
Nena menembakkan peluru nya ke arah Amora.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Isabella langsung menghampiri Amora.
Aldirch yang sedang bertarung pun langsung menendang musuh nya dan menembak nya.
Door.....
Door....
Namun saat hendak pergi untuk menemui Amora, lagi lagi ada yang menghadang nya. "Bajingan! Mati saja kalian," teriaknya marah dan terus menembak menggunakan dua senjatanya. Aldirch sungguh sangat marah, dia terus menembak musuh musuh nya tanpa henti. Tubuh nya berputar sesuai target, begitupun Jaeden dan Chloe. Samuel, Dave, Arsen dan. Denis lebih gila dia membantai dengan cepat menggunakan pisau runcing nya, menghunuskan dan di tubuh musuh musuh nya tanpa bekas kasihan.
Jika mereka sibuk bertarung melawan anak buah Nena. Berbeda dengan Rayna, Nena, Noni Isabella dan Amora. Mereka berdebat hebat tentang masa lalu.
Amora meringis merasakan Bahu nya yang terkena tembakan. "Dasar wanita jahanam! Aku benar benar akan membunuh mu." marah Isabella dan meninggalkan Amora yang duduk di tanah.
Isabella berjalan dengan wajah sangat marah, Noji yang melihat hendak menghentikan nya. Namun Isabella lebih dulu berbicara agar Noji tidak ikut campur dalam urusan nya. "Jangan sekali kali kau menghentikan ku untuk membunuh wanita sialan itu!"
Isabella mengambil Pisau nya dan langsung menyerang Nena Nakata. "Mati kau!"
Nena yang melihat hendak menghindari serangan Isabella, tapi Isabella tahu, dia menendang Nena dengan kuat. Lalu menghampiri dan meninju wajah itu dan membuat hidung Nena berdarah. Isabella tidak menghentikan nya, dia kembali menyerang, memukul perut dan menendang nya hingga Nena terjatuh ke tanah, "Jangan mendekat!"
"Kau takut? Cih! Aku akan membunuh mu saat ini karena berani nya kau melukai putri ku," teriak nya dengan sangat marah, wajah Isabella sudah sangat memerah menahan amarah karena Nena dengan beraninua menembak putri yang tidak pernah dia rawat selama ini.
Noji dan Rayna yang mendengar tercengang, Amora putri Isabella, pikirnya. Noji menoleh ke arah Amora yang meringis karena tembakan di bahu nya. "Mungkinkah dia putri dari suami nya sekarang?"
Amarah Isabella sudah tidak bisa di cegah lagi, dia mengangkat senjata nya dan hendak menarik pelatuk nya. Namun suara seseorang menghentikannya saat Isabella hendak menembakkan senjatanya di kepala Nena Nakata.
"Jika kau berani menembak nya aku akan membunuh putri mu ini," ancam Rayna yang menyandra Amora sambil mengarahkan moncong pistol itu di kepala Amora.
"Aku tidak main main wanita tua! Jika kau berani aku benar benar akan menembak nya."
"Gadis sialan, kau ternyata lebih menjijikkan dari ibu mu." Maki nya dengan wajah yang sangat marah. Isabella menatap Noji yang diam, "Noji sialan! Jika kau tidak menghentikan Putri Angkat mu itu aku akan membunuh mu juga," teriak nya pada Noji dengan suara keras.
"Putri Angkat?" Pikir Rayna, "Apa maksud nya ini, siapa yang putri angkat?" tanya nya pada menatap Noji dan Nena.
__ADS_1
"Hahahaha......Jadi kau tidak tahu gadis sialan? Putri angkat itu tentu saja diri mu. Kau itu Anak haram hasil dari rame rame yang ayah nya tidak jelas siapa," jelas Isabella dengan nada penekanan.
"Diam kau!" bentak Nena marah di bawah Todongan pistol Isabella.
"Jangan berani berbicara. Jika kau berani peluru ini akan menembus kepala mu," tatap isabella dengan tatapan tajam.
Rayna yang mendengar tubuhnya seakan lemas, apakah benar yang di katakan oleh Isabella jika dirinya adalah anak haram dari hasil Rame-rame? Tapi kenapa dia tidak tahu sampai sekarang ini? Apakah kedua orang tuanya menyembunyikan semua itu dari nya agar dirinya tidak sedih? Rayna menatap Noji meminta penjelasan, "Apakah aku bukan anak Papa?"
Noji diam, tidak menjawab pertanyaan Rayna. Ryana yang tidak mendapatkan jawab itu tertawa keras. Dia menyimpulkan jika itu kenyataan nya adalah benar, bahwa dia bukanlah anak kandung Noji Nakata.
"Hahahhaha.......Jadi aku ini benar benar anak haram? Menggelikan sekali!"
Nena yang mendengar menjawab dengan keras, "Kau itu bukan anak haram! Kamu putri kami Rayna."
"Diam!!! Aku ini bukan anak kecil lagi, aku tahu dengan diam nya Papa menunjukkan bahwa aku bukan lah anak nya. Dan aku benci ini semua karena kalian berani nya membohongi ku. Bunuh dia, aku ingin dia mati karena berani membodohi ku selama ini," perintahnya kepada Isabella untuk membunuh Nena, ibu kandung nya.
"Apa!!! Apa kau gila? Aku ini ibu ku!" Teriak nya tidak percaya dengan putri kandung nya yang menginginkannya mati.
"Apa kau pikir aku peduli jika kau mati wanita tua? Tidak! Aku tidak peduli, hahahahha...." tawanya senang.
Noji, Isabella dan Nena berpikir, apakah Rayna itu memiliki gangguan. Ya, sebenarnya Rayna memiliki gangguan, gangguan yang tidak pernah diketahui oleh mereka.
Amora hanya diam, dia tidak berani bergerak takut wanita gila itu benar benar menembak nya. Isabella melirik Noji. "Selamat kan Putri mu. Jika kau tidak bisa menyelamatkan nya hidup hidup, aku akan menguliti mu," Teriak nya dengan tatapan membunuh.
Noji yang mendengar itu langsung menatap Isabella, seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan wanita yang di cintai nya dulu. "Putri ku?"
Noji langsung menghampiri Isabella dan mengguncang bahu Isabella, "Katakan sekali lagi apa yang kau katakan barusan!"
"Aku tidak akan mengulang," jawab Isabella.
"Oh jadi dia anak hasil lacur*an mu?" saut Nena Nakata.
"Diam!" bentak Noji menatap tajam Nena.
"Apa! Bukankah benar dia memang hasil lacu*annya," jawab Nena kembali.
__ADS_1
Noji yang sangat geram langsung mencekik leher Nena, "Jangan berani berani kau berkata seperti itu sialan!" maki nya dengan wajah menyeramkan.
"Ka-u! Be-ra-ni nya ke-pada ku," jawab Nena terbata.
"Kenapa tidak berani! Bahkan membunuh mu sakerang pun aku berani," Noji menyambar pistol Isabella dan menodongkannya ke kepala Nena.
"Sekali lagi kau mengatakan itu akan akan menembak mu."
"Lakukan jika kau berani," tantang nya. Mendengar itu Noji tanpa ragu langsung menembak Nena dengan pistol.
Door....Door...
Darah langsung menetes dari kepala nya dan Nena pun langsung mati. Isabella dan Amora yang melihat tidak percaya bahwa Noji benar benar menembak istrinya.
Rayna yang melihat malah tertawa keras melihat Noji membunuh Ibu nya.
"Hahahha........Dia mati, hahahahah.....Kau benar benar membunuh nya. Bagus bagus sangat bagus sekali. Sekarang tinggal aku membunuh wanita ini, wanita yang merebut kekasih ku." kesal nya mendorong Amora hingga terjatuh dan dia langsung menginjak punggung Amora kuat kuat.
Noji dan Isabella yang melihat langsung mendekati Rayna. "Jangan lakukan itu, jika kau berani aku juga akan membunuh mu sama seperti aku membunuh ibu mu," ucap Noji menatap Rayna.
"Jika kau berani membunuh ku, aku akan langsung menembak nya," ancam nya sambil menarik pelatuk.
Amora yang ada di bawah Kaki Rayna sekuat tenaga mengangkat tubuhnya dan mendorong kaki Rayna dengan kuat hingga dia berhasil terlepas dari ancaman Rayna.
Amora yang sudah berhasil berdiri mendekati Noji dan mengambil pistol itu dari tangan Noji, mengangkat pistol itu ke arah Rayna. "Aku tidak takut dengan mu. Jika kau berani membunuh ku, aku pun akan membunuh mu dan kita mati sama sama," jawab Amora dengan tatapan dingin tanpa rasa takut.
"Jangan bicara seperti itu," saut Isabella dan membuat Amora menoleh ke arah Isabella.
"Siapa kau?" tanya Amora menyelidik.
"Aku ibu mu. Ibu kandung mu sayang," jawab Isabella.
Amora diam, setelah itu tidak memperdulikan apa yang di katakan Isabella. Dia kembali menatap Rayna dengan pandangan rumit.
.
__ADS_1
.
.