
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berdua telah sampai di tempat tujuan.
Club malam. Ya club malam itulah tempat tujuan mereka berdua.
"Kita sudah sampai." ucap Ceril.
"Cer, apakah aku sudah terlihat sexy dengan pakaian ini?" tanya Sesil.
"Tentu saja kau sudah sexy, begitupun dengan diriku. Sudah ayo kita masuk." ucap Ceril.
"Em." Sesil mengangguk.
Ceril dan Sesil keluar dari mobil dengan pakaian sexy nya memasuki Club malam. Suara dentuman musik langsung menyambut pendengaran mereka. Sesil melihat sekeliling, mencari keberadaan teman nya yang mengadakan acara.
''Itu dia." tunjuk Sesil melihat keberadaan teman nya. "Ayo kita ke sana." ajak Sesil.
"Ok..." Ceril mengangguk.
Menuju teman Sesil.
"Selamat ulang tahun ya Alexa." ucap Sesil mencium pipi.
"Terimakasih. Oh iya siapa yang ada di samping mu?" tanya Alexa.
"Dia teman ku, Ceril nama nya." ucap Sesil memperkenalkan.
"Ceril." ucap Ceril mengulur kan tangan.
''Alexa." ucap Alexa mengulurkan tangan juga.
"Baiklah karena kalian sudah datang, silahkan bergabung dengan yang lain." ucap Alexa. "Aku tinggal bentar ya." pamit nya dan Ceril serta Sesil mengangguk.
"Ayo kita nikmati waktu ini." ucap Sesil senang.
Mereka berdua bergabung dengan para tamu lainnya sambil berjoget.
Suara musik yang keras dan suasana yang ramai membuat tempat itu menjadi ramai.
__ADS_1
Di tempat Tian.
Tian sedang mengunjungi acara ulang tahun rekan kerja nya. Dia mengobrol bersama teman teman bisnis nya.
Sedangkan Samuel yang mendapat telepon dari anak buah nya, bingung. Ia mondar mandir berfikir bagaimana caranya menyampaikan semua ini kepada Tuan nya yang sedang asyik bercengkrama.
Karena ini sangat penting, akhirnya dia memberanikan diri mengganggu obrolan mereka.
Samuel tahu, jika dia mengatakan kepada Tian, pastinya Tian akan langsung pergi -mencari gadis nya yang saat ini Samuel pun tidak tahu keberadaan nya.
"Tuan..." panggil Samuel di belakang nya.
"Ada apa?" tanya Tian menengok.
"Ada hal penting yang ingin ku katakan." ucap Samuel.
"Hal penting apa? Kau tahukan aku sedang apa! Jadi pergilah jangan ganggu." perintah Tian kembali mengobrol kepada rekan bisnis nya.
Samuel pun akhirnya pergi, tidak berani lagi menganggu tuan nya. Sedangkan para bodyguard itu kembali mencari keberadaan Nona nya, walaupun mereka sendiri tidak tahu dimana mereka akan mencari.
Nona nya ini sungguh pintar sekali. Ia meninggalkan hp di rumah, sehingga para bodyguard itu susah untuk melacak keberadaan nya.
Waktu terus berjalan.
Di Club malam, Sesil dan Ceril terus menikmati waktu nya.
Seorang pemuda yang melihat Ceril langsung menghampiri nya.
"Nona Ceril." panggil pemuda itu yang tak lain David.
"Em....siapa ya?" jawab Ceril lupa.
"Saya David, yang waktu itu menabrak anda di cafe." jelas David.
"......." Ceril berfikir, lama berfikir akhirnya dia mengingat. " Oh ya, aku ingat. Kau si tukang tabrak itu ya." ucap Ceril memukul bahu David karena Ceril sedikit mabuk.
"Tukang tabrak." gumam David.
__ADS_1
"Em..." Ceril mengangguk. "Ayo kita nikmati waktu ini." ajak Ceril berjoget bersama.
Dengan senang hati David menyetujui, karena dia memang sangat ingin lebih dekat dengan ceril, wanita yang dia incar.
Mereka berdua bergoyang bersama menikmati musik yang menggema di ruangan itu. Sesekali David memberikan minuman ber alkohol kepada Ceril.
Sesil pun juga sama, dia juga di temani oleh seorang pemuda yang cukup tampan, membuat dia sedikit mabuk dan merancau.
Ceril yang sudah mabuk mengalungkan tangan nya di leher David, tubuhnya masih sambil bergoyang.
"Emh....Kau disini." ucap Ceril tak sadar, ia mengira yang di depan nya itu adalah Tian.
"......" David yang mendengar mengernyit. " Gadis ini sudah mabuk." batin David.
"Sayang, cium aku. Aku ingin merasakan bibir mu." ucap Ceril ngelantur.
"Benar benar mabuk." batin David.
Ceril mendekatkan wajah nya ingin mencium bibir David. Tapi sebelum itu terjadi, Sesil yang berada di samping nya terhuyung dan menabrak tubuh Ceril hingga membuat kedua nya oleng.
Alexa yang melihat teman nya sudah mabuk menghampiri.
Alexa tidak ingin terjadi sesuatu dengan kedua teman nya ini. Saat melihat dua orang pemuda berada di samping kedua nya, ia langsung meminta, meminta izin membawa kedua pergi dari tempat ini.
Alexa tidak tahu kedua pemuda itu. Karena yang ia tahu kedua teman nya itu tidak membawa laki laki bersama nya saat datang. Untuk menghindari yang tidak tidak, Alexa membawa kedua nya di kamar yang sudah di pesan nya.
Bruk....
Alexa dan satu teman nya lagi meletakkan Sesil dan Ceril yang mabuk di atas kasur.
"Hah....Mereka ini sungguh sangat payah." ucap Alexa kelelahan karena memapah Sesil.
"Sudah ayo kita pergi. Biarkan mereka berdua beristirahat." lanjutnya lagi mengajak temannya pergi meninggalkan mereka berdua.
Sebelum itu mereka berdua mengunci pintunya.
Sedangkan David sangat kesal karena tidak bisa dekat lagi dengan Ceril.
__ADS_1
"Ini semua gara gara wanita tadi." gumam David dan pergi mencari tempat duduk.