
Pagi hari.
Samuel datang dan mengabarkan apa yang di sampaikan oleh anak buah nya yang mengintai di pelabuhan kepada Tian.
"Tuan, apa yang anda perintahkan semua nya berjalan dengan lancar seperti apa yang ada inginkan." ucap Samuel memberitahu.
"Hahahaha.... Bagus bagus, aku suka dengan kabar ini. Dan aku yakin Levi pasti sangat marah saat ini. Wajah yang dia bangga banggakan itu aku yakin, pasti sekarang berubah seperti dedemit." ucap Tian tertawa membayangkan wajah Levi yang marah.
"Anda juga, jika anda sedang marah wajah anda malah lebih angker dari dedemit." batin Samuel.
Tian masih tertawa, perasaan nya saat ini sunggung sangat senang. Namun saat menatap Samuel, ia melihat bibir Samuel komat komit tidak jelas. Tian yang melihat langsung menendang kaki nya.
"Auh... Ada apa tuan? Kenapa menendang saya." tanya Samuel menggosok kaki nya dengan tangan sambil merintih.
"Menjijikkan. Kau itu laki laki apa perempuan? merintih seperti banci." ucap Tian mencibir. "Dan apa yang kau fikir kan tadi? Mulut komat Kamit tidak jelas. Awas kau, kalau sampai menyumpahi ku yang tidak tidak. Jika sampai itu benar, aku pun akan menyumpahi mu menjadi bujang karatan." lanjutnya.
"Eh.. jangan Tuan. Jika karatan saya takutnya Alexa nanti bakal menjerit saat saya memasukinya." ucap Samuel yang otak nya sudah traveling.
Mendengar itu Tian melotot dengan jawaban Samuel. Memang akhir akhir ini Samuel sedikit berbeda dari biasanya. Tian yang melihat perubahan itu sedikit tersenyum, fikirnya mungkin Asisten nya ini memang sudah jatuh cinta dengan Alexa
Dan tanpa sepengetahuan Tian, Samuel dan Alexa sebenarnya sudah sering wik wik jika di malam hari. Samuel memang sudah membuka hati pada kekasih dadakan nya itu, dan sekarang dia menjadi bucin dengan gadis agresif nya itu.
"Lalu bagaimana dengan COSA NEVELAS yang kita tugaskan, apakah mereka berhasil?" tanya Tian
"Mereka juga berhasil Tuan. Dan mereka pun juga mengambil semua barang milik Levi." ucap Samuel.
"Mereka mengambil semua nya? Hahahaha... mereka benar-benar mengambil keuntungan dari ini semua." ucap Tian.
"Lalu setelah ini apa yang akan kita lakukan Tuan? Karena saya yakin pasti Levi tidak akan tinggal diam. Dan saya yakin mereka pasti sudah tahu siapa penyebab nya. kemungkinan besar mereka pasti akan balik menyerang kita?" tanya Samuel.
"Ya kau benar, dia pasti akan menyerang kita. Tapi kita tidak tahu dia akan menyerang markas kita yang mana." ucap Tian.
"Beritahu saja pada Dave untuk memantau pergerakan mereka. Pantau setiap CCTV di dekat markas nya yang ada di negara C, karena aku yakin pasti dia akan membawa banyak anak buahnya untuk menyerang kita." ucap Tian.
__ADS_1
"Dan beritahu kepada ketua setiap markas untuk tetap sedia. Jika nantinya pasukan JOEGER datang menyerang markas kita, mereka semua sudah siap untuk melakukan pertempuran." perintah Tian.
"Baik Tuan." ucap Samuel
"Oh ya, bagaimana dengan perkembangan keluarga Anderson?" tanya Tian
"Tuan David dan Nona Amira masih berada di dalam penjara. Sedangkan Nyonya Navita malah semakin menjadi gila, gila akan kepuasan birahi." ucap Samuel
"Sungguh wanita tua yang menjijikan. Sudah tua, keriput, masih saja gila akan sek*s. Apakah dia selama menjadi istri Haris dia tidak mendapat kepuasan? Sampai-sampai saat dia sudah tua dia menjadi gila akan hal itu." ucap Tian.
"Dan aku juga heran dengan Alex itu, betah juga dia dengan wanita yang atas dan bawah nya sudah pasti keriput." lanjutnya.
Samuel yang mendengar Tian mengatakan bahwa milik Navita yang ada di bawah sana sudah keriput, Samuel pun tidak bisa menahan tawa nya lagi, dan akhirnya pecah.
Hahahahahahaha......
Tawa Samuel pecah di ruangan itu saat mendengar kata yang menurut nya sangat lucu.
..... Mendengar itu Samuel langsung diam, namun dengan bibir masih menahan tawa.
"Tidak ada Tuan." jawab Samuel
Saat keduanya mengobrol, seorang gadis keluar dari kamar nya. Dia berjalan menuruni tangga dan menghampiri Tian.
"Sayang." ucap Ceril dengan manja dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Tian.
"Kenapa sudah bangun?" tanya Tian mengelus kepala Ceril.
"Sudah lelah di ranjang. Oh ya, tadi Sesil menghubungiku, dia mengatakan bahwa Kakak sedang mencari ku." ucap Ceril memberitahu
Tian yang mendengar Nickel mencari Ceril, dia pun langsung menoleh dan mengangkat kepala Ceril. "Apakah kau kabur dari rumah? Dan tidak mengatakan kepada mereka bahwa kau ada disini?" tanya Tian
Ceril menggeleng dan mengangguk secara bersamaan. Tian yang melihat menghela nafas.
__ADS_1
Hah......
"Aku akan segera menghubungi tuan Nickel agar menjemput mu pulang." ucap Tian.
"Tapi aku tidak ingin pulang, aku masih merindukan mu." ucap Ceril memeluk lengan Tian.
"Sayang dengerin aku." ucap Tian menangkup wajah Ceril. "Beberapa hari ini aku akan sangat sibuk dan mungkin aku akan melawan musuh ku. Jadi pulanglah, aku tidak bisa menjaga mu disini."
Samuel yang melihat hanya diam mengamati mereka berdua.
.......Ceril diam, setelah itu mengangguk. Tian yang melihat Ceril mengangguk langsung mengambil handphone nya dan menghubungi Nickel.
"Hallo, ada apa?" tanya Nickel menjawab panggilan.
"Tuan, saya hanya ingin memberitahukan bahwa Nona Ceril ada bersama saya. Em..Kalau boleh saya minta tolong, bisakah anda menjemput nya?" tanya Tian.
"Jadi Ceril benar benar datang ke sana, sudah ku duga. Baiklah hari ini aku akan langsung pergi." ucap Nickel.
"Oh ya Tian, bisakah kau antarkan Ceril ke rumah Sesil saja?" ucap Nickel.
"Sesil? Memang kenapa saya harus membawa nya kesana?" tanya Tian penasaran.
"Em...maksud ku begini. Kau kan sering sibuk, aku takut nya saat sampai disana kau tidak ada. Em...kalau Ceril di tempat Sesil kan, Em... aku langsung bisa membawa nya pulang." ucap Nickel bingung.
Nickel berharap saat menjemput Ceril, Ceril berada di rumah Sesil. Karena sejak menghubungi Sesil yang mengangkat panggilan laki laki, hati Nickel tidak pernah tenang dan selalu gelisah, menerka nerka yang tidak tidak.
Tian di diam, sedetik kemudian dia tersenyum. Tian berbisik ke telinga Ceril, mengatakan bahwa mungkin Tuan Nickel sedang ada sesuatu rasa dengan Sesil.
Mendengar itu Ceril tersenyum, dan ia pun mengiyakan untuk pergi ke rumah Sesil.
Setelah menghubungi Nickel, Tian pun mengantarkan Ceril ke rumah Sesil. Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di kediaman Winston
Tian menggandeng tangan Ceril masuk ke rumah mewah dan megah itu. Sesil sudah menyambut kedatangan mereka berdua di depan pintu. Ya, sebelum Ceril datang, Ceril mengirimkan pesan terlebih dahulu bahwa dia akan datang bersama Tian.
__ADS_1