Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
AMORA DAN ALDIRCH (AMORA YANG BERANI)


__ADS_3

Mengingat itu Wanita bernama Ratu Isabella mendesah. "Bukan siapa siapa," jawab Isabella yang belum ingin mengatakan kenyataan bahwa Gadis bernama Amora itu adalah Putri nya.


Dalio yang mendengar Ratu nya tidak belum ingin mengatakan, dia akhirnyanya diam. Tidak ingin memaksa junjungan untuk mengatakan semua nya.


"Baiklah, jika Yang Mulia belum ingin mengatakan nya," jawab Dalio.


"Jika nanti waktunya sudah tepat aku akan mengatakan nya," jelas Isabella.


"Baik Yang Mulia," jawab Dalio mengangguk.


.


.


.


Di Negara J, Amora kini di bawa ke suatu tempat yang jauh dari keramaian. Tubuh Amora di ikat di sebuah kursi, dan dirinya saat ini pun belum sadarkan diri juga.


Rayna yang melihat Amora masih pingsan mengambil air dan menyiramkan nya ke wajah Amora.


Byuur....


"Bangun....Dasar pemalas," teriak nya.


Amora yang kaget karena siraman air dingin di wajah nya langsung membuka mata. Dia gelagapan, matanya mencari siapa yang telah menyiram nya.


"Siapa kamu?" tanya Amora yang tidak mengenal Rayna.


"Kau tidak mengenal ku? Ah iya, kau kan memang tidak mengenal ku. Perkenalkan nama ku Rayna Nakata," jelas Rayna.


"Rayna Nakata! Aku tidak pernah mendengar," jawab Amora yang memang tidak mengenal siapa itu Rayna Nakata.

__ADS_1


"Jelas saja kau tidak mengenal ku, karena Negara ku berbeda dengan Negara mu."


"Negara berbeda! Dimana aku sekarang?" tanya Amora, dia berharap tidak di culik dan di bawa ke Negara jauh.


"Kau tidak perlu tahu dimana dirimu sekarang berada. Yang harus kamu tahu dan kamu pikirkan, bagaimana cara nya agar kau bisa lepas dari tawanan ku."


"Kita ini tidak saling kenal, dan tidak memiliki masalah. Apa maksud mu menawan ku? Kenapa kau membawa ku dan memperlakukan ku seperti ini?" tanya Amora yang tidak mengerti kenapa orang asing ini menangkap nya. Padahal jika di pikir, dia hanyalah orang miskin. Jika pun wanita yang di depan nya ini menginginkan imbalan, sudah di pastikan dia tidak akan pernah mendapatkan keuntungan apapun.


"Itu karena kau berani mengambil Tunangan ku," jawab Rayna mencondongkan wajah nya.


"Tunangan! Tunangan apa? Aku sama sekali tidak mengerti. Dan apa yang kamu tuduhkan tadi? Kau menuduh ku merebut tunangan mu? Maaf ya Nona, mungkin anda salah menangkap orang. Aku sama sekali tidak pernah merebut Tunangan anda," jelas Amora tidak terima. Dia menatap tidak suka kepada gadis cantik yang ada di depan nya ini.


Hahahahaha....


"Kata siapa kau tidak merebut Tunangan ku dan tidak mengenal Tunangan ku? Kau itu sangat mengenalnya. Bahkan dengan beraninya kau merebut Tunangan ku terang terangan. Kau ingin tahu siapa Tunangan ku? Aldirch, Aldirch lah Tunangan ku. Sekarang bagaimana? Kau mengenal nya bukan? Aku yakin kau pasti mengenal nya?" jelas Rayna.


Amora yang mendengar apa yang di katakan Rayna tercengang, dia tidak percaya jika Aldirch memiliki Tunangan, "Kau pasti berbohong, aku tidak akan percaya dengan apa yang kau katakan!"


"Terserah kau percaya atau tidak! Aku hanya mengingatkan kepada mu, Aldirch adalah milik ku. Dan jangan pernah sekali kali kau merebut Aldirch dari ku," ucap Rayna yang semula mencengkram dagu Amora dan melepaskannya dengan kasar.


Amora merasakan dagu nya yang panas, ia menoleh, menatap Rayna dengan tatapan tajam, "Kau pikir aku akan percaya begitu saja dengan ucapan orang asing? Tidak! Aku tidak akan pernah percaya dengan apa yang kau katakan tentang Aldirch yang menjadi Tunangan mu! Aku lebih percaya dengan Aldirch, dia pernah mengatakan kepada ku apapun yang terjadi aku harus percaya dengan nya bahwa dia hanya mencintai ku," jelas Amora dengan tatapan sengit.


"Dan ingat satu hal Nona, sekuat apapun kau menginginkan nya, dan melarang ku untuk menjauhi nya, aku sama sekali tidak akan pernah menuruti apa yang kau minta. Dia milik ku dan selama akan menjadi milik ku, camkan itu!"


Rayna yang mendengar Amora malah mengancam nya sangat marah. "Berani nya kau menantang ku. Kau belum tahu siapa aku!"


"Aku tidak perlu tahu siapa kamu! Dan aku tidak takut pada mu!" jawab Amora dengan suara keras. Amora benar benar tidak takut dengan Rayna. Pikirnya jika dia takut, Rayna pasti akan menindas nya.


Rayna benar benar sangat marah, wajah nya sangat merah melihat keberanian Amora. "Kau benar benar menantang ku Gadis sialan!" teriak nya


Plaaak!!!

__ADS_1


Rayna menampar pipi Amora dengan keras.


Amora yang di tampar dan merasakan pipinya panas malah tertawa. "Hahahaha.......


Rayna yang melihat Amora tertawa mengerutkan kening, bingung. Pikir nya kenapa gadis ini malah tertawa?


"Nona, Nona! Percuma kau menyiksa ku terus. Aku tetap tidak akan melepaskan Aldirch untuk mu. Dan sampai kapan pun Aldirch hanya milik ku, milik ku!" jelas Amora dan langsung mendapatkan tamparan lagi dari Rayna.


"Dasar Gadis sialan! Jika kau terus mengatakan itu, aku pastikan kau akan mati di tangan ku," marah Rayna menjambak rambut Amora.


Amora mendongak karena jambakan kuat Rayna. Namun kaki nya yang tidak di ikat dia tendang kan ke arah perut Rayna hingga membuat Rayna mundur dan terjungkal ke lantai.


"Dasar Gadis Jala*ng! Berani nya kau pada ku," marah nya dan berdiri menghampiri Amora.


Plak...


Plak..


Rayna menampar pipi Amora berulang kali hingga wajah cantik itu kini penuh lebam, dan di sudut bibir nya robek dan mengeluarkan sedikit darah. Namun Amora sama sekali tidak menunjukkan kelemahan nya, dia malah tersenyum mengejek. "Cih! Lemah. Jika kau memang berani kepada ku, lepaskan aku. Jangan berani nya seperti ini, mengikat dan menyiksa dengan cara menjijikkan."


Hahahah....


"Jangan harap aku akan melepaskan mu. Aku sama sekali tidak akan pernah melepaskan mu," Jawab Rayna.


Rayna menoleh ke arah anak buah nya, "Tutup mulut Gadis sialan itu, jangan biarkan dia berteriak. Dan oh ya, jangan berikan dia makanan. Aku ingin dia mati secara perlahan karena berani malawan ku dan menghina ku," perintah nya kepada anak buah nya.


"Baik Nona," jawab mereka bersama.


Setelah sedikit menyiksa Amora, Rayna pergi meninggalkan Amora di tempat itu. Hari ini dia sungguh sangat kesal karena Amora terus membuat nya emosi. Dia pikir Amora gadis yang penakut dan mudah di gertak. Tapi kenyataannya, dia malah berani menantang nya tanpa rasa takut sedikitpun.


"Dasar, gadis Menyebalkan." kesal Rayna.

__ADS_1


__ADS_2