
Beberapa menit kemudian Samuel datang. Dilihat tepat itu sangat kacau. "Mungkin kah tuan habis berkelahi?" batin Samuel melihat tuan nya juga membawa senjata.
"Tuan." ucap Samuel.
"Nanti akan ku jelaskan." ucap Tian melangkah masuk ke dalam mobil. Samuel pun ikut menyusul dan setelah itu mereka pergi dari tempat yang tadi menjadi pertempuran Tian dan anak buah Aron.
"Apa yang terjadi tuan? Apakah ada musuh yang sudah mengetahui anda di sini?" tanya Samuel mengira musuh Mafia nya sudah mengetahui keberadaan Tian.
Tidak, mereka belum tahu. Tapi seperti nya cepat atau lambat mereka akan tahu." ucap Tian.
"Lalu tadi?" tanya Samuel.
"Mereka anak buah Aron. Aron menginginkan kematian ku karena apa yang ku lakukan pada nya." ucap Tian.
"......"Samuel diam mengingat siapa Aron.
.... . . . . . ....
Aron adalah seorang pengusaha sukses di Nagara Prancis. Dia mengikuti Tender begitupun dengan Tian. Namun saat itu Tian lah yang memenangkan nya hingga membuat Aron tak terima. Aron berniat menghancurkan Tian dan perusahaan nya. Namun malah sebalik nya, Tian lah yang menghancurkan nya hingga membuat Aron bangkrut.
Setelah Aron bangkrut, Aron pun menghilang entah kemana. Namun setelah cukup lama menghilang, Aron kembali muncul di publik. Aron kembali menjadi orang kaya dan siap menghancurkan Tian kembali.
Aron selalu menyewa banyak orang agar bisa membunuh Tian, begitupun dia juga pernah menyewa Keluarga George, keluarga yang markas nya pernah di babat habis oleh Samuel dan rekan rekan nya.
Keluarga George nantinya akan kembali menghadapi Tian, karena terlibat nya dia dengan urusan masa lalu Tian. Tian yang sudah mengetahui dalang dalang siapa yang ikut andil dalam membunuh ibu nya, harus menunggu waktu yang pas agar bisa membunuh mereka semua.
Tian tidak bisa gegabah, karena ia tahu yang melindungi keluarga George selain Aron masih ada orang lain yang lebih berkuasa, dia adalah orang yang di kenal nya, namun belum mengenal wajah nya. Tapi suatu saat mereka pasti akan berhadapan langsung.
Tanpa sepengetahuan Samuel dan Tian. Aron juga memberikan bantuan Dana ke perusahaan David dengan syarat bisa membunuh Tian.
Jadi semua dalang dimana banyak begundal begundal tidak berguna yang datang ke Tian untuk membunuh nya adalah ARON, musuh dalam bisnis.
Sedangkan Mafia JOEGER yang saat ini masih menyelidiki siapa ketua GEROGRE LORIZD, masih anteng. Mungkin karena mereka belum mengetahui dimana ketua itu berada.
Mafia JOEGER juga termasuk Mafia besar, markas mereka juga hampir ada di setiap Negara. Dengan anggota yang jumlah nya tak kalah besar dengan Mafia GEROGRE LORIZD. Namun di antara kedua Mafia ini, masing masing ketua nya belum mengetahui seperti apa wajah musuh nya. Tian pun masih menyelidiki siapa ketua Mafia JOEGER, begitupun dengan ketua Mafia JOEGER yang masih menyelidiki seperti apa Ketua dari Mafia GEROGRE LORIZD.
Tian sudah menyelundupkan anak buah nya masuk kedalam markas JOEGER yang ada di negara C, namun sampai saat ini belum ada kabar yang memuaskan untuk Tian.
Yang ia tahu, markas di Negara C bukanlah markas pusat nya Mafia JOEGER.
.... . . . . ...
Sedangkan Marco yang menunggu markas di Negara A selalu waspada dengan anggota nya sendiri. Takut seperti sebelum nya, ada penyusup yang masuk kedalam markas nya. Sedangkan Arsen, melindungi data Tian dan data keseluruhan Mafia nya dengan sangat ketat agar tidak di bobol oleh pihak musuh.
.... . . . . . . . ....
Samuel terus melajukan mobil nya dan mengantarkan Tian ke kediaman nya. Melihat waktu yang memang sudah dini hari, Samuel pun berencana akan menginap di rumah tuan nya.
Setelah sampai.
Tian turun dan langsung menuju kamar nya, membersihkan tubuh nya yang terdapat noda darah.
__ADS_1
Setelah selesai, Tian keluar sambil mengusap rambut nya yang basah, mengambil handphone nya dan mencari kontak Ceril.
Entah kenapa malam ini ia ingin menghuni Ceril setelah tadi hatinya sedih dan kalut karena bertemu dengan Haris.
Tian menekan nomor Ceril dan menghubunginya.
Tut ..Tut...Tut....
Panggilan tersambung.
Namun Ceril tidak menjawab nya.
"Kemana dia? Kenapa setiap kali aku menghubungi, dia tidak pernah mengangkat nya." kesal Tian masih terus mencoba menghubungi Ceril
Ceril yang sedang ada di ranjang, mendengar handphone nya berdering mengambil. Tapi saat mengetahui siapa yang memanggil, dia meletakkan kembali handphone nya.
Tapi tetap saja Tian tidak berhenti. Dia terus menelepon Ceril hingga membuat nya menjadi kesal.
"Apa!!!" jawab Ceril kesal
Tian yang mendengar langsung mengerutkan kening nya. "Ada apa dengan nya? Kenapa nadanya seperti sangat kesal." batin Tian.
'Kenapa tidak bicara?" tanya Ceril masih dengan nada kesal nya.
"Kamu marah?" tanya Tian.
"Tentu saja, karena kau mengganggu tidur ku dan membuat kepala ku bertambah pusing dengan banyak nya panggilan mu." ucap Ceril.
"Pusing?" Batin Tian
Memang kenapa jika aku sakit atau tidak? Kau pun pasti juga tidak akan datang menemui ku jika aku sakit." ucap Ceril memegang kepala nya yang terasa sakit.
Mendengar itu Tian langsung mengakhiri panggilan. Ceril yang melihat Tian memutus panggilan mendengus kesal, dan melempar handphone nya di samping nya
"Menyebalkan." ucap Ceril setelah itu memejamkan mata nya lagi agar sakit kepala nya berkurang.
Sedangkan Tian langsung dengan cepat memakai pakaiannya, siap untuk berangkat ke Negara A untuk melihat ke adaan Ceril.
Tian berjalan cepat menuruni tangga, setelah itu dia mengetuk pintu kamar Samuel.
Tok.. Tok.. Tok...
Samuel yang baru ingin merebahkan tubuh nya, mendengus.
"Siapa sih? mengganggu saja." gumam Samuel berjalan dan membuka pintu.
Ckleeek.
"Tuan." ucap Samuel.
"Cepat ganti pakaian mu, kita akan pergi." ucap Tian.
__ADS_1
"Pergi?" Samuel masih bingung, fikirnya pergi kemana.
"Sam, kau mendengar ku tidak?" tanya Tian.
"Ah, iya. Tunggu sebentar tuan." ucap Samuel dan menutup kembali pintu untuk berganti pakaian.
Tian menunggu di ruang tamu sambil memainkan Handphone nya. Tak berselang lama Samuel pun datang.
"Tuan, saya sudah siap." ucap Samuel.
"Ayo." ucap Tian.
Samuel mengikuti tuan nya. Namun keningnya mengkerut karena tuan nya membawa nya ke Helipad. Disana beberapa orang sudah menunggu kedatangan nya.
"Mari tuan." ucap Pilot yang akan mengantarkan Tian.
"Kita mau kemana tuan" tanya Samuel.
"Ke Negara A." jawab Tian.
"Negara A?" ucap Samuel. "Apakah kita akan menggunakan Helikopter ini?" tanya nya
"Em..." Tian mengangguk saja, malas untuk menjawab. "Cepat naik." perintah nya.
Samuel pun akhirnya hanya bisa menurut dan masuk kedalam Helikopter. Tian hanya di temani Samuel, pilot dan seorang lagi yang akan menjaga keamanannya. Setelah semua nya masuk, Helikopter pun siap berangkat menuju bandara.
Beberapa menit perjalanan Helikopter sampai di bandara. Di bandara Jet pribadi Tian sudah siap mengantarkan nya ke Negara A, dan kini mereka semua berpindah naik ke jet Pribadi tanpa ada yang bertanya, begitupun Samuel.
Beberapa jam perjalanan mereka pun akhirnya sampai di Nagara A. Di sana mereka sudah di tunggu oleh Marco dan anak buah lain nya.
"Selamat datang kembali ke Negara ini Tuan." Sapa Marco.
"Em.."Tian mengangguk. Bagaimana dengan markas disini?" tanya Tian sambil berjalan menuju mobil.
"Semua nya aman tuan. Walaupun terkadang ada yang ingin bermain dengan kita, saya dan yang lainnya bisa mengatasi nya." ucap Marco.
"Bagus, kau memang bisa di andalkan." ucap Tian.
Marco membukakan pintu dan mempersilahkan Tuan nya masuk. Setelah itu mereka masuk kedalam mobil lainnya, membuntuti mobil Tian dari belakang.
.
.
.
.
.
πππππSelamat membaca
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote
selalu dukung karya Autor, dengan cara Tekan love