
Di markas Tian.
Samuel membisikkan sesuatu di telinga Tian.
"......." mendengar itu Tian diam, dan berkata. "Ayo kita pergi." ucap Tian.
"Baik tuan." jawab Tian.
Tian dan Samuel pergi ke kantor, fikiran nya kacau. "Siapa yang melakukan nya?" batin Tian berfikir keras mendengar Haris mengalami kecelakaan. Tian tidak memerintahkan kepada anak buah nya untuk membunuh Haris. Tapi sepertinya di lihat dari kecelakaan nya, memang ada seseorang yang berniat membunuh Haris.
"Selidiki siapa yang melakukan nya." perintah Tian.
"Baik tuan." ucap Samuel.
Samuel terus melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Di rumah sakit.
Haris sudah di tempatkan di ruang ICU. Navita dan Amira menunggu Haris di rumah sakit, sedangkan David kembali ke kantor.
"Mama, pergi ke toilet dulu. Tetap lah disini menunggu Papa mu." ucap Navita
"Baik Ma." jawab Amira.
Navita pergi meninggalkan Amira. Setelah sampai di toilet dia mengangkat telepon, karena sejak tadi handphone nya sudah berdering.
"Kerja bagus. Aku akan menstranfer uang ke rekening mu." ucap Navita.
...............
Navita pun mengakhiri panggilan setelah itu berdiri menatap wajah nya di cermin.
"Kenapa tidak mati sekalian." gumam nya. "Tapi sudah lah, mungkin Tuhan memang tidak mengizinkan dia mati." lanjutnya.
Setelah itu Navita pergi dan kembali bersama Amira.
Di kantor TYREND Crop's.
Tian dan masuk ke kantor dengan langkah lebar dan gagah menuju lift, tapi sebelum sampai dan masuk, suara seorang wanita memanggil mereka.
"Sayang." panggil Seorang wanita
Samuel dan Tian langsung berbalik ke arah suara, di lihat nya seorang yang di kenal mereka berdua. Dia adalah Alexa, kekasih dadakan Samuel.
"Kenapa dia kemari sih, mengganggu saja." batin Samuel sambil mengusap wajah nya kasar.
Alexa berjalan dengan santai menuju Samuel. Setelah dekat dengan Samuel, Alexa langsung memeluk erat lengan Samuel, menyandarkan kepala nya di bahu.
__ADS_1
"Aku merindukan mu, sudah lama kita tidak bertemu sejak kita menjadi kekasih. Kenapa kau tidak mencari ku?" pukul Alexa ke dada Samuel pelan.
"........"Samuel hanya memutar bola mata nya malas.
"Apakah kau dirumah, walaupun aku mencari mu?" tanya Samuel yang tahu bahwa setelah mereka menjadi kekasih dadakan, Alexa esok hari nya di kirim ke Negara B untuk menemani nenek nya yang sedang sakit karena rindu.
"He..He...He...Tidak sih." ucap Alexa cengengesan. "Jadi kau tahu ya aku pergi? Ah, ternyata kau cukup perhatian." ucap Alexa semakin mempererat pelukannya.
Tian yang melihat semua itu menjadi jengah, fikiran nya malah teringat kepada Ceril, gadis nakal nya.
"Ah, iya gadis nakal itu. Apakah Marco sudah mendapatkan informasi nya?" Tanya Tian dalam hati, meninggalkan mereka berdua masuk kedalam lift.
Samuel yang melihat langsung dengan cepat menyusul masuk dengan Alexa yang masih setia menempel di lengan Samuel.
Samuel tidak menolak pelukan itu, dia hanya sedikit risih. "Tidak bisakah kau melepas tangan mu?" tanya Samuel.
"Tidak." jawab Alexa.
"Hah...."Samuel membuang nafas dengan kasar.
Sedangkan Tian mengambil handphone nya dan menghubungi Marco.
Tut...Tut...Tut ..
"Hallo tuan." jawab Marco.
"Kau sudah mendapatkan apa yang ku minta?" tanya Tian.
"Tidak apa apa, aku tahu kau pasti sibuk setelah ku percayakan markas di sana pada mu." ucap Tian. Jelaskan apa yang kau dapat." lanjutnya.
"Nona Ceril, menurut ku sama saja tuan, tidak ada yang berubah. Ia tepat menjadi gadis periang dan juga suka berkumpul dengan teman teman nya, dari mulai nongkrong bareng, belanja, dan perawatan. Tidak ada yang berubah. Dan untuk yang lainnya Nona Ceril selama datang ke negara A ini dia tidak pernah mengalami kecelakaan tuan." jelas Marco.
Tian mendengar dengan seksama apa yang di ucapkan Marco. "Tetap sama. Lalu kenapa dia seperti nya berubah?" batin Tian. "Aku harus memastikan nya lagi." lanjutnya.
Tian memutus panggilan, setelah itu mencari Nomor Ceril di kontak nya. Dan.
Tut .Tut .Tut .
Ceril yang sedang pergi bersama teman teman nya mengambil handphone nya dalam tas, di lihat nya siapa yang menelepon. Senyum terbit di bibir nya saat melihat Tian yang menghubungi nya.
"Ada apa dia menghubungi ku? Mungkinkah dia merindukan gadis cantik dan sexy ini." batin Ceril.
Tian yang menghubungi melihat handphone nya. "Masuk, tapi kenapa di tidak cepat mengangkat nya?" Batin Tian.
Samuel dan Alexa yang berada satu lift dengan Tian hanya bisa melihat Tian yang seperti nya sedang risau.
"Siapa yang di hubungi Tuan?" batin Samuel.
__ADS_1
"Angkat." gumam Tian.
Sedangkan Ceril hanya memperhatikan Handphone nya berdering. "Aku yakin dia sedang ngedumel." batin Ceril tersenyum.
Teman Ceril yang satu meja dengan nya berkata. "Kenapa tidak di angkat? Angkat lah kasihan, siapa tahu penting." ucap Teman Ceril
"Biarkan saja." ucap Ceril kembali memasukkan handphone nya kedalam tas.
Tian yang panggilan nya tidak di jawab menjadi kesal, karena Ceril benar benar tidak mengangkat telepon nya.
"Kenapa dia tidak mengangkat panggilan ku? Sial, padahal aku merindukannya." gumam Tian yang masih bisa di dengar oleh Samuel.
"Siapa tuan?" tanya Samuel.
"Kepo." ucap Tian.
Samuel yang mendengar kata aneh keluar dari mulut tuan nya menjadi bodoh dan bingung.
Ting.
Pintu lift terbuka, Tian keluar meninggalkan Samuel dan Alexa yang masih bengong.
Beberapa detik, Samuel sadar. "Eh, kenapa tuan meninggalkan aku." batin Samuel. "Tuan tunggu." teriak Samuel.
Samuel seakan lupa jika ada yang bergelayut di lengan nya, dia melangkah tapi terasa berat. Samuel menoleh ke samping di lihat nya gadis nya sedang manyun.
"Ya ampun, aku lupa jika dia bersama ku." batin Samuel.
"Ayo." ajak Samuel.
Kau seakan lupa jika aku ada di samping mu." kesal Alexa sambil memanyunkan bibir nya.
Samuel yang mendengar kembali menoleh. "Sungguh lucu sekali saat dia cemberut seperti itu, ingin ku gigit bibir nya." batin Samuel. "Eh..Apa yang kau fikir kan Sam? Lupakan, di itu hanya kekasih dadakan mu." lanjutnya.
.
.
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote nya.
Tekan love nya juga ya.