Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
CHLOE


__ADS_3

Malam hari, Tian Samuel sudah bersiap untuk pergi melihat keramaian kota di negara S. Tujuan utama Tian saat ini taman bermain. Entah kenapa Tian ingin sekali melihat keramaian yang ada di taman bermain.


Sesampai nya, Mata Tian langsung disuguhkan dengan berbagai macam macam permainan. Saat matanya melihat anak anak yang tertawa dengan riang, senyum terbit di bibir nya.


Tian berjalan dengan diikuti oleh Samuel dan anak buah nya. Lama berjalan tiba tiba telinga nya mendengar suara memanggilnya 'Daddy.'


"Daddy…." Teriak gadis kecil berumur 3 tahun, berlari menghampiri Tian dan memeluk kaki panjang Tian.


Tian yang melihat menunduk dan mensejajarkan tubuh nya, menatap gadis kecil yang saat ini ada di depan nya. Mata nya bulat, pipinya gembul, berkulit putih dan wajah sungguh sangat imut.


"Kamu memanggil ku apa?" Tanya Tian.


"Daddy…." Ucap gadis kecil bermata bulat sambil menengklengkan kepala.


Melihat itu Tian tersenyum, sungguh imut sekali gadis kecil ini, pikir Tian.


"Gadis manis, mungkin kamu salah orang. Aku bukan Daddy mu." Ucap Tian.


"No! Amu Daddy tu." Ucap gadis itu memeluk leher Tian.


Tian yang di peluk menjadi bingung, apalagi saat gadis itu tetap ngotot memanggilnya Daddy. Merasa tidak tega, Tian pun mengendong gadis kecil itu.


"Siapa nama mu?" Tanya Tian.


"Ko…" jawab gadis kecil itu menatap wajah Tian.


"Ko????" Ucap Tian mengernyitkan alisnya tanda aneh mendengar nama itu.


"No.." gadis itu menggeleng. "Ko Daddy, Ko.." ucap gadis itu memperjelas, namun Tian masih tidak mengerti.


Tian menatap Samuel, Samuel pun menggeleng tanda dia juga tidak mengerti.


"Baiklah baiklah, Ko ya namanya. Ok ok." Ucap Tian, namun lelah mendapatkan pukulan dari tangan mungil itu.

__ADS_1


"Apa??" Tanya Tian lagi 


"Utan Ko Daddy! Tapi Ko…" ucap gadis itu tetap ngotot bahwa Tian salah menyebut nama. Gadis itu nampak kesal sampai sampai wajah nya memerah.


Tian yang melihat menahan tawa. Agar gadis kecil itu tidak marah Tian pun memberi panggilan lain karena dirinya benar benar bingung dan tidak tahu siapa nama gadis itu.


"Bagaimana kalau aku panggil Baby?" Tanya Tian.


"Aby…??" Tanya Gadis kecil itu dan Tian pun mengangguk. "Ok." Jawab gadis itu tersenyum dan memeluk erat leher Tian.


"Daddy atu mau tu." Tunjuk gadis itu pada sebuah permen gulali.


"Itu sangat manis, nanti gigi mu sakit." Ucap Tian.


"Atu mau tu, Ko mau tu." Rengek gadis itu.


Tian yang mendengar tak tega dan akhirnya dia pun membeli kan nya, wajah yang tadi ingin menangis kini berubah menjadi sumringah.


"Uapin, Aaa…." Pinta gadis itu agar Tian menyuapi sambil membuka mulut nya lebar lebar.


"Daddy, dak au etemu Mommy?" Tanya Gadis kecil itu.


"Mommy? Mommy siapa?" Tanya Tian.


"Mommy eyil." Jawab Gadis itu.


Mereka berdua terus mengobrol, walaupun terkadang Tian tidak tahu apa yang dibicarakan Gadis kecil itu, namun dia terus menanggapi dengan anggukan, ya dan tidak.


Saat asik mengobrol seorang wanita datang menghampiri mereka.


"Nona, hah…hah…Nona kemana saja, kenapa pergi meninggalkan Nanny?" Tanya pengasuh itu dengan nafas ngos ngosan karena lelah mencari keberadaan Nona muda nya.


"Ko Ama Daddy." Jawab Gadis kecil itu bernama CHLOE

__ADS_1


"Daddy?" Ucap Pengasuh melihat ke arah Tian yang sedang memangku Chloe.


" Ah maaf tuan, saya tidak memperhatikan anda. Saya terlalu khawatir dengan Nona Chloe." Ucap Pengasuh itu.


"Tidak apa apa. Oh jadi nama nya Chloe!" Jawab Tian.


"Em….Ko…" Jawab Chloe mengangguk.


"Ayo sini sama Nanny." Ucap Pengasuh mengambil Chloe dari pangkuan Tian.


"Maaf tuan jika merepotkan Anda. Dan maaf juga karena kelancangan Nona Chloe memanggil anda Daddy." Ucap Pengasuh.


"Tidak apa apa. Tidak masalah." Jawab Tian.


"Mari Nona kita pulang, nanti Oma dan Opa khawatir dengan kita." Ucap Pengasuh 


"Daddy kut?" Tanya Chloe.


"Lain kali saja ya." Ucap Tian mengusap kepala dengan lembut.


"Api Anji ya, Daddy hawus emput Ko dan Mommy." Ucap Chloe.


"Ok…" jawab Tian. "Sekarang pulang lah sudah malam." Ucap Tian.


"Em, ium." Ucap Chloe meminta di cium.


Tian pun menuruti dan mencium wajah Chloe yang menggemaskan. Setelah mendapatkan ciuman dari Tian, Chloe dan pengasuh itu pun pamit dan pergi meninggalkan Tian yang terus memandang kepergian mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2