
Ehem....
Tian berdehem karena adik kakak itu malah asyik berbisik bisik.
"Ah...Maafkan saya tuan Tian." ucap David dan tuan mengangguk.
Tian sebenarnya sudah tahu maksud dari David membawa adik nya di pertemuan ini. Tian sedikit malas sebenarnya saat melihat wajah Amira. Walaupun sebenar nya ia akui Amira juga cantik, tapi entah kenapa dia lebih suka memandang gadis nakal nya itu, lebih cantik dan menggemaskan fikir Tian.
"Bisakah kita mulai Tuan David." Tanya Tian.
"Ah iya." jawab David. "Begini tuan Tian, setelah saya fikir saya akan menerima tawaran anda. Saya akan menjual saham saya kepada anda sebesar 30%. Apakah anda keberatan?" tanya David.
"Tidak sama sekali. Bagi ku itu sudah cukup dan saya berterimakasih kepada anda karena anda sudah bersedia memenuhi persyaratan saya." ucap Tian.
David menyerahkan berkas penjualan saham kepada Tian untuk di tandatangani. Setelah selesai.
"Baiklah, mulai besok saya akan meminta Samuel untuk mengurus nya." ucap Tian hendak pamit.
"Baik tuan." ucap David. "Oh ya tuan, saya tadi sudah memesan kan makanan untuk kita semua. Bagaimana kalau kita makan siang bersama." lanjutnya.
Karena tidak enak, akhirnya Tian menerima tawaran itu. Mereka makan siang bersama, sesekali Amira mencoba mengajak Tian mengobrol, dan Tian pun menanggapi seperlunya saja.
Setelah selesai.
"Terimakasih atas jamuan nya, kalau begitu saya permisi dulu tuan David." ucap Tian menjabat tangan.
"Ya tuan Tian, hati hati di jalan." ucap David.
Tian mengangguk dan pergi meninggalkan Restoran itu. Setelah Tian pergi David mengambil hp nya dan menghubungi seseorang.
"Aku sudah berhasil bekerja sama dengan perusahaan itu. Setelah semua nya berjalan aku akan memberikan senjata senjata terbaik itu kepada mu." ucap David
Setelah mengatakan itu David mengakhiri panggilan.
"Apakah karena dia kakak menjual saham itu?" tanya Amira.
"Ya, aku melakukan itu karena aku tidak ingin keluarga kita kenapa napa, kau tahu sendiri kan dia seperti apa." ucap David.
"Em.....Amira mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
.
.
Tian dan Samuel pergi untuk kembali ke kantor, namun saat di perjalanan tiba tiba suara tembakan mengarah ke mobil mereka.
Dooor....
Tian yang mendengar suara tembakan langsung melihat, dan ternyata ada satu mobil mengikutinya dengan cepat ia mengeluarkan pistol panjang di bawah kursi.
"Kemudikan mobil nya dengan baik, biar aku yang mengurus." ucap Tian memegang pistol.
Tian membuka pintu kaca mobil mengarahkan ke arah mobil hitam yang mengikuti nya
Door.....
Belum sempat Tian menembak sebuah peluru sudah mengarah ke arah nya, namun karena Tian yang selalu waspada peluru itu tidak mengenai nya.
"Kurang ajar, berani nya kalian bermain dengan ku." ucap Tian menarik pelatuk dan
Dooor....
Mobil itu menjadi oleng dan dengan cepat di ambil alih oleh anggota lainnya, Tian yang melihat di pandangan sedikit jauh langsung menembakkan peluru nya lagi ke arah ban mobil.
Dooor....Doooor...
Dua peluru keluar dari pistol nya, membuat ban mobil oleng dan menabrak pembatas.
Brak ...
Bum
Duuuuar....
Mobil meledak karena kerasnya tabrakan hingga memercikkan api dan membakar mobil.
"Cih...Hanya begundal kecil mau bermain main dengan ku." ucap Tian melihat mobil yang mengejar nya sudah meledak.
"Anda baik baik saja Tuan?" tanya Samuel khawatir takut Tian terluka.
__ADS_1
"Tentu saja aku baik baik saja." jawab Tian
Tian mencari hp nya dan menghubungi Marco.
"Hallo Tuan." jawab Marco di markas.
"Kirim kan beberapa anggota untuk datang ke negara C. Seperti nya mata mata itu sudah mengatakan tentang diri ku." ucap Tian.
"Baik tuan. Apakah terjadi sesuatu dengan anda Tuan?" tanya Marco.
"Ya, hari ini ada yang ingin bermain dengan ku. Tapi seperti nya yang di kirim hanya beberapa begundal bodoh yang tidak bisa memegang pistol dengan benar. Aku sudah membereskan nya." ucap Tian.
"Saya akan langsung mengirim orang orang terlatih untuk menjaga anda." ucap Marco.
"Em..." jawab Tian Setelah itu mengakhiri panggilan.
Tian melepas jas nya, menggulung lengan kemeja nya dan menyandarkan kepala nya di kursi.
"Tanyakan dimana gadis nakal itu berada saat ini." perintah Tian meminta Samuel menghubungi bodyguard yang menjaga Ceril.
Samuel yang tahu maksud perintah itu dengan cepat mengambil hp dan menghubungi. Setelah mendapat laporan, Samuel berkata.
"Nona Ceril berada di toko buku tak jauh dari perusahaan Tuan." ucap Samuel
"Em....."Tian mengangguk dan berkata. " Lajukan lebih cepat." perintah nya meminta Samuel melajukan mobil nya lebih cepat agar cepat sampai di perusahaan.
Samuel menuruti perintah Tian, menekan pedal gas agar melaju dengan cepat.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah sampai. Dan benar seperti yang Tian fikir kan, Ceril benar benar datang di perusahaan dengan membawa Paper bag di tangan nya. Mungkin itu buku yang di beli Ceril fikir Tian.
.
.
.
Selamat membaca
Jangan lupa like and komen serta vote.
__ADS_1