Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
SEPERTI PENCURI


__ADS_3

Anak Tak Diakui


Bab. 91


Setelah kepergian Tian dan Dokter yang memeriksa Ceril. Tuan Marx, Selly dan Nickel tertawa bersama.


"Aku yakin setelah dia mendengar ini, dia tidak akan bisa tidur semalaman." ucap Nickel.


"Sebenarnya Mami kasihan kepada nya, hanya karena ingin Tian mengakui perasaan nya kita harus melakukan sandiwara ini." ucap Selly menimpali.


Marx dan Selly sudah tahu bahwa putri nya mencintai Tian. Dan mereka semua tidak melarang nya dan malah mendukung nya. Hanya saja setelah mendengar penjelasan Nickel bahwa Tian selalu menolak dan tidak mengakui perasaan nya, akhirnya mereka semua membuat rencana ini agar Tian merasa cemburu dan mau mengakui perasaan nya.


Mereka tidak tahu jika Tian melakukan ini dan menyembunyikan perasaan nya hanya karena tidak ingin Ceril dan lainnya terlibat dengan masalah nya yang belum selesai. Tian hanya takut Ceril nanti nya akan terseret dalam permasalahan nya karena Ceril adalah wanita nya, kelemahan nya.


Tian harus berfikir keras agar orang orang yang di sayangi nya tidak pergi lagi dalam hidup nya. Tian tidak ingin Ceril meninggalkan nya seperti Mama nya meninggalkan nya. Oleh sebab itu Tian harus menahan nya, walaupun hati nya ingin mengungkapkan perasaan nya.


.


.


"Mi, sebenar nya siapa laki laki yang akan bertunangan dengan adik?" tanya Nickel.


"Vano, anak Om Rahman. Mereka akan datang berkunjung besok karena sudah lama tidak datang ke rumah. Nah Papi pikir tidak masalah meminta bantuan kepada mereka, dan ternyata Vano pun tidak keberatan. Mereka juga ingin tahu seperti apa laki laki yang di cintai keponakan nya itu." ucap Marx dan Nickel pun mengangguk.


Sedangkan Tian di dalam mobil menggerutu kesal setelah mendengar apa yang di katakan Tuan Marx. "Kenapa menjadi seperti ini? Aah....Sial, aku harus bagaimana?" gumam nya.


Samuel yang mendengar berkata. "Kenapa anda tidak mengatakan bahwa anda mencintai Nona Ceril tuan. Bukan kah itu akan lebih mudah? Dan saya yakin mereka juga akan menyetujui hubungan kalian berdua."


Mendengar itu Tian menoleh dan menatap Tajam. Samuel yang mendapat tatapan tajam itu langsung diam. "Kau pikir semudah itu? Aku melakukan ini agar Ceril tidak terbawa dalam permasalah ku yang berbahaya. Jika sampai mereka mengetahui siapa aku dan mengetahui Ceril adalah wanita ku, bukan kah itu akan membuat mereka mudah mengalahkan ku."


"Aku berjaga berjaga agar semua itu tidak terjadi. Tapi apa!! Aku malah mendengar pernyataan yang membuat ku kesal. Bertunangan! Sial, siapa laki laki yang berani mengambil wanita ku. Jika besok ku lihat laki laki itu tampan, akan ku buat wajah itu menjadi jelek agar Ceril tidak mau dengan nya." ucap Tian dengan kesal


"Sam nanti malam antarkan aku ke kediaman Alexander." ucap Tian memerintah.


"Mau apa lagi anda ke sana tuan?" tanya Samuel. "Apakah anda akan menangis dan memohon agar acara tunangan Nona Ceril di batalkan?" ucap Samuel.


Mendengar itu Tian langsung menendang kaki Samuel.


Aduuh....


"Siapa juga yang akan melakukan itu. Jika pun itu terjadi besok, kau harus menahan ku agar tidak melakukan hal memalukan itu." ucap Tian.


"Aku ingin menemui Ceril malam ini, aku ingin bertanya kepada nya tentang pertunangan nya, apakah itu benar atau tidak." ucap Tian menyandarkan kepala nya.


Malam hari.


Tian benar benar pergi kembali ke kediaman Alexander dengan diantar oleh Samuel.

__ADS_1


"Pergilah, jika aku menghubungi mu jemput aku."ucap Tian turun dari mobil.


"Baik Tuan." jawab Samuel, setelah itu pergi meninggalkan Tian.


Setelah Samuel pergi, Tian menatap dinding tinggi yang ada di depan nya. Dengan menggunakan alat yang sudah di bawa nya, Tian melemparkan nya dan setelah naik ke tembok, memanjat, melompat dan turun.


Jika di lihat, Tian sudah seperti pencuri.


Tian melihat sekeliling. Setelah itu melempar kembali alat nya ke arah balkon, tepat di kamar Ceril.


"Berhasil." batin Tian.


Dengan cepat, Tian memanjat. Dan tak butuh waktu lama Tian sampai di balkon, melompat dengan pelan.


"Sial, aku benar benar seperti seorang pencuri. Apa kata dunia jika ada yang melihat ini." batin Tian terkekeh melihat kelakuan nya sendiri.


Tian mengotak atik pintu agar bisa di buka.


Klek.


Senyum terbit dibibir manis nya karena berhasil membuka pintu.


Tian masuk, tak lupa dia menutup pintu itu kembali.


Dilihat nya seorang wanita sedang tidur pulas di ranjangnya. Tian berjalan menghampiri dan duduk di samping Ceril.


Ceril yang merasakan ada yang membangunkan nya, membuka mata. Dengan penerangan yang remang remang Ceril tidak terlalu jelas melihat wajah siapa yang ada di depan nya. Tangan nya meraih Saklar lampu dan....


Klik.


Terlihat jelas lah wajah siapa yang ada di depan nya.


Tian itu lah yang saat ini ada di kamar nya sambil menatap nya dengan pandangan tidak biasa.


"Kamu disini? Kenapa bisa masuk kamar ku?" tanya Ceril.


"Tidak sulit bagi ku untuk masuk ke kamar mu." ucap Tian masih menatap Ceril.


Bagi nya Malam ini Ceril sangat cantik, apalagi dia mengenakan pakaian tipis nya. Pandangan mata Tian menatap tubuh Ceril, Ceril yang di tatap seperti itu menunduk dan melihat diri nya, sadar bahwa dirinya hanya mengunakan pakaian tipis dia menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


Tian yang melihat menaikkan alis nya sambil tersenyum tipis. "Mau apa kamu datang ke kamar ku?" tanya Ceril.


"Ingin menemui mu dan bertanya pada mu?" ucap Tian menaikkan kaki nya, menarik tubuh Ceril agar merebahkan tubuh nya kembali.


Di peluk nya tubuh Ceril, Ceril pun tidak menolak. "Apakah kau akan bertunangan besok?" tanya Tian.


......."Ceril diam, dia mengingat pesan Papi nya dan kakak nya.

__ADS_1


"Jika Tian bertanya kau akan bertunangan, jawab saja iya."


Ceril mengangguk. Tian yang melihat itu membuang nafas dengan kasar. "Kenapa?" tanya nya.


"Tidak ada alasan untuk menjelaskan nya." ucap Ceril


Tian menarik wajah Ceril dan menatap nya. "Jelaskan, aku ingin tahu alasan nya." ucap Tian


"Tidak ada yang perlu di jelaskan. Bukan kah kamu tahu sendiri bahwa aku mencintai siapa? Tapi apa, dia sama sekali tidak mau membalas perasaan ku." ucap Ceril membuang muka.


Tian yang mendengar mendesah, meletakkan kepala nya di dada Ceril. "Bukan aku tidak ingin membalas, hanya saja aku takut kehilangan mu. Aku tidak ingin kamu pergi meninggalkan ku, seperti ibu ku meninggalkan ku. Aku tidak ingin kamu masuk kedalam kehidupan ku yang rumit ini. Banyak alasan kenapa aku tidak membalas mu. Jika kamu tahu siapa aku, aku takut kau akan takut dan pergi meninggalkan ku." ucap Tian lirih namun masih bisa di dengar oleh Ceril.


"Memang siapa diri mu? Bukan kah kau hanya Tian seorang pengusaha sukses, yang menyembunyikan identitas kepada kami semua." ucap Ceril


Ya kau benar. Tapi masih ada sesuatu yang tidak kamu ketahui." jawab Tian.


"Katakan. Aku akan mempertimbangkan pertunangan ini jika kau mau menjelaskan semua nya kepada ku. Aku ingin tahu alasan nya sampai kau tidak ingin aku masuk ke kehidupan mu." ucap Ceril.


"Belum saat nya." ucap Tian.


"Kalau begitu pergilah, aku tidak ingin melihat mu lagi. Dan jangan halangi aku untuk bertunangan dengan laki laki yang ku pilih nanti." ucap Ceril.


Tian mendongak menatap wajah Ceril. Ceril membuang muka malas melihat wajah Tian.


"Sayang." panggil Tian.


"Jangan panggil aku dengan kata itu." ucap Ceril. "Karena kau bukan kekasih ku." lanjutnya.


"Pergilah." Usir Ceril.


"Tidak, aku tidak akan pergi. Baiklah aku akan mengatakan nya. Tapi setelah kau tahu siapa aku, berjanjilah jangan pergi dari ku." ucap Tian


Ceril menatap Tian dan setelah itu mengangguk.


Sebanar nya aku adalah seorang........


.


.


.


.


💞💞💞💞💞


Selamat membaca.

__ADS_1


Dukung karya autor dengan like komen dan vote.


__ADS_2