Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
PUTRI ARABELLA ADALAH RENATA


__ADS_3


Hai jangan lupa mampir di cerita autor yang ini juga.


.


.


.


.


Anak tak di akui


Bab 81


Tian berjalan hingga sampai di depan pintu ruangan nya. Ia menoleh ke arah Samuel yang berada di belakang nya bersama dengan Alexa.


"Mau kemana?" tanya Tian.


"mengikuti anda." jawab Samuel.


Tian beralih melihat Alexa yang sedikit cemberut. "Urus saja wanita mu." ucap Tian membuka pintu dan masuk, menutup pintu dan membiarkan Samuel berdiri diam di depan pintu bersama Alexa.


"Dia cukup pengertian." gumam Alexa. "Sayang ayo ke ruangan mu, aku lelah karena baru pulang ke negara ini dan langsung menemui mu." ucap Alexa menarik Tangan Samuel, namun Samuel menahan.


"Kau baru kembali dan langsung datang kemari?" tanya Samuel.


"Tentu saja, karena aku merindukan mu." jawab Alexa. "Dimana ruangan mu?" tanya Alexa.


"Disitu." tunjuk Samuel ke ruangan nya.


"Ayo, aku sungguh lelah. Ingin beristirahat." ucap Alexa dan menarik Samuel masuk kedalam ruang kerja Samuel.


"Jika lelah kenapa tidak kembali saja di rumah dan istirahat di rumah? Kenapa malah datang kemari, sungguh aneh sekali wanita ini." gumam Samuel.


Alexa dan Samuel pun masuk kedalam, Alexa langsung melepas pelukan nya dan merebahkan di sofa, memejamkan mata karena merasa tubuh nya lelah.


"Kau tidak menawari kekasih mu ini minum?" tanya Alexa.


"Tidak." jawab Samuel.


"Sungguh tidak perasaan." gumam Alexa.


Samuel tidak benar benar membiarkan Alexa kehausan, ia menelepon petugas kebersihan untuk mengantarkan minuman ke ruangan nya.


Tak butuh waktu lama, seseorang mengetuk pintu dari luar.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok...


"Masuk." perintah Samuel.


Seorang wanita masuk sambil membawa nampan, membawa minuman dingin. "Minuman ini di letakkan dimana tuan?"


"Di meja saja." ucap Samuel.


"Baik tuan." jawab wanita itu.


Setelah meletakkan minuman, wanita yang bertugas itu pergi meninggalkan sepasang kekasih muda itu.


Alexa diam, tidak mengambil minuman yang ada di depan nya. Samuel yang melihat mengerutkan alisnya. "Bukankah kamu tadi meminta minum? Kenapa tidak di minum?" tanya Samuel.


"Malas, kamu saja disitu tidak menemani ku." ucap Alexa merajuk karena Samuel malah duduk di kursi kerja nya, bukan duduk di samping nya.


Samuel yang mendengar membuang nafas dengan kasar.


Hah....


"Sebenar nya mau nya apa sih?" tanya Samuel dalam hati.


Samuel pun beranjak dari duduk nya menghampiri dan duduk di samping Alexa.


"Apakah begini keinginan mu?" tanya Samuel.


Senyum manis terbit di bibir Alexa. Samuel sempat terpana melihat senyum manis itu, tapi dengan cepat Samuel membuang wajah, takut tergoda dengan wajah manis Alexa.


Samuel menoleh kembali. "Bukankah itu dekat, kenapa dia meminta ku untuk mengambilkan?" batin Samuel menatap Alexa.


"Kau tidak mau?" tanya Alexa.


"Bukankah tangan mu bisa mengambilnya?" tanya Samuel


"Aku malas, ingin kamu yang mengambilkan. Sayang ayolah, aku ingin di manja tahu." rengek Alexa.


"Hah...Baiklah, baiklah." ucap Samuel pasrah


Hari ini Samuel benar benar di buat pusing oleh Alexa. Dari mulai manja, ingin itu, ingin ini. Jika tidak di turuti marah dan merajuk dan Samuel pun hanya bisa mematuhi, benar benar seperti pasangan kekasih yang saling mencintai.


Berbeda dengan Tian, Tian terus menggerutu karena Ceril tidak mengangkat telepon nya.


"Kemana dia? Kenapa tidak mengangkat panggilan ku? SMS pun tidak di balas hanya di baca." gumam Tian melihat handphone nya berharap Ceril menghubungi dan membalas pesan nya.


Lama tidak mendapat kan balasan, Tian pun melempar handphone nya di meja dengan kasar, setelah itu menyandarkan kepala nya di kursi sambil mengusap kasar rambut nya.


"Hah, ada apa dengan ku ini? Kenapa aku jadi seperti ini setelah di pergi. Sial, benarkah aku menginginkan nya?" ucap Tian.

__ADS_1


Saat menggerutu sendiri, Handphone Tian berdering.


Tian mengambil dan mengangkat nya.


"Ada apa?" tanya Tian.


"Tuan, saya memiliki informasi lagi tentang orang yang dari Negara I itu, ternyata dia adalah seorang utusan dari seorang Raja terdahulu, yang memang di perintah kan untuk mencari keberadaan dari Putri Arabella, tuan. Dan dari yang saya dapat, Putri Arabella adalah Mama tuan, Nyonya Renata. Putri Arabella adalah satu satu nya putri dari kerjaan itu. Namun karena putri Arabella menghilang entah kemana, Tahta itu sekarang di ambil alih oleh Paman anda, kakak angkat dari ibu anda." jelas Arsen.


"Mama adalah putri dari seorang Raja." batin Tian.


"Lanjutkan." perintah Tian agar Arsen menjelaskan lebih lanjut


"Setelah hilangnya Putri Arabella yang mendadak, tak berselang lama Raja dan Ratu di kabar kan mati oleh anggota kerajaan. Dan dari hasil penyelidikan anak buah saya yang ada di sana, masyarakat mengatakan Raja dan Ratu meninggal karena terkena penyakit aneh, hingga akhirnya pemakan beliau di sembunyikan dari publik alasan takut banyak masyarakat yang datang dan penyakit itu akan menyebar luas." jelas Arsen.


"Sungguh aneh. Jika memang Raja dan Ratu terdahulu sudah mati, seharusnya tidak perlu repot repot mencari keberadaan Putri Arabella setelah bertahun tahun lama nya." ucap Tian.


"Benar tuan, seharusnya seperti itu. Di saat dulu beliau masih hidup kenapa tidak mencari? Dan setelah beliau meninggal bertahun tahun mereka mencari nya kembali." ucap Arsen.


"Ar, terus selidiki, aku yakin ada sesuatu di balik semua ini." ucap Tian.


"Baik tuan." jawab Arsen. "Oh ya tuan, saya dengar dari anak buah saya, sebenar nya masyarakat di sana berharap Raja mereka ganti, bukan kakak angkat putri Arabella." ucap Arsen.


"Kenapa begitu?" tanya Tian.


"Masyarakat disana tertekan dengan peraturan yang di buat oleh Raja mereka. Perlu anda ketahui tuan, Kerajaan NUVOLEON merupakan kerajaan Monarki Absolut. Kerajaan yang memiliki kuasa penuh atas pemerintahan Negara." ucap Arsen.


"........" Tian Diam. " Selidiki lebih lanjut. Jika ada informasi lagi katakan pada ku." ucap Tian.


"Baik tuan." ucap Arsen.


Setelah panggilan berakhir, Tian mengusap wajah nya. "Kenapa seperti ini? Apakah aku akan terlibat dengan kerajaan itu? Kenapa Mama memiliki status yang rumit." gumam Tian.


"Apa yang harus ku lakukan Ma?" batin Tian bingung.


.


.


.


.


Autor udah Up 2 Bab. Jangan nagih lagi, jika senggang Autor lanjut hari ini. Jika tidak senggang tunggu kelanjutan esok hari.


By by.


jangan lupa like komen dan vote.

__ADS_1


Sedikit memaksa ya.


He..He..He..


__ADS_2