
Amora yang melihat hanya terkekeh, dia pergi meninggalkan Aldirch, masuk kekamar Chloe dan mengambil keranjang baju yang belum di setrika.
Aldirch yang melihat Amora pergi langsung menyusul. "Sayang biar aku yang angkat," Aldirch mengambil keranjang itu dari tangan Amora, membawa nya ke ruang depan. Di karenakan kontrakan Chloe tidak terlalu besar, maka Amora menyetrika pakaian itu di ruang tamu, yang sudah ia gelari tikar.
Aldirch menaruh keranjang itu dan Amora pun memulai menyetrika, Aldirch hanya diam dan terus menatap Amora yang sedang menyetrika. aku baju Chloe.
"Kamu cantik."
"Tadi gagal sayang. Nanti setelah selesai lanjutkan ya," pinta nya sambil tersenyum.
Amora mengerutkan kening, sambil menggelengkan kepala, "Tidak."
"Lah, kenapa sayang?" tanya Aldirch mendekati Amora.
"Aku sibuk," jawab Amora masih mengerjakan tugas nya.
"Masa begini saja sibuk dan tidak bisa," jawab Aldirch menarik wajah Amora dan mencium bibir itu.
Mata Amora melotot, dan berkata, "Jangan mencuri, nanti aku khilaf dan menampolkan setrikaan ini di wajah mu."
"Jangan dong sayang, nanti ganteng ilang. Mau kamu pacar mu yang ganteng ini jadi jelek?" tanya Aldirch
"Makanya jangan seperti itu,"
"Baiklah, baiklah." jawab Aldirch mencium pipi Amora dan kabur, duduk di kursi memainkan handphone nya.
Cukup lama Aldirch memainkan Ponselnya, ia merasa lelah. Dan di lihatnya Amora masih setia dengan pekerjaan nya.
Hah...
"Aku ngantuk," gumam Aldirch dan tidur di kursi. Amora yang melihat menggelengkan kepala.
Handphone Aldirch berdering namun Aldirch tidak mengangkatnya karena dia sudah terlelap. Amora yang melihat Aldirch tidur menatap handphone Aldirch yang berdering. Di lihatnya 'Mommy' Amora yang melihat berpikir itu pasti ibu nya yang menghubungi ponsel Aldirch.
"Al," panggil Amora membangunkannya.
Aldirch tidak bergeming, dan tidak bangun. Cukup lama Amora membangunkan Aldirch tapi tetap tidak bangun juga, akhirnya Amora mengangkat panggilan itu.
"Hallo," jawab Amora.
Di seberang telpon, seseorang itu mengerutkan kening bingung karena yang menjawab bukanlah suara laki laki. Beberapa kali dia melihat nomor yang dia hubungi, tapi itu memang benar nomornya dan tidak salah.
"Ini siapa?" tanya Seorang wanita yang tak lain adalah Ceril.
"Saya Amora. Apakah ini Mommy nya Al?" tanya Amora dengan lembut.
__ADS_1
"Ya benar, aku Mommy nya Al. Dan kamu siapa nya Al? Kenapa ponselnya ada pada mu?" tanya Ceril penasaran, karena tidak biasanya putra nya itu memperbolehkan ponsel nya di pegang oleh orang lain selain keluarga.
"Saya teman nya Nyonya. Dan untuk Al saat ini sedang tidur, maaf jika saya lancang mengangkat nya karena sejak tadi saya bangunkan dia tak kunjung bangun juga," jelas Amora.
"Oh begitu," jawab Ceril yang di kepala nya penuh tanda tanya siapa Amora ini. "Baiklah, sampaikan saja padanya jika aku menghubungi. Nanti kalau dia sudah bangun minta dia untuk menghubungi ku."
"Baik Nyonya, nanti akan saya sampaikan," jawab Amora.
.
.
.
Di negara N, Ceril yang selesai menghubungi Nomor Aldirch langsung mencari suaminya.
"Sayang," panggil Ceril yang melihat suami nya sedang bersama Samuel dan Arsen.
"Ada apa?" tanya Tian yang langsung menghentikan pembicaraan nya dengan Samuel dan Arsen.
"Aku mau cerita, ini penting," jawab Ceril memberitahu dengan serius.
"Apa yang ingin kau ceritakan?"
"Ini tentang Putra kita," ucap Ceril menatap mereka semua. Tian, Samuel dan Arsen mengerutkan keningnya, berpikir apa yang terjadi dengan Aldirch.
Samuel dan Arsen yang bertanya bukannya mendapat jawaban, tapi malah mendapatkan pelototan. "Berhentilah memanggil ku dengan panggilan itu! Itu sungguh menyebalkan jika kalian yang memanggil," kesal Ceril di panggil Ratu oleh Samuel dan Arsen.
"Lah kenapa? Bukankah memang itu pantas untuk panggilan anda Yang Mulia Ratu?" tanya Samuel masih saja bingung dengan alasan Ceril yang tidak masuk akal.
"Karena aku tidak ingin terlihat tua. Aku merasa panggilan itu membuat ku seakan tua, aku ini masih muda," kesal Ceril dengan menyedekapkan tangan nya.
Tian yang mendengar tertawa terbahak bahak mendengar Ceril yang seakan tidak ingin tua. "Lalu kamu ingin di panggil apa sayang?" tanya Tian terkekeh.
"Seperti dulu," jawab Ceril singkat
"Dulu??? Maksud anda Nona, begitu?" tanya Arsen dan Samuel bersamaan.
Em...Ceril mengangguk. Tian yang melihat anggukan Ceril semakin tertawa keras, pikir ya istrinya ini sangatlah aneh.
"Sayang panggilan itu sudah tidak cocok dengan mu! Panggilan itu cocoknya untuk putri kita," jawab Tian
Ceril melotot dan menatap Tian dengan tajam. Seolah berkata "Kau menertawakan ku? Lihatlah tidak ada jatah ****-**** nanti malam."
Tian yang melihat langsung gelagapan. "Jangan marah ya sayang. Ya ya, baiklah, baiklah. Kau akan di panggil Nona oleh mereka," ucap Tian melirik Samuel dan Arsen dengan tatapan membunuh, dan seperti berkata. "Jika kau tidak mengabulkan permintaan nya dan sampai malam nanti aku tidak dapat jatah karena kalian, akan ku bunuh kalian malam ini juga."
__ADS_1
Kedua orang yang di tatap itu gelagapan dan menelan ludah dengan kasar, mereka berdua serempak mengangguk mengiyakan untuk memanggil Ceril dengan sebutan Nona. "Ratu aneh pikir mereka."
Ceril yang melihat tertawa senang, "Dasar Ratu dan Raja aneh. Bahkan kedua anak nya juga sama sama aneh." batin Samuel dan Arsen sama.
Tian melototi mereka kembali, Tian tahu mereka berdua sedang mengatai dirinya di dalam hati. Melihat tatapan mematikan dari Tian, Samuel bertanya demi mengalihkan semua itu. "Yang Mulia Nona, memang apa yang terjadi dengan Pangeran?"
"Oh iya, aku lupa," ucap Ceril menepuk keningnya. Tian menoleh, ingin mendengarkan apa yang ingin di katakan istri tercintanya.
"Sayang kamu tahu tidak?_"
"Tidak," jawab Tian cepat
"Ish...aku belum selesai ngomong tahu," kesal Ceril memukul lengan Tian.
"Baiklah, baiklah. Lanjutkan," pintanya
"Tadi saat menghubungi Aldirch, yang mengangkat ponsel nya itu wanita lo. Kira kira siapa ya? Dan dia bilang Al sedang tidur, jangan jangan......!" pikir Ceril ngelantur yang tidak tidak.
"Buang pikiran kotor mu itu sayang," ucap Tian menyentil kening Ceril.
"Aduh sakit tau. Tapi beneran dia bilang Al sedang tidur. Coba deh kamu pikir! Al sedang tidur, pastinya sedang kelelahan! Terus yang menjawab wanita nya. Aku yakin mereka pasti habis...."
Tian, Samuel dan Arsen saling pandang melihat wajah Ceril yang sedang berhayal kegiatan ranjang. Mereka bertiga benar benar di buat geleng geleng kepala dengan isi kepala Ceril yang mesum.
.
.
.
.
SELAMAT MEMBACA
**JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA, TANPA KALIAN AUTOR TIDAK SEMANGAT.
MAKA DARIRI ITU DUKUNG DENGAN CARA
LIKE
...KOMEN...
TAP FAVORIT
...BERI HADIAH DAN VOTENYA...
__ADS_1
AGAR AUTOR TETAP SEMANGAT BUAT KISAH ALDIRCH DAN AMIRA.
...😘😘😘😘😘😘😘**...