Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
JANJI


__ADS_3

Pagi hari, seperti biasa. Saat bangun Ceril melihat wajah tampan itu lagi.


Akhir akhir ini memang mereka berdua sering tidur bersama. Entah kenapa perasaan Ceril setiap hari nya semakin bertambah, mencintai mencintai dsn mencintai.


Saat menatap wajah tampan di samping nya yang masih terlelap, Handphone milik nya berdering.


"Kakak." Batin Ceril melihat siapa yang menelepon.


Ceril pun mengangkat nya.


"Hallo kak." ucap Ceril.


"Apakah kau sangat betah disana sampai kau tidak ingin pulang?" tanya Nickel. Bukan nya bertanya keadaan Ceril tapi malah bertanya dengan nada kesal.


"Betah? Apakah kakak tahu aku ada disini." batin Ceril, matanya menatap Tian di samping nya.


"Kakak tahu aku disini?" tanya Ceril.


"Kamu pikir kakak tidak tahu kau pergi dimana! Dasar gadis nakal. Kakak tidak mau tahu, besok kau harus pulang. Papi marah kepada mu karena berani nya kau kabur tanpa meminta izin." ucap Nickel.


"Nama nya juga kabur, mana mungkin harus meminta izin. Aneh sekali kakak ku ini." batin Ceril.


........Belum sempat Ceril berkata, Nickel berbicara lagi. "Jika kau tidak pulang, lihat lah kakak dan papi akan memberikan mu pelajaran." ucap Nickel mengancam.


"Baiklah, baiklah. Ceril akan pulang besok." ucap Ceril malas.


"Em... Kakak tutup telepon nya." ucap Nickel memutus sambungan.


Ceril meletakkan hp nya di meja nakas. "Tidak menyenangkan sama sekali." gerutu Ceril kesal karena harus kembali ke negaranya dan meninggalkan Tian tercinta nya.


Tian sedari tadi sudah bangun, masih memejamkan mata berpura pura tidur.


"Dia akan kembali! Kenapa tuan Nickel tidak memberitahu ku?" batin Tian.

__ADS_1


Ceril menatap Tian. "Apakah jika aku kembali kau akan merindukan ku?" tanya lirih Ceril menyentuh hidung Tian dengan telunjuknya. "Tapi seperti nya tidak. Kau kan memang tidak ingin aku mengganggu mu. Jadi mungkin setelah aku pergi kau akan senang dan bahagia karena tidak di ganggu oleh gadis nakal seperti ku. Atau mungkin setelah aku pergi kau akan bertemu gadis lain dan mencintai nya atau mungkin menikahinya dan setelah itu melupakan ku. Ah...Sial, itu sungguh membuat ku kesal jika benar benar terjadi." lanjutnya


Tian yang mendengar entah kenapa menjadi kesal, Hati nya tidak tenang, seolah tidak ingin Ceril meninggalkan nya.


"Berani nya kau memiliki pemikiran seperti itu. Gadis apa yang kau maksud ini? Mana mungkin aku melirik gadis lain, sedangkan gadis di depan ku ini selalu membuat jantung ku tidak sehat." batin Tian masih dengan memejamkan mata dan memeluk erat Ceril dalam pelukan nya.


"Uh....Kenapa kau memeluk ku sangat erat." gumam Ceril mencoba melonggarkan pelukan Tian. Namun usaha nya tetap gagal, Tian malah semakin mengeratkan pelukan nya.


"Ini hukuman untuk mu karena berani berfikiran seperti itu." batin Tian.


Ceril pun akhirnya menyerah dan membiarkan Tian memeluknya dengan erat. Sedangkan Tian yang melihat tersenyum kecil tanpa sepengetahuan Ceril.


Pukul 9 pagi


Ceril duduk di sofa menonton televisi kesayangan nya. sambil menyandarkan kepala nya di bahu Tian yang sedang mengerjakan tugas kantor nya.


Hari ini Tian tidak berangkat ke kantor, dia ingin di rumah menemani gadis nakal nya, karena besok dia sudah tidak bisa menemani atau melihat gadis di samping nya ini.


"Tidak." jawab Tian masih fokus ke laptop nya.


"Kenapa?" tanya Ceril.


"Sedang malas." jawab Tian


Ceril bingung bertanya lagi, dan akhirnya diam. Tian yang tidak mendengar suara ceril lagi menoleh menatap Ceril.


"Apa ada sesuatu yang ingin anda katakan?" tanya Tian.


"Ya, Sebenarnya aku ingin memberitahukan mu ini sejak tadi. Ini mengenai diri ku." ucap ceril


"..........?" tanya Tian menatap Ceril yang sudah duduk dengan benar.


"Kakak meminta ku untuk pulang." ucap Ceril lesu.

__ADS_1


"Aku sudah tahu, maka dari itu aku tidak ke kantor hari ini. Dan khusus untuk menemani mu." batin Tian. " Tapi setelah kamu pergi mungkin aku akan lebih tenang." lanjutnya.


"........." Tian diam melihat wajah cantik ceril.


"Apakah kau tidak sedih aku akan pergi?" tanya Ceril.


"Tidak, mungkin itu lebih baik." ucap Tian membaut hati Ceril sedikit terluka.


"Tidak bisakah kau sedih dan menahan ku agar tidak pulang?" ucap Ceril.


"Anda bisa menemui ku kembali jika anda ingin membuat ku susah." ucap Tian.


"Benarkah? Tapi jika aku kembali jangan sampai kau memiliki gadis lain. Jika itu terjadi aku tidak akan memaafkan mu." ucap Ceril.


"Tidak akan ada." ucap Tian.


"Janji ya." ucap Ceril memeluk tubuh Tian dan Tian pun mengangguk. Dari arah belakang Sesil melihat semua itu, dan tersenyum melihat teman baru nya yang nampak bahagia.


Ehem...Ehem....


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


**Selamat membaca


Jangan lupa like and komen serta vote


Mohon dukungan nya**.

__ADS_1


__ADS_2