
Di kediaman Dani, Flow pura pura sakit perut dan tidak ingin di tinggal. Lusi dan Dani akhirnya menunggu Flow di rumah dan melupakan Amora yang menunggu nya di sekolahan.
Amora yang berada di sekolahan beberapa kali menghela nafas nya. Melihat teman-teman nya bersama orang tua mereka, hati Amora berdesir saat melihat itu semua, timbul rasa iri di hati nya. Namun mengingat jika dirinya bukanlah anak kandung orang tua nya, Amora menghela napasnya lagi. Amora melihat tempat duduk di sampingnya, kosong. Dia berharap kedua orang tuanya datang, tapi kenyataan nya tidak sama sekali.
Setelah acara selesai, Amora pulang berjalan kaki dengan langkah yang berat sambil membawa Ijazah di tangan nya. Lagi-lagi Amora menghela napas nya.
Handphone di ponsel nya berdering, di lihat nya Aldirch menghubungi nya.
"Ya," jawab Amora tidak semangat.
Aldirch yang mendengar nada Amora yang lesu bertanya, "Ada apa Sayang? Kenapa kamu nampak tidak semangat?"
"Aku tidak kenapa-napa," jawab Amora menunduk melihat kaki nya sendiri yang melangkah.
"Kamu marah dengan ku karena aku tidak datang?"
"Tidak! Aku hanya merasa iri saja melihat semuanya di temani oleh kedua orang tua mereka."
"Maaf ya karena tidak bisa menemani ku, aku benar-benar ada kesibukan tadi."
"Tidak apa-apa aku ngerti kok."
"Saat ini kamu dimana? Aku akan menjemputmu," tanya Aldirch.
"Jika kamu masih sibuk, aku bisa pulang sendiri," jawab Amora yang tidak ingin merepotkan Aldirch.
"Aku akan tetap menjemput mu. Katakan kamu dimana sekarang?" tanya Aldirch dan jawab Amora jika dia masih ada di sekitar Sekolahan.
Tak butuh lama Aldirch pun sampai, di lihat nya Amora duduk di berdiri di bawah pohon menunggu kekasihnya datang. Aldirch turun dari motor, menghampiri dan langsung memeluk tubuh wanita yang di cintai nya.
Aldirch mengurai pelukannya menatap wanita yang masih ada di pelukan nya. "Jangan cemberut dong, nanti cantiknya ilang tau."
"Aku akan tetap cantik, walaupun cemberut," kesal Amora mencubit pinggang Aldirch.
"Baiklah, aku percaya itu. Kamu memang tetap cantik walaupun cemberut seperti ini," ucap Aldirch menyentuh dagu Amora agar mendongak menatap dirinya. Perlahan Aldirch mendekat kan wajah nya dan langsung mencium Amora. Bibir itu perlahan bergerak menikmati kelembutan dan manisnya bibir merah muda itu.
Amora pun membalas permainan lembut Aldirch sambil memeluk pinggang kekasihnya. Mereka berdua seakan lupa, bahwa mereka berdua berada pinggir jalan. Mereka berdua asyik menikmati kegiatan mereka.
.
__ADS_1
.
.
.
Hari ini Aldirch dan Chloe serta Daffin berniat kembali ke Negaranya sesuai perintah Tian.
"Dimana kekasih mu itu?" tanya Aldirch dengan nada tidak suka mengingat kekasih Chloe yang sepertinya berubah.
"Entah, kakak tidak tahu. Biarkan saja, tidak usah pikirkan dia," jawab Chloe.
"Kenapa tidak di pikirkan? Asal kamu tahu princess, kami sudah tidak suka dengan laki laki itu. Ku harap kau cepat tinggalkan laki laki itu, dia tidak baik untuk mu," sela Daffin yang berada di samping Chloe.
"Benar kata si playboy itu, tinggalkan dia. Dan jangan kamu mempertahankan, sekuat apapun kamu pertahan kan dia tetap tidak baik untuk mu," ucap Aldirch.
"Sudah lah Al, Kakak tidak ingin membahas itu. Kakak tahu, tapi akan kakak lihat dulu dia," jelas Chloe tidak ingin membalas kekasih nya.
"Tapi sepertinya kamu enggan meninggalkan dia! Kenapa kamu masih mempertahan dia sih Princ? Masih ada laki laki yang mencintai mu dengan tulus, aku tahu itu. Tapi kamu malah memilih dia," kesal Daffin.
"Cinta kan tidak bisa di paksa, kau akan tahu Kak,"
"Oh benarkah?" tanya Chloe memicingkan mata.
"Tentu saja," jawab Daffin dan Aldirch bersamaan.
"Jadi jika ada yang lebih baik dari Amora, kau akan meninggalkan nya begitu?" tanya Chloe menatap Aldirch.
"Tidak! Tapi jika Amora seperti kekasih mu itu, jelas akan ku tinggalkan," jawab Aldirch mengambil koper dari tangan Chloe.
"Aku pun sama, jika ada yang lebih baik akan ku cari yang baik. Tapi jika tidak ada ya tidak apa apa, asalkan yang goyangan nya hot akan ku terima," jawab Daffin si burung kakak tua.
"Aku pun juga akan meninggalkan nya jika ada laki laki lain yang berani mengatakan cinta kepada ku dengan tulus," jawab Chloe mengikuti langkah Aldirch.
"Benarkah? Baiklah, aku akan melihat itu. Dan aku yakin kau sebentar lagi akan kena tembakan cinta mendadak." ucap Aldirch tersenyum penuh arti.
Chloe yang mendengar terkekeh. Tembakan cinta! Lucu sekali pikir nya.
Chloe, Aldirch dan Daffin akhirnya naik pesawat Jet pribadi milik Tian. Samuel dan Arsen serta Dave menjemput putra dan putri Tuan mereka.
__ADS_1
.
.
.
Sesampainya di Negara N, Tian dan Nickel yang berada di bandara menunggu kedatangan anak-anak kesayangan mereka.
Mereka bertiga turun dari pesawat dengan di ikuti Arsen, Samuel dan Dave.
"Daddy," Chloe dan Aldirch memeluk Tian. Sedangkan Daffin hanya cuek bebek melihat Daddy nya. Nickel yang melihat langsung menjigak kepala anak nakal nya itu.
"Apakah kau tidak ingin memeluk Daddy mu ini seperti Princess dan Al?" tanya Nickel.
"Dad, itu memalukan," jawab Daffin santai tanpa memperdulikan Nickel yang emosi nya langsung naik ke ubun-ubun.
Dengan cepat tangan Nickel melayang ke tubuh Daffin, namun Daffin yang melihat langsung kabur masuk kedalam mobil Tian.
Tian dan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat Daffin yang seperti itu.
.
.
.
.
Selamat membaca
Jangan lupa
Like
Tap favorit
Beri hadiah
Dan Votenya.
__ADS_1