
Maaf terlambat Update nya. Autor lagi ngupas kacang tanah untuk buat jajan lebaran πππ
..
..
..
Anak Tak Diakui
Bab 110.
Setelah memerintah Alfie mengumpulkan semua anggota nya ke markas pusat, Levi pun mengatakan bahwa akan menyatakan perang terhadap Anggota Mafia GEROGRE LORIZD. Semua anggota pun siap dan mematuhi perintah itu untuk melawan Mafia GEROGRE LORIZD.
Levi membuat banyak kelompok untuk menyerang markas Tian. Kalah atau menang nya itu urusan belakang, yang terpenting sekarang mengacaukan setiap markas Tian.
Sedangkan di tempat lain tepat nya di kerajaan NEVOLEON. Seorang pria paruh baya dan putra nya duduk di ruang kerja sambil mendengar laporan dari anak buah nya.
"Tuan, mafia JOEGER ingin menyatakan perang terhadap mafia GEROGRE LORIZD. Dan mungkin itu akan di laksanakan dua bulan lagi." ucap bawahan itu
"Em...Bagus. Kita gunakan kesempatan ini untuk mengecoh pemuda itu agar konsentrasinya kacau. Hubungi Adam, minta dia menculik Haris dan Ceril, wanita nya." ucap pria paruh baya itu.
"Baik tuan." jawab bawahan.
Bawahan itu pun pergi meninggalkan ayah dan anak yang duduk di ruang kerja kerajaan.
"Ayah, apakah kita akan berhasil menyingkirkan anak Tante Arabella?" tanya laki laki bernama Arthur Dominic.
"Tentu saja, karena ayah akan tetap berusaha menyingkirkan dia. Ayah tidak ingin dia merebut apa yang sudah ayah miliki dengan susah payah ini." ucap Darius Dominic.
"Tapi seperti nya akan susah untuk membunuh nya, Ayah tahu sendiri kan dia ternyata seorang ketua dari dunia bawah. Kenapa ayah dulu tidak membunuh nya saja saat dia kecil, lihatlah sekarang kita yang bakal kerepotan." ucap Arthur.
"Em...Ayah tidak tahu jika dia masih hidup. Ayah kira dia sudah mati saat mendengar bahwa Adam pernah meminta anak buah nya untuk membunuh anak itu. Tapi nyata nya dia masih hidup. Dan untuk Perempuan jala**ng itu juga sangat bodoh, kenapa dulu dia juga tidak membunuh bayi itu dan malah hanya membunuh Arabella, dan sekarang kitalah yang susah." ucap Darius sedikit kesal.
"Lalu bagaimana dengan Kakek dan Nenek? Apakah ayah akan tetap mengurung mereka di belakang?" tanya Arthur.
"Ya, biarkan saja mereka disana. Jika ayah mu ini melepaskan mereka, ayah yakin mereka akan meminta anak pelayan itu untuk menemui putra Arabella." ucap Darius
"Kenapa ayah yakin sekali kalau kakek dan Nenek akan meminta anak pelayan itu untuk menemui Anak tante Arabella?" tanya Arthur.
"Karena sebelum nya mereka juga mengirim untuk mencari keberadaan nya, dan ayah yakin dia sudah menemukan nya. Hanya saja mungkin waktu nya belum tepat untuk meminta dia datang kemari, atau mungkin mereka belum yakin dan masih menyelidiki apakah benar Pemuda itu anak Arabella atau bukan." ucap Darius. "Namun jika dia benar-benar anak Arabella, ayah yakin dua tua bangka itu pasti akan meminta pemuda itu untuk datang ke istana ini." sambung nya.
..
..
..
Di kediaman Tian.
Tian membuka sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal.
__ADS_1
"Bisakah tuan muda menemui saya? Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda."
"Nomor siapa ini?" gumam Tian.
Tian, mengambil laptop nya dan melacak siapa pemilik nomor yang mengirim pesan kepada nya. Setelah mencari. "Donald Harrison, seorang pengacara terkenal di negara N! Mau apa dia memintaku menemui nya?" pikir Tian.
"Kapan anda memiliki waktu senggang?" tanya Tian membalas pesan
Donald yang mendapatkan balasan langsung membaca, dia tersenyum. Setelah itu kembali membalas nya. "Saya memiliki banyak waktu tuan muda. Malah seharusnya sayalah yang bertanya kepada anda, kapan anda punya waktu untuk saya. Tapi jika anda sudah bertanya seperti itu, maka saya akan menjawab. Bisakah anda meluangkan waktu di jam makan siang bersama saya?" tanya Donald membalas pesan Tian
"Baiklah, temui aku di restoran XX." ucap Tian.
"Baik tuan muda." jawab Donald
.
.
.
Keesokan harinya.
"Anda dimana, saya sudah menunggu anda?" tanya Tian dengan panggilan.
"Maaf tuan muda, seperti nya saya sedikit terlambat. Bisakah anda menunggu saya sebentar saja? Soal nya ada sesuatu yang harus saya selesaikan." jawab Donald.
"Baiklah, saya tunggu anda setengah jam di tempat yang saya janjikan." ucap Tian
"Baik tuan muda." jawab Donald
"Bagaimana Tuan, apakah dia akan datang?" tanya Samuel.
"Kata nya masih sibuk, jadi kita harus menunggu." jawab Tian
"Sebenarnya apa yang akan di bicarakan tuan Donald dengan anda? Saya sungguh penasaran sekali." ucap Samuel menyesap meminum yang telah di pesan nya.
Sedangkan Tian sibuk dengan Handphone nya.
Dari pada jenuh menunggu Tian Donald datang, Tian pun mengirim pesan kepada kekasihnya itu.
"Sayang." tulis Tian dan pesan pun terkirim, tak lama setelah itu Ceril membalas pesan nya.
"Ada apa?" tanya Ceril.
"Kangenπ." balas Tian
"Benarkah?" balas Ceril.
"Tentu saja sayang." balas Tian.
__ADS_1
Tian mengirimkan foto dimana dia sekarang.
"Oh, apakah orang itu penting sampai kau menunggunya?" tanya Ceril.
"Ya." Jawa. Tian singkat.
Ceril sudah bingung mau bertanya apa lagi, karena menurutnya Tian sama sekali tidak romantis saat berbicara lewat Handphone. Namun berbeda jika bertemu, Tian seakan manja dan ingin selalu disayang. Terbukti saat dia berada di atas ranjang.
"Sayang." panggil Tian, saat tidak mendengar suara Ceril.
"Ya." jawab Ceril
"Apakah kau sudah hamil?" tanya Tian dengan pertanyaan bodoh. Samuel yang mendengar langsung menoleh dan menatap Tuan nya.
"Hamil?" gumam Ceril bingung, karena menurutnya itu sungguh terlalu cepat. Baru beberapa hari Tian menyentuh nya masa langsung bisa hamil.
"Tidak, mana mungkin aku hamil secepat itu sayang." jawab Ceril.
"Loh kenapa? Aku kan sudah memasuki mu sayang, bahkan satu malam berulang kali. Kenapa masih belum hamil?" tanya Tian.
"Tidak secepat itu sayang. Butuh proses." jawab Ceril menepuk jidat nya.
"Butuh proses ya. Baiklah, Besok aku akan pergi ke sana dan memproses nya lagi." ucap Tian tersenyum.
....."Ceril yang mendengar hanya menggeleng geleng kan kepala. Tak terasa obrolan mereka cukup panjang, dan akhirnya yang di tunggu tunggu pun telah sampai.
"Maaf membuat anda menunggu terlalu lama Tuan muda." ucap Donald menjabat tangan Tian dan Samuel.
"Tidak masalah." jawab Tian. "Silahkan duduk." sambung nya mempersilahkan Donald untuk duduk.
"Anda mau pesan apa, biar saya pesan kan." ucap Tian.
"Tidak usah Tuan muda, kita langsung saja pada niatan saya menemui anda." ucap Donald.
Tian dan Samuel diam menyimak apa yang akan di sampaikan oleh Donald Harrison.
.
..
..
...
πππππ
Selamat membaca
Jangan lupa untuk like, komen, Vote dan Hadiah nya.
Dukung karya Autor ya.ππ
__ADS_1