
"Kurung dia dan jangan lepaskan." perintah Tian kepada anak buah nya.
"Baik tuan." jawab anak buah Tian yang berada dalam ruangan itu dan membawa Frans ke ruangan lain
"Tunggu!! jangan tahan saya, saya tidak bersalah. Saya hanya menjalan kan tugas dari tuan saya. Lepaskan saya tuan." ucap Frans.
Tuan mengangkat tangan nya, meminta anak buah nya berhenti.
"Katakan apa tujuan tuan mu itu meminta mu datang ke makam Mama ku?" tanya Tian.
"Bisakah anak buah anda melepas kan saya terlebih dahulu." ucap Frans tidak nyaman.
"Lepaskan dia." perintah Tian kepada anak buah nya.
Anak buah Tian pun melepaskan Frans.
Frans yang di lepas menatap tidak suka kepada anak buah Tian karena cengkraman nya terlalu kuat sehingga membuat lengan nya sedikit sakit.
"Cepat katakan." ucap Tian duduk sambil menyilang kan kakinya dan menyesap rokok nya.
Frans melihat Tian, setelah itu ia juga duduk di kursi tak jauh dari Tian.
"Sebenar nya saya sering mendatangi makam itu karena makam itu adalah makam putri Arabella." ucap Frans.
"Makam itu bukan milik putri Arabella yang anda maksud, tapi makam itu adalah makam Mama saya, Renata." ucap Tian.
__ADS_1
"Tapi dari penyelidikan saya, makam itu adalah makam putri Arabella yang telah lama pergi meninggalkan istana." ucap Frans.
.......Tian diam menatap kesal Frans karena sedari tadi ngotot bahwa makam Mama nya adalah makam putri Arabella. "Kenapa sedari tadi kau selalu menyebut nama putri Arabella. Siapa sebenarnya putri Arabella itu?" tanya Tian penasaran.
......." Frans diam, melihat ke arah Tian enggan untuk mengatakan. Tian yang tahu langsung meminta Samuel untuk menyerahkan foto mendiang Mama nya.
"Ini tuan." Samuel menyerahkan foto Renata.
Tian mengambil dan menyerahkan kepada Frans. "Apakah putri Arabella yang anda maksud sama dengan yang ada di foto?" tanya Tian.
Frans mengambil dan melihat nya.
Deg...
Frans melihat foto, setelah itu beralih menatap Tian. Tian yang melihat hanya mengerutkan alis nya melihat perubahan mimik wajah Frans.
"Apakah anda mengenal wanita yang ada di foto itu?" tanya Tian menyelidik.
Frans bukan nya menjawab, tapi malah memberikan pertanyaan. "Apa hubungan anda dengan wanita ini?"
"Dia ibu ku." jawab Tian.
........ Frans yang mendengar begitu terkejut dengan jawaban Tian. "Ibu? Apakah Putri Arabella sudah menikah dan memiliki anak? Tapi benar kah pemuda ini adalah anak putri Arabella." batin Frans terus berfikir. "Kau tidak boleh langsung percaya begitu saja Frans." lanjutnya mengingatkan dirinya sendiri.
"Bukti apa lagi selain ini jika anda benar benar putra dari wanita yang ada di foto." ucap Frans.
__ADS_1
"Kau meragukan ku?" tanya Tian menatap tajam.
"Bukan seperti itu tuan." jawab Frans.
Frans terus bertanya bukti bukti bahwa Tian adalah putra dari Renata. Tapi Tian tidak bisa memberikan bukti lain selain foto, karena memang hanya itulah peninggalan Mama nya.
"Aku tidak memiliki yang lainnya selain foto peninggalan Mama ku." jawab Tian.
Frans hanya diam. Namun saat ingin bertanya handphone Frans berbunyi, ia mengambil handphone nya dalam saku. Saat ia mengambil, sebuah benda juga ikut tertarik dan akhirnya jatuh di lantai.
Frans tidak menyadari bahwa benda milik nya jatuh, ia mengangkat telepon dan berbicara menjauh dari Tian.
Tian yang melihat benda itu ada di dekat kaki nya langsung mengambil, dilihat nya benda yang sama seperti yang di miliki nya, hanya saja warna benda itu berbeda. Berwarna biru muda.
.
.
.
.
Selamat membaca.
Maaf baru update.
__ADS_1
Semoga suka ya, jangan lupa like, komen dan vote nya. Ok