
Amira yang mendengar Ceril mengaku ngaku menjadi wanita milik laki laki yang di sukai langsung kesal dan sempoyongan berdiri menatap tajam Ceril sambil berkacak pinggang.
"Apa? Milik ku?" tanya Amira. "Enak saja, dia itu milik ku, laki laki ku, dan akan menjadi milik ku selama nya. Bukan menjadi milik mu gadis jala*g." ucap Amira
"Apa kau bilang? Kau mengatakan dia milik mu dan mengatakan aku wanita jala*g? Siapa disini yang jala*g, aku atau kau?" marah Ceril.
"Tentu saja kau." tunjuk Amira.
"Brengsek, ku cekik kau." marah Ceril lepas kendali dan menyerang Amira. Menarik rambut panjang itu.
"Aaah.....lepas." teriak Amira berusaha melepas tangan Ceril dari rambut nya
Ceril marah karena Amira berani nya mendekati Tian nya, Dan bertambah marah karena Amira mengatai nya jala*g.
Perkelahian mereka membuat gaduh tempat itu. Bagaimana tidak, mereka berdua saling cakar dan menjambak. Tian dan Samuel yang melihat hanya diam dan malah asyik menonton pertunjukan walau nantinya ia akan sibuk mengurus gadis nakal di depan nya karena mendapat beberapa luka di tubuhnya.
Keadaan mereka berdua sangat kacau. Rambut kedua nya menjadi acak acakan, Luka dari kuku mereka menggores kulit mulus mereka. Tian dan Samuel yang sedari tadi hanya menonton akhirnya tidak tega dan memisah kedua nya.
"Cukup, kalian membuat gaduh tempat ini, dan membuat para tamu terganggu." ucap Tian kesal saat melihat luka di tubuh Ceril.
Jelas dia marah melihat itu, tubuh halus lembut itu seharusnya tidak boleh terluka sedikit pun.
__ADS_1
"Dia itu wanita ganjen, wanita sialan yang berani menggoda mu di depan ku." ucap Ceril sempoyongan di dekapan Tian dan ingin menghajar Amira lagi.
Ya Tian menarik Ceril Sedang kan Samuel menarik Amira. Teman Amira memegang tubuh Amira yang mabuk dan acak acakan.
"Sudah, diam lah." ucap Tian mendekap Ceril lebih erat.
"Nona, tolong antar kan Amira ke rumah nya. Saya tidak bisa mengantarkan kalian, karena saya harus mengurus adik saya." bohong Tian.
"Baiklah Tuan." ucap Teman Amira dan pergi meninggalkan tempat itu.
Ceril yang ada di dekapan Tian bertambah kesal saat telinga nya sayup sayup mendengar Tian menyebut dirinya adik.
Samuel yang melihat duduk kembali ke sofa dan menyibukkan diri nya dengan hp.
Ceril duduk di pangkuan Tian dan menindihnya.
"Jangan seperti ini, kau itu sedang mabuk." ucap Tian.
"Mana ada, aku ini tidak mabuk. Dan aku akan menghukum mu saat ini." ucap Ceril mendekatkan wajah nya, mencium bibir Tian dengan paksa.
Ceril tidak main main, ia mencium bibir Tian dengan rakus. Sedangkan Tian yang mendapat ciuman itu hanya menghela nafas dan akhirnya menyambut ciuman paska itu, Ceril yang merasakan Tian membalas tersenyum dan semakin memperdalam ciuman nya.
__ADS_1
Tian Mengimbangi dengan cara ******* dan menyesa*p. Di dalam Club malam dengan suara dentuman musik membuat kedua nya menikmati ciuman panas itu tanpa memperdulikan banyak nya Manusia yang akan melihat nya.
Tian menekan tengkuk Ceril untuk memperdalam ciuman nya. Lidah mereka saling membelit dan mereka saling bertukar salivana, Walaupun aroma alkohol masuk ke Indra perasa dan penciuman nya, itu tidak membuat mereka menghentikan kegiatannya.
Ceril yang memakai pakaian sangat sexy membuat Tian lebih bersemangat. Tangan nya mengelus paha putih dan mulus Ceril, membuat Ceril melenguh.
Entah kenapa Tian malam ini ingin sekali menikmati waktunya bersama gadis nakal nya. Dan memberikan kenikmatan untuk nya.
Samuel yang berada di dekat mereka membutakan mata serta telinga nya agar tidak melihat dan mendengar kegiatan mereka berdua.
.
.
.
Selamat membaca
jangan lupa like and komen serta vote
__ADS_1