Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
NAVITA MASUK PENJARA


__ADS_3

Setelah berita itu menyebar luas, Navita masih saja santai keluar dari rumah. Ia tidak mengetahui apa apa, karena saat gemparnya berita itu sosmed, dia sedang asyik bercinta dengan laki laki lain.


Navita keluar dari mobil menuju restoran yang menjadi langganan nya setiap hari. Namun masih beberapa langkah, beberapa tomat busuk dan telur busuk bersarang di kepala nya.


Navita yang melihat telur busuk menetes di wajah nya langsung menyentuh dan mencium nya.


Hueek..


Navita muntah muntah saat mencium lendir itu. tangan nya Ter ulur ke kepalanya, dirasakan nya penuh dengan lendir lendir yang menjijikkan. Navita menoleh ke arah belakang di lihatnya beberapa orang menatap dirinya tajam sambil membawa bahan bahan busuk lainnya.


"Siapa kalian? Kenapa kalian melempari ku dengan barang busuk ini?" tanya Navita marah dengan mata melotot.


Bagaimana Navita tidak marah, penampilan nya yang cantik dan elegan harus di hancurkan oleh orang orang miskin itu.


"Kau pantas mendapatkan ini, dasar wanita Jala*ng." ucap di antara mereka dan.


Puk....


Puk...


Puk..


Mereka melempari telur busuk dan tomat busuk ke arah Navita lagi.


"Hei, berhenti. apa yang kalian lakukan? Aku akan melaporkan kalian kepada polisi, jika kalian tidak mau berhenti." ucap Navita menutup wajah nya dengan tas mahal nya agar tidak terkena lemparan itu.


"Laporkan saja, kami tidak takut." ucap mereka. "Asal kau tahu, bukan kami yang akan masuk penjara, tapi kamu lah yang akan masuk penjara. Dasar wanita jala*ng, wanita pembunuh." ucap dari mereka.


Huuuuu...


Meraka kembali melempari Navita dengan barang barang busuk.


"Mati saja kau, dasar wanita tidak punya hati." marah salah satu dari mereka karena mengetahui Navita membunuh Renata yang masih memiliki anak kecil.


"Sudah jahat, murahan lagi." ucap mereka.


Navita yang tidak tahu apa apa bingung melihat dirinya di jadikan buli bulian oleh warga. Saat dirinya berpikir tentang apa yang telah dia lakukan, sebuah suara sirine polisi mengagetkan dirinya.


"Apa lagi ini?" batin Navita


beberapa polisi datang menghampiri Navita. "Nyonya Navita silahkan ikut dengan kami kekantor polisi." ucap polisi.

__ADS_1


"Apa! Kantor polisi! Apa salah ku? kenapa kalian mau membawa ku kekantor polisi?" tanya Navita.


"Kita bicarakan semua nya di kantor polisi saja nyonya. Mari ikut kami." ucap polisi menarik tangan Navita


"Hei, lepas! Lepaskan aku, apa salah ku?" tanya Navita mencoba memberontak.


"Menurut lah Nyonya, kami tidak ingin menyakiti anda. Dan anda bisa bertanya setelah sampai di kantor polisi." ucap Polisi menarik tubuh Navita yang bau masuk kedalam mobil.


"Tidak, aku tidak mau. Lapas kan saya, saya tidak bersalah." ucap Navita masih memberontak.


Polisi itu sudah tidak sabar lagi, dia menyeret tubuh Navita hingga akhirnya masuk kedalam mobil polisi.


Para polisi itu pun membawa Navita ke kantor polisi.


Berita kemunculan Navita dengan Vidio Syur nya dan aksi pembunuhan beberapa tahun yang lalu kini sudah di tayangkan di televisi.


Haris yang sudah sadar dan kini sedang menonton TV di ruangan nya kaget melihat berita tentang istri nya, Navita.


Lagi lagi Haris di buat syok saat melihat itu, jantung nya kembali kumat dan dia pun tak sadarkan diri lagi. Sungguh keluarga Anderson selalu di timpa masalah akhir akhir ini. Belum selesai tentang kedua anak nya, sekarang giliran istri nya. Mereka benar benar merusak dan mencoreng nama kelaurga Anderson. Dan itu sungguh tidak ada maaf lagi untuk mereka jika sampai nantinya Haris bisa sembuh.


Sedangkan Tian yang mendapatkan kabar dari anak buah nya tertawa senang saat melihat orang orang yang dulu menghina, membuang, bahkan membunuh nya menderita. Tian sungguh sangat beruntung karena Tuhan masih memberikan nya hidup sehingga dia bisa membalaskan dendam nya itu.


Didepan ruang operasi Haris, seorang laki laki sejak tadi berdiri dengan diam. Tidak ada suara yang keluar dari mulut nya, dan setelah itu pergi meninggalkan Haris yang masih menjalani operasi.


Namun sebelum itu, dia mengirimkan pesan kepada seseorang. "Bisakah tuan muda menemui saya? Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda."


.


.


.


Di tempat lain, Adam yang mendengar bahwa Haris kritis tertawa senang. Dia berharap Haris cepat mati dan dia bisa menguasai semua harta Anderson. Namun saat mengingat kata orang asing yang mengatakan Haris memiliki anak lain, semangat nya langsung meredup, kesal dan marah.


"Aku harus segera membunuh anak itu agar aku cepat memiliki semua harta Anderson." ucap Adam.


"Tapi jika aku bergerak tanpa perintah orang itu.......Ah sudah lah, tunggu dia memerintah ku. Aku yakin dia sudah merencanakan nya dengan matang." Sambung nya.


Di markas JOEGER.


Levi benar benar marah saat mengetahui kenyataan bahwa anak buah nya yang menyerang markas Tian yang ada di negara A Kalah. "Dasar bodoh kenapa bisa kalah?" bentak Adam pada Alfie.

__ADS_1


"Karena pasukan di GEROGRE LORIZD sangat banyak tuan, anggota kita tidak mampu melawan banyak nya musuh sehingga kita mengalami kekalahan. Dan ternyata kita salah besar mengirim anak buah kita ke negara A. Negara A ternyata markas terbesar di Mafia GEROGRE LORIZD." jelas Alfie.


"Apa!! Aah.....Bodoh bodoh, semua nya menjadi kacau. Kenapa kau tidak mengatakan nya kalau di negara A adalah markas terbesar nya?" tanya Levi.


Karena hari ini saya baru mendapatkan informasi itu tuan." ucap Alfie


"Kenapa kau bodoh sekali, dan kau sekarang sudah sangat lelet. Kalau kita terus berada di belakang nya kita tidak akan bisa mengalahkan nya. Bahkan kita mau menyerang markas nya saja mereka sudah tahu dan sudah menyiapkan. Sedangkan kita! Aaah.....Aku ingin sekali mencabik cabik mu Alfie." kesal Levi.


"Maaf kan saya tuan, karena keterlambatan saya." ucap Alfie menunduk.


"Maaf maaf, maaf terus. Aku muak mendengarnya. Ah, sudah lah, aku marah pada mu pun tidak akan merubah semua nya. Baiklah, aku sudah tidak tahan lagi. Kita serang seluruh markas Tian di mana pun itu berada." perintah Levi


"Tapi tuan." ucap Alfie.


"Jangan membantah ku, aku sudah muak dengan nya. Balas dendam ini harus segera aku selesaikan." ucap Levi dengan nafas memburu.


"Jika kita menyerang seluruh markas GEROGRE LORIZD mungkin akan banyak nyawa yang akan mati tuan." ucap Alfie


"Aku tidak peduli. Bukan kah nyawa mereka sudah menjadi milik ku saat mereka bergabung dengan ku? Maka dari itu, ini lah saat nya mereka membuktikan kesetiaan nya kepada ku." ucap Levi


......."Alfie diam. Namun diam nya itu dia sedang berfikir.


"Alfie perintahkan semua nya berkumpul di markas pusat. Aku akan mengumumkan perang besar ini kepada mereka." ucap Levi memerintah.


"Baik tuan." jawab Alfie.


Alfie pun pergi meninggalkan Levi


.


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Selamat membaca


Jangan lupa like komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2