Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PERTEMUAN DENGAN DAVID


__ADS_3

Satu Minggu berlalu.


Ceril yang sedang berjalan masuk ke sebuah cafe tubuh nya di tabrak oleh seseorang.


Bruuuuk....


"Maaf maaf, Nona." ucap pemuda itu menolong Caril yang jatuh.


"Uh... apakah anda tidak melihat saya yang besar ini sampai anda menabrak saya?" ucap Ceril.


"Maaf, saya beneran tidak melihat tadi, mari saya bantu." ucap pemuda itu.


Pemuda itu mengulurkan tangan untuk membantu Ceril. Ceril pun menyambut uluran tangan itu.


"Maafkan saya Nona. Oh ya, bagaimana kalau saya mentraktir minum anda untuk permintaan maaf saya." ucap Pemuda itu.


"Kalau cuman minum aku tidak perlu di traktir, aku pun kuat untuk membayar nya sendiri." batin Ceril.


"Baiklah." ucap Ceril tidak enak menolak.


Mereka bertiga masuk mencari tempat untuk duduk. Pemuda itu datang bersama dengan asisten nya oleh sebab itu mereka masuk bertiga.


"Silahkan duduk Nona." ucap pemuda itu dan di angguki Ceril.


Asisten pemuda itu memesankan makanan serta minuman untuk tuan serta tamu nya, setelah itu pergi duduk di meja lain.


Sambil menunggu pesanan sampai, pemuda itu berbincang bincang dengan Ceril.


"Kenalkan nama ku David Anderson." pemuda itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.


"Ceril." Ceril menyambut uluran dan memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Ceril, nama yang bagus." ucap David, Ceril hanya tersenyum kecil.


Mereka berbincang bincang cukup lama dan akhirnya pesanan mereka sampai dan mereka berdua pun menyantapnya.


Setelah selesai.


"Terimakasih sudah menemani saya makan siang Nona. Maaf untuk kejadian tadi dan senang bisa berkenalan dengan anda." ucap David bersalaman.


"Senang bertemu dengan anda juga tuan David." ucap Ceril


"Oh iya, ini nomor telepon ku." ucap David menyerahkan kartu nama. "Semoga kita dapat bertemu kembali." lanjutnya.


Ceril mengambil kartu nama itu dan mengangguk, Setelah itu David pergi meninggalkan Ceril yang masih di tempat.


Sedangkan sepasang mata yang sejak tadi melihat, di mulai dari kejadian awal sampai selesai mengepalkan tangan nya menahan amarah di dirinya.


Ceril memasukkan kartu nama itu di dalam tas.


Di kediaman Anderson.


Amira yang sudah sembuh dari beberapa hari lalu merengek meminta Mama nya mengizinkan dia keluar. Namun Mama nya sama sekali tidak memperbolehkan putrinya keluar, karena ia tahu kejadian yang membuat putrinya terluka itu adalah sebuah kesengajaan yang memang ada pihak ingin mencelakai nya.


"Sudah beberapa kali Mama katakan, kau tidak boleh keluar untuk saat ini. Mama takut ada pihak lain lagi yang ingin mencelakai mu." ucap Mama Amira yang bernama Navita.


"Ma itu hanya kecelakaan yang tidak di sengaja. Jika mereka ingin membunuh ku maka tidak perlu hanya untuk menyerempet saja kan? pasti nya mereka akan langsung menabrak ku hingga mati." ucap Amira.


"Sungguh susah bicara dengan mu." kesal Navita.


"Pokoknya Amira akan keluar, Amira bosan di rumah terus." ucap Amira pergi kekamar mengambil tas.


Navita hanya geleng geleng kepala melihat sifat putri nya yang keras kepala.

__ADS_1


Amira pergi dari rumah jalan jalan bersama teman nya. Sedangkan di kantor ADS GROUP, David sedang melamun mengingat gadis yang di temui barusan.


"Cantik." kata itulah yang keluar dari bibir David.


"Aku harus bisa mendapatkan nya." gumam David.


Saat melamun Dani asisten David datang.


"Tuan." panggil Dani. Namun yang di panggil tetap tidak menyahut, ia masih asyik mengingat Ceril.


"Tuan." panggil Dani lebih keras.


"Hah...iya, ada apa?" kaget David.


"Setengah jam lagi kita akan melakukan pertemuan dengan perusahaan TYREND Cor'p." ucap Dani memberitahu.


"TYREND Cor'p? Ah ya, kenapa aku bisa lupa. Ayo kita berangkat lebih cepat, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan itu." ucap David.


"Baik tuan." ucap Dani.


Mereka berdua keluar dan pergi menuju ke perusahaan TYREND Cor'p.


.


.


.


Selamat membaca


Jangan lupa like and komen.

__ADS_1


__ADS_2