Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
MEMBANTAI MUSUH


__ADS_3

Anak Tak Diakui.


Bab 86.


.


.


.


Setelah mengeluarkan semua unek-unek nya, Tian pun meninggalkan Haris, dan saat ini pergi ke markas untuk meluapkan semua emosi yang tidak bisa ia lakukan kepada Haris.


Sejak melihat Haris, Tian sangat ingin membunuh. Tapi saat mengingat pesan Mama nya, Tian mengurungkan nya. Fikir nya kenapa Mama nya meminta dirinya agar tidak membunuh laki laki bajingan itu. Ataukah Mama nya itu masih mencintai laki laki itu walaupun laki laki itu menyakitinya dengan sangat keterlaluan?.


Tian mengendarai Mobil nya dengan perasaan kacau, tiba tiba sebuah mobil menghantam nya dari arah samping.


Braaak...


Mobil Tian pun Oleng, dan akhirnya menabrak pembatas jalan.


Braaak.


Tian, masih selamat. Melihat ada seseorang yang ingin bermain dengan nya, ia tersenyum menyeringai.


"Heh, tikus yang mengantarkan nya nyawa. Baiklah karena saat ini aku memang sedang ingin membunuh, maka aku akan bermain dengan kalian." gumam Tian mengambil Senjatanya



Dia keluar, dan langsung menembak kan senjata nya ke mobil yang telah menabrak nya.


Deert...Deert....Deert....


(Anggap saja suara nya seperti itu)


(Silahkan Bayangkan kalian semua sedang menonton Film Action)


Peluru itu melesat ke arah mobil, menimbulkan suara keras dan akhirnya.


Duuuuar...


Mobil itu terbakar, namun beberapa orang yang ada di Mobil berhasil menyelematkan diri.


Tian berjalan maju mendekati mobil itu. Di lihat nya tidak ada orang. Tian melihat sekeliling.


"Heh, mau main petak umpet dengan ku." ucap Tian.


Lima orang yang yang sedang bersembunyi itu menyiapkan senjata nya juga. Dari balik tempat tersembunyi, mereka membidikkan senjata ke arah Tian.


Door....Door.


Tian yang melihat arah tembakan menoleh dan langsung menghindar, berlari agar tidak terkena tembakan. Tian juga bersembunyi, sambil mata nya mencari musuh nya. Di lihat nya musuh bersembunyi tak jauh dari tempat nya berada.


Tian keluar dan menembakkan senjatanya ke arah mereka yang sedang bersembunyi.


Deert...Deeert...Deeert...

__ADS_1


Tian terus membidik dan mengarahkan tembakan nya ke arah mereka, banyak peluru mengarah kepada musuh nya. Hingga ada satu yang terkena tembakan Tian


Aaakh ...


Jerit salah satu dari mereka karena terkena tembakan di bahu nya.


"Kau tidak apa apa?" tanya teman nya.


"Ya, tidak apa apa." ucap nya


"Ternyata dia memiliki senjata." ucap temannya.


"Kita harus berhati hati. Dan kita juga harus membunuh laki laki itu." ucap ucap yang lainnya.


Tian masih saja menembak kan senjata nya. Para musuh itu berlari menghindari senjata Tian yang mengarah ke arah mereka. Tian yang melihat mereka tersenyum Devil, tubuhnya berputar seiring berlari nya mereka sambil menembakkan senjata nya.


"Kalian tidak bisa lari dari ku, berani nya kalian kepada ku. Dan rasakan malaikat pencabut nyawa ini mencabut nyawa kalian." ucap Tian.


Tian berlari mengejar sambil menembakkan senjata nya. Berguling dan bersembunyi jika mereka membalas tembakan nya.


Suara tembakan terdengar keras di tempat itu. Karena ulah mereka, kaca kaca bangunan milik orang lain pun pecah. Tapi tak ada satupun yang berani melihat, karena mereka mungkin masih sayang dengan nyawa mereka.


Tian terus saja menembakkan senjata nya hingga peluru di senjata nya habis. Tian bersembunyi mengisi peluru lagi, sambil matanya melihat ke arah mereka.


Tian mengambil senjata lain yang ia kalung kan di leher nya.



Tian Manarik pelatuk dan di arahkan ke arah mereka. Tian yang melihat ada Pom bensin di dekat mereka, langsung menembakkan senjata nya


Door...Door...Door.


Buuum....


Duuuuar.


Ledakan keras terjadi di tempat itu hingga membuat api menyala besar.


Kelima orang itu terpental, Tian tang melihat langsung berlari ke arah mereka. Meraka yang masih selamat mencoba untuk kabur, tapi Tian dengan cepat mengganti senjata nya dengan senjata awal, dan membidik kan nya ke arah mereka..


Deert....Deert...


Peluru itu menembus punggung mereka hingga membuat mereka terjatuh dan langsung mati. Tian beralih mencari musuh lainnya. Tian melihat, dengan berlari kencang terus Tian mengejar, melompat dan menembak.


Deert...Deert...


Laki laki yang di kejar Tian pun sesekali menoleh, karena dia tidak memiliki senjata, dia pun hanya bisa berlari. Senjata mereka tidak ada pada nya karena saat ledakan tadi.


Tian berhenti dan mengambil pistol yang ada di celana nya, membidik nya dengan mata menyipit sebelah, agar bidikan tepat sasaran.


Dan


Door..


Peluru menembus punggung dan membuat musuh nya terjatuh. Tian menghampiri, di lihat nya laki laki itu sekarat. Tian mengambil senjata lain dan menembakkan nya di tubuh laki laki itu secara terus-menerus hingga darah memuncrat di tubuh nya.

__ADS_1


Melihat laki laki di depan nya mati dengan mengenaskan, mata Tian mencari seseorang lagi yang mungkin saja masih bersembunyi.


"Tinggal satu lagi." gumam Tian.


Dua orang sudah Tian bunuh, dua orang lagi sudah mati saat ledakan. Dan sekarang hanya tinggal satu orang lagi yang belum Tian bunuh.


Satu orang yang bersembunyi itu mendekap mulut nya takut Tian mendengar suara nya. Tubuh nya bergetar melihat kesadisan Tian.


"Sembunyi dimana kau tikus kecil." ucap Tian berjalan santai sambil membawa senjata nya mencari keberadaan orang yang sedang bersembunyi itu.


Mungkin memang sudah kesialan lagi lagi itu, saat bersembunyi handphone nya malah berdering.


Kring ..Kring..


Tian menoleh ke arah suara, tersenyum menyeringai dan berjalan pelan ke arah suara itu. Laki laki yang bersembunyi menelan ludah dengan kasar.


Dia pun dengan cepat merogoh headphone nya yang berdering, dan setelah itu mengangkat nya.


"Hallo tuan." jawab Orang itu lirih, sangat sangat lirih.


"Bagaimana?" tanya laki laki di seberang telepon.


Belum juga laki laki yang mengangkat telepon itu menjawab. Sebuah senjata mengarah ke kepala nya.


Laki laki itu mendongak dengan wajah terkejut, sedikit menjauhkan telepon nya. Tian memberi tanda kepala mengangguk agar laki laki itu menjawab laki laki yang menelepon nya.


Dengan ragu ragu laki laki itu mendekatkan kembali handphone nya ke telinga.


"Semua nya mati tuan." ucap laki laki itu sambil melihat wajah Tian yang menurutnya sangat mengerikan.


"Apa!!! Dasar bodoh, hanya membunuh satu orang saja kalian tidak becus." marah laki laki di telepon.


Tian yang yang mendengar makian laki laki yang ada di telepon langsung menyambar handphone itu dan berkata." "Jika kau bukan pengecut lawan aku, hadapi aku. Jangan seperti tikus yang sembunyi di lorong nya." ucap Tian.


"Kau..." geram laki laki itu mendengar Tian menghina pengecut. " Awas kau Tian sialan, aku tidak akan membiarkan mu hidup setelah apa yang kau lakukan kepada ku." ucap Laki laki itu.


Tian yang mengenal suara siapa yang berbicara dengan nya tersenyum. " Kau itu memang pengecut Aron. Hanya bisa bersembunyi tanpa berani menghadapi, seperti wanita saja." jawab Tian.


Arin yang mendengar hinaan lagi dari mulut Tian, menjadi kesal. "Bajingan kau Tian." ucap Aron marah sambil berteriak setelah itu memutus panggilan.


Tian yang mendengar panggilan terputus langsung membuang dan menginjak Handphone itu. Setelah itu menatap kembali laki laki yang masih gemetar di depan nya.


"Tidak berguna." ucap Tian menembakkan pistol nya.


Door...


Satu peluru menembus isi kepala laki laki itu dan setelah itu Tian pergi sambil memanggul senjata di bahu nya. Merogoh handphone di sakunya dan menghubungi Samuel untuk menjemputnya.


.


.


.


Maaf jika tidak terlalu baik dalam menjelaskan nya.

__ADS_1


Selamat membaca


Jangan lupa tinggalkan like nya dan komennya.


__ADS_2