Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
RESMI MENJADI KEKASIH.


__ADS_3

Anak Tak Diakui


Bab. 92


.


.


.


Skip saja jika tidak suka.


Tian akan menjelaskan dan mengatakan siapa dirinya. Dia berharap Ceril tidak akan takut dan menjauh dari nya setelah di mendengar nya nanti.


"Aku adalah seorang Mafia. Ketua Mafia Dunia Bawah. Banyak musuh yang akan mengincar ku nanti, dan mungkin aku bisa kapan saja mati di tangan mereka. Jika kau menjadi wanita ku, kau pun mungkin akan menjadi sasaran dari kekejaman mereka. Dan masih ada satu lagi, aku mungkin akan berseteru dengan Kerajaan NUVOLEON, kerajaan dari Nagara I." jelas Tian.


Ceril diam mendengar itu semua, Mafia. Sungguh sangat mengerikan jika harus ikut terlibat dalam masalah Bunuh membunuh.


Tian yang melihat Ceril diam, menyentuh pipi Ceril.


"Jika kau masuk dalam kehidupan ku, kau harus siap dengan masalah ku. Akibat yang akan kau hadapi nanti, mungkin juga bukan diri kita, tapi keluarga mu mungkin saja bisa terseret dalam masalah ku." ucap Tian.


Ceril menatap Tian. "Kenapa kau memiliki latar belakang yang rumit? Kenapa harus berkecimpung di dunia hitam itu?" tanya Ceril.


"Aku tidak tahu. Awal nya aku hanya ingin balas dendam kepada papa ku. Tapi aku tidak menyangka jika akhirnya aku harus berhadapan dengan keluarga kerajaan yang memiliki kekuatan yang aku sendiri tidak tahu seberapa besar yang di miliki oleh nya. Aku bersyukur karena waktu itu aku masuk ke dalam dunia hitam ini. Jika saja aku tidak masuk, mungkin aku tidak akan bisa menghadapi kerajaan besar itu nanti nya." ucap Tian.


Ceril mendorong tubuh Tian, dan Tian terlentang di samping Ceril.


Ceril menatap wajah Tian yang seperti nya sangat lelah. Lelah karena berfikir.


"Aku akan ikut masuk dalam permasalahan mu yang rumit itu." jawab Ceril.


Tian menatap Ceril sambil mengerutkan kening nya. Mungkin kah dia salah mendengar, fikir Tian.


"Apakah aku tidak salah dengar?" tanya Tian.


"Tidak, aku akan ikut berjalan mengiringi langkah mu untuk mengatasi musuh musuh mu." ucap Ceril.


"Itu sangat berbahaya. Dan itu akan membahayakan nyawa mu." ucap Tian.


"Tidak masalah, jika aku harus membahayakan nyawa ku, asal kan aku bisa bersama mu." ucap Ceril.


'Tidak boleh, kau tidak boleh membahayakan Nyawa mu. Aku tidak mengizinkan nya." ucap Tian.


Sayang dengarkan aku." pinta Tian sambil menangkup pipi Ceril.


"Bertahan lah dengan perasaan mu, jika aku sudah menyelesaikan semua nya aku janji aku akan menikahi mu." ucap Tian.


"Tidak, aku tidak mau." tolak Ceril memeluk tubuh Tian.

__ADS_1


"Tapi ini sungguh berbahaya untuk mu." ucap Tian memperingati.


"Aku tidak peduli. Mau berbahaya atau tidak, aku akan tetap bersama mu." ucap Ceril.


Mendengar keras kepala nya Ceril, Tian pasrah dan akhirnya mengizinkan Ceril masuk ke kehidupan nya yang rumit dan penuh tantangan ini.


"Apakah kita sekarang menjadi pasangan kekasih?" tanya Ceril.


"Tentu saja, kau milikku sekarang." ucap Tian mengangkat wajah Ceril dan mencium nya.


Tian mencium dengan lembut dan penuh perasaan. Di Lu**mat nya dan di ses**ap nya bibir merah muda itu. Bagaikan candu Tian tidak melepas, ingin menikmati dan menikmati. Tangannya mengelus punggung Ceril dengan lembut.


Tian membalik tubuh Ceril hingga berada di kukungan nya. Melu**t kembali bibir itu dan saling bertukar salivanya.



Ceril menikmati apa yang di lakukan Tian, begitupun dengan Tian yang juga menikmati ciuman nya.


Tian beralih mengecup leher putih dan terus turun hingga sampai Dada. Memberikan tanda merah, dan hal itu membuat Ceril melenguh. Suara lenguhan Ceril membuat Tian semakin bersemangat. Tian menarik pakaian Ceril hingga terlepas dari tubuh nya. Tian yang melihat tubuh Sexy Ceril dengan cepat menjelajahi nya dengan bibir nya.


Merasakan itu Ceril benar benar tidak bisa tidak mende**sah, bibir nya terus Mendes**h kala lidah Tian menyapu kulit nya. Apalagi saat Tian bermain di dada nya, membuat tubuh Ceril benar benar meremang.


Tian melepas pakaian nya, menindih tubuh Sexy itu. Tangan nya bergerak kemana mana mencari sesuatu yang dapat ia mainkan. Tubuh Ceril penuh dengan tanda merah, apalagi di bagian dada dan perut. Tian benar benar memberi banyak tanda, dan mengklaim bahwa tubuh itu adalah milik nya, tak boleh seorang pun memiliki nya selain dirinya.


Pagi hari.


Ceril menatap diri nya, dilihat nya dia tidak mengenakan pakaian nya. Dan dilihat nya tubuh nya banyak tanda merah yang berarti dia tidak mimpi bahwa tadi malam memang Tian ada di sini dan semua tanda yang ada di tubuh nya karena ulah Tian, kekasih nya.


Mengingat bahwa mereka resmi menjadi kekasih senyum terbit di bibir nya. Ceril turun dari ranjang menuju kamar mandi tanpa menutup tubuh nya, mengguyur tubuh itu dengan air dingin sambil mengingat kegiatan tadi malam.


"Dia sungguh sangat Sexy." ucap Ceril mengingat tubuh Tian.


Tadi malam mereka tidak melakukan hal itu, Tian hanya memberikan sentuhan sentuhan saja. Tian tidak melakukan itu karena dia tidak ingin Ceril hamil untuk saat ini.


Setelah selesai membersihkan diri. Ceril yang saat ini sedang memakai make-up nya mendengar kakak nya memanggil.


"Dek, kakak masuk ya." ucap Nickel dari luar.


"Masuklah." teriak Ceril.


Nickel masuk karena sudah mendapat izin dari adik nya. Di lihat nya adik nya sedang berdandan.


Nickel duduk di ranjang. Kening nya mengkerut saat hidung nya mencium Parfum lain.


"Apakah ada seseorang yang datang ke kamar mu?" tanya Nickel.


.......Ceril diam, setelah itu menggeleng.


Melihat Ceril menggeleng, Nickel pun tidak bertanya lagi. "Oh ya, sebentar lagi Vano dan keluarga nya datang, cepat lah bersiap untuk menyambut kedatangan mereka." ucap Nickel.

__ADS_1


'Baik." jawab Ceril.


"Dan ingat jangan pake pakean mu yang kurang bahan itu." ucap Nickel memperingati.


"Lalu aku harus pake yang mana? Hampir semua pakaian ku seperti itu kak." ucap Ceril.


"Kakak akan membelikan nya untuk mu kalau begitu." ucap Nickel mengambil handphone nya dan hendak menghubungi seseorang.


Namun sebelum Nickel menghuni seseorang, seorang pelayan datang sambil membawa sebuah bingkisan.


"Permisi Nona, Tuan." ucap Pelayan.


"Ada apa?" tanya Nickel.


"Ada yang mengirim bingkisan ini untuk Nona muda." ucap Pelayan.


"Bingkisan? Aku tidak memesan apapun?" tanya Ceril.


"Tapi ini atas nama anda Nona." ucap Pelayan.


"Bawa kesini." ucap Nickel.


Pelayan itu masuk dan menyerahkan bingkisan itu kepada Nickel. Setelah memberikan nya, pelayan itu pergi. Nickel yang penasaran akhirnya membuka nya.


Di lihat nya sebuah pakaian indah nan cantik dan lengkap dengan sepatu nya.




"Aku yakin yang mengirimkan ini adalah dia." ucap Nickel.


Ceril tersenyum dan mengambil pakaian itu. Namun saat di buka dia menggerutu. "Kenapa lengannya harus panjang? Membuat ku risih saja." ujar nya.


Nickel yang mendengar menyentil kening adik nya. "Ini lebih baik dari pada kamu harus memakai pakaian Sexy mu itu." ucap Nickel.


"Cepat pakai, kakak tunggu di luar." perintah nya dan pergi keluar.


.


.


.


💞💞💞💞


Selamat membaca.


Ini sudah 3 Bab, jadi jangan lupa like nya.

__ADS_1


__ADS_2