lama menunggu akhirnya yang di tunggu pun sampai.


"Maaf Tuan David membuat anda menunggu lama." ucap Tian menjabat tangan.


"Tidak apa apa Tuan Tian." Ucap David membalas jabatan tangan. "Oh ya silahkan duduk tuan tuan." lanjutnya dan di angguki kedua nya.


Tian dan Samuel duduk di kursi yang sudah di sediakan. David memesan kan minuman untuk kedua nya terlebih dahulu.


"Oh iya Tuan, perkenalkan ini adik saya Amira." ucap David memperkenalkan.


Amira yang tidak mengira rekan bisnis kakak nya adalah Tian laki laki pujaan nya, menjadi senang dan lebih semangat.


''Nona Amira." ucap Tian


"Kita bertemu kembali tuan Tian." ucap Amira mengulurkan tangan dan di sambut Tian.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya David yang tidak menyangka adik nya sudah kenal dengan Presdir TYREND Cor'p.


"Saya pernah bertemu dengan nya belum lama ini." jawab Tian.


"Kak, dia adalah laki laki yang ku maksud, laki laki yang pernah ku ceritakan pada mu waktu itu." bisik Amira.


"Jadi tuan Tian ini yang kamu suka?" tanya David.


"Ya..." jawab Amira.


.


.


.


.


Selamat membaca


jangan lupa like and komen serta vote

__ADS_1


__ADS_2