
Keesokan harinya kedua gadis yang selalu mengejar cinta untuk pujaan hatinya menjadi gadis pendiam dan tidak peduli. Sesil yang biasanya menempel terus pun menjadi cuek terhadap Nickel. Sedangkan Ceril berniat akan menjauhi Tian dan fokus dengan kuliah nya.
"Ada apa dengan kedua gadis ini? Kenapa mereka berdua menjadi pendiam? Dan gadis ini." melihat ke arah Sesil. "Bukankah biasanya gadis ini akan selalu mencari perhatian ku? Tapi kenapa sekarang tidak?" Batin Nickel.
Nickel tidak berani bertanya, ia diam dan sesekali matanya melihat ke arah dua gadis itu.
"Oh ya Tante, Om. Hari ini aku akan kembali ke Negera C. Mama menelepon ku untuk segera kembali." ucap Sesil selesai dengan sarapan nya
Tuan Marx dan Nyonya Selly langsung menatap Sesil.
"Jadi hari ini kau akan pulang?" tanya Marx.
"Benar Om." jawab Sesil.
"Kenapa mendadak sekali?" tanya Selly.
"Mama dan Papa tahu aku berada di negara ini Tante, Jadi Mereka meminta ku untuk segera pulang." ucap Sesil.
"Baiklah, biar nanti Nickel yang akan mengantar mu ke bandara." ucap Selly.
"Tidak usah Tante, nanti Sesil akan naik taksi saja. Tuan Nickel pasti sangat sibuk, jadi aku tidak ingin merepotkan nya." tolak Sesil.
Nickel yang mendengar penolakan Sesil langsung mengangkat wajah nya dan menatap Sesil dengan pandangan rumit.
__ADS_1
"Kenapa dia menolak tawaran Mami? Biasanya dia lah yang akan meminta." batin Nickel.
Marx dan Selly pun sebenar nya juga bingung melihat perubahan ini. Tapi mereka berdua hanya diam dan melihat saja. Marx yang ada di meja makan beralih menatap putra nya, dilihatnya putra nya seperti sedang berfikir.
"Seperti nya banyak yang dia fikirkan?" batin Marx tersenyum geli.
.
.
.
Waktu pun berjalan dan kini sudah waktunya Sesil akan kembali ke Negara nya.
"Em...Aku kan kembali, aku tidak ingin seperti ini. Dan aku akan merubah diri ku menjadi lebih baik. Oh ya, apakah kau sudah memutuskan untuk menjauhi Tian?" tanya Sesil.
"Ya...Aku pun akan mencoba melupakan nya dan fokus pada kuliah ku, meniti karir dan menjadi wanita yang tangguh dan tidak manja." ucap Ceril.
"Baiklah kita akan berusaha." ucap Sesil. "Oh ya aku pergi dulu nya. Sampaikan salam ku untuk Mami dan Papi mu, terimakasih karena telah mengizinkan ku tinggal di rumah nya." lanjut nya.
"Kau itu seperti sama siapa saja, kau itu teman ku. Jadi tidak masalah jika kau menginap di rumah ku." ucap Ceril
"Aku berangkat ya." ucap Sesil mendengar pemberitahuan bahwa persawat nya siap berangkat. "Jangan lupa selalu hubungi aku." lanjut nya
__ADS_1
"Em...Hati hati di jalan. Aku pasti akan merindukan mu." ucap Ceril memeluk sahabat nya.
"Aku juga, jaga diri mu." ucap Sesil melepas pelukan dan masuk ke dalam pesawat.
Setelah Sesil pergi menuju negara nya, Ceril pun pulang bersama supir nya.
Satu bulan berlalu.
💫Di Negara C💫
Tian duduk di kursi kebesaran nya memeriksa berkas berkas perusahaan.
Tok...Tok...
"Masuk." ucap Tian dari dalam.
Samuel dan Arsen masuk ke dalam ruangan Tian, Tian langsung mengehentikan pekerjaan saat melihat Arsen bersama Samuel, ia yakin pasti ada hal penting, karena ia tidak meminta Arsen untuk datang.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Selamat membaca
Selalu tinggalkan like and komen
__ADS_1
Jika perlu kasih bunga dan vote.🤗🤗🤗