Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
DINI HARI


__ADS_3

Pria tua itu pergi menuju aula utama.


Setelah sampai.


"Apa apaan ini? Apa maksud bahwa kau sudah menjadi raja." ucap Pria tua.


"Duduk lah dulu ayah. Kenapa datang datang langsung marah marah." ucap pria setengah baya


''Turun kau dari tempat itu, dan jawab pertanyaan ku." ucap pria tua.


"Ayah, kenapa ayah selalu saja marah marah seperti ini. Ayo duduk lah." ucap pria setengah baya.


"Ini semua karena kau.." Tunjuk pri tua. "Dasar anak tidak tahu di untung dan tidak tahu diri." kesal pria tua.


Pria setengah baya yang mendengar langsung kesal dan marah.


Prang.......


Pria itu melempar gelas ke arah pria tua, bersyukur gelas itu tidak mengenai tubuh nya.


"Apa yang kau lakukan?" teriak wanita tua.


Pria setengah baya itu turun dari singgah sana dan menghampiri kedua orang tua itu dengan langkah lebar nya.


"Kau...Tua Bangka. Seharusnya kau berterimakasih karena aku masih membiarkan mu hidup di istana ini." ucap pria setengah baya


"Apa kamu pikir dengan kau berbicara seperti itu kepada ku akan ada yang membela mu di sini?" ucap pria setengah baya. "Jangan mimpi, tidak akan ada yang menganggap mu disini. Disini aku lah raja nya, jadi jangan berani berani kau meninggikan suara mu di depan ku." lanjutnya sambil mencekeram dagu keriput itu dengan kuat.


"Lepaskan ayah mu." ucap wanita tua mencoba melepas tangan putra nya.


"Ayah...!? Ha...Ha...Ha...sejak dulu aku tidak pernah menganggap nya sebagai ayah, dan aku pun juga tidak pernah menganggap mu sebagai ibu. Itu sungguh sangat menjijikkan." ucap pria setengah baya.


"Kau...Kau benar benar anak yang tidak tahu berterimakasih." ucap wanita tua.


"Aku tidak pernah meminta kepada kalian. Jadi itu bukan salah ku." ucap Pria setengah baya.


"Bawa mereka dan kurung di gudang belakang." perintah nya.


Beberapa pengawal mendekat dan mencekal kedua orang tua itu.


"Lepaskan aku. Apa kalian ingin berhianat?" ucap pria tua.

__ADS_1


"Maafkan saya yang mulia. Tapi saya hanya menjalankan tugas." ucap pengawal.


"Aku ini tuan mu bukan dia." ucap pria tua menunjuk putra nya.


"..........." Semua nya diam dan setelah itu membawa paksa kedua orang tua itu pergi.


.


.


.


Di kediaman Tian.


Dini Hari.


Dreet....Dreet....


Handphone Tian bergetar.


Tian yang sudah tidur terbangun mendengar suara HP bergetar.


Em....Gumam Tian.


Yang menelepon Tian pagi pagi buta adalah Ceril si gadis nakal yang selalu mengganggu nya.


Tian yang mendengar suara Ceril langsung membuka mata nya. Di lihat nya jam masih pukul 02 Dini hari.


"Ada apa dia menelepon ku pagi pagi buta begini?" Batin Tian


"Ini masih jam 02 Dini hari. Ada apa menelepon ku malam malam begini." ucap Tian dengan suara serak nya.


"Ah...Suara mu sungguh sangat menggoda." ucap Ceril.


Mendengar suara Ceril yang membuat telinganya sakit, akhirnya Tian menyandarkan tubuh nya. Duduk sambil dengan mata sayu nya.


"Ada apa?" tanya Tian.


"Tidak ada apa apa, aku hanya merindukan mu. Merindukan Suara sexy mu." ucap Ceril.


Tian yang mendengar memutar bola mata nya. Dan hendak menutup telepon.

__ADS_1


Namun sebelum itu Ceril berkata. "Jangan berani berani kau menutup nya. Jika kau berani aku akan mengatakan kepada Papi dan kakak bahwa kau pernah memperkosa ku." ucap Ceril dan berhasil membuat Tian terbatuk mendengar ancaman itu.


Uhuk...Uhuk...


"Kapan aku memperkosa nya? Seingat ku itu tidak terjadi." fikir Tian dalam hati.


"Baiklah baiklah. Apakah sekarang sudah lebih baik setelah mendengar suara ku?" tanya Tian


"Belum. Setelah mendengar suara mu aku malah semakin merindukan mu." Ucap Ceril. "Tian sayang apa kau tidak merindukan ku?" tanya Ceril.


"........." Tian diam. Berfikir apakah dirinya merindukan gadis nya atau tidak.


"Sayang." panggil Ceril.


"Em..Ah iya, ada apa?" tanya Tian.


"Kau tidak mendengar ku?" tanya Ceril sedikit kesal.


"Tentu saja mendengar." jawab Tian sambil menguap karena masih mengantuk.


"Baguslah jika kau masih mendengar, aku kira kau kembali tidur." ucap Ceril. "Oh ya, cepat jawab pertanyaan ku, apakah kau merindukan ku atau tidak." lanjutnya.


Karena Tian benar benar masih mengantuk, ia pun berkata untuk mengakhiri semua ini. " Ceril sayang, dengar baik baik. Aku Tian, sangat sangat merindukan mu." ucap nya dengan mata terpejam. Lalu berkata lirih. "Dan mencintai mu."


Ceril yang mendengar seakan tidak percaya, bahwa Tian merindukan nya. Ia berguling guling di kasur mendengar semua itu, hatinya seakan berbunga bunga mendengar kata cinta keluar dari bibir Tian.


"Ah...Dia mencintai ku, dia mencintai ku." batin Ceril senang sambil tangan nya memukul mukul bantal.


Sedangkan Tian yang tidak sadar mengucapkan kata itu sudah tidur terlelap tidak mendengar apa apa lagi.


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Selamat membaca.


Jangan lupa like and komen.

__ADS_1


Jika perlu kasih bunga dan vote.


__ADS_2